Kasusnya terkesan lambat, R Endro Maryoko pertanyakan kinerja Polres Cilegon.

Diruangan Ipda. Anda Juanda (penyidik)
Bersama korban R. Endro Maryoko
Cilegon [PANTAU TEKRKINI] Pengusutan kasus dugaan penipuan uang sebesar Rp 2 miliar yang dilaporkan R Endro Maryoko (korban), kepada Polres Cilegon atas terlapor NM (pelaku) terkesan seperti dipetieskan. 

Kinerja Polres Cilegon pun dipertanyakan. Pasalnya, pelaporan kasus sejak tahun 2012, yang disinyalir kuat ada dugaan keterlibatan oknum polisi AKP MM yang saat ini menjabat sebagai Kapolsek Cibeber,hingga saat ini Polres Cilegon tidak mampu menuntaskan kasus penipuan tersebut.

"Seharusnya kasus penipuan tersebut sudah memasuki tahap penyidikan dan sudah ada tersangkanya. Semua bukti dan saksi sudah dilengkapi. Lalu mau apalagi?," tanyan R Endro heran kepada awak media saat mendatangi Mapolda Banten, Senin (16/12/2019).

Endro menduga dan berkeyakinan pihak kepolisian, khususnya polres Cilegon sengaja menggantung pengusutan kasus penipuan tersebut.

"Pengusutannya ini sudah sejak tahun 2012, masa iya sampai saat ini belum juga ada penangkapan terhadap tersangka utama. Justru orang lain menurut saya dia tidak bersalah malah dikambinghitamkan inisial (SG), Jelas saya ini bertanya-tanya, ada apa dengan penyidiknya," ungkapnya.

Sementara itu, sebagai bukti sinergitas atas perhatian kasus tersebut Kombes Edy Sumardi selaku Kabid Humas Polda Banten langsung menjembatani dengan pihak Polres Cilegon.

"Saya akan bantu  menanyakan tentang hasil dokumen laporan dari Polres Cilegon sejak tahun 2012," singkatnya.

Ditempat terpisah, Kanit PPA Ipda Anda yang pada saat itu sebagai penyidik dalam kasus penipuan yang merugikan Endro menjelaskan, bahwa dalam kasus ini dirinya intens untuk mencari keberadaan tersangka utama yang dinyatakan DPO sejak 2012. Namun dirinya mengatakan tidak mengetahui perkembangan dikarenakan pada 2015 dirinya mengikuti pendidikan dan berpindah tugas ke wilayah lain.

"Berkas tersebut saat ini berada di gudang dan sedang dicari, termasuk berkas bahwa memang status si NM (pelaku utama) sudah  masuk Daftar pencarian Orang (DPO). Ujarnya.


Ada 1 (satu) pertanyaan dari awak media, terhadap Ipda Anda, mengenai tingkat kesulitan apa yang dialami  penyidik, sehingga kasus ini sampai sekarang masih belum bisa terungkap?.

"Ipda Anda menyampaikan, kesulitan yang kami alami adalah, pelaku NM susah kami  lacak keberadaannya  saat itu, alamat di KTP itu sudah tidak sesuai dengan yang tertera di KTP dan kami sudah datangi ke alamat tersebut, lalu kemudian dari nomor handphone, tidak tahunya nomor handphone juga sudah tidak bisa dihubungi / tidak aktif. Padahal dari situlah satu-satunya harapan kami untuk bisa melacak keberadaan NM, kurang lebih seperti itu . 'tutupnya.

(Sofyan/Red)

1 comment

indah said...

yuk teman teman yang hobby main game
mari bergabung bersama kami
di game penghasil duit dan banyak hadiah menanti anda
buktikan sendiri y


wwww.vodkapoker,site