Jadi “Guru” Sementara, Babinsa Koramil 02/18 Kragilan Ajarkan Sikap Toleran ke Siswa SD



PANTAUTERKINI.CO.ID-Serang, Babinsa Koramil 02/18 krgilan Sertu M.Tohir. Babinsa kdayakan Kecamatan Kragilan dengan semangat melaksanakan pelatihan bagi Siswa-siswi anggota Paskibraka Kecamatan Kragilan Kabupaten Serang (26/11/19).

Dalam kegiatan ini Sertu M. Tohir melatih teori, praktek peraturan baris berbaris dan disiplin. Derap langkah yang tegas dan kompak akan sangat mempengaruhi jiwa dan semangat Paskibra untuk melaksanakan tugas.

Kekompakan anggota Paskibra tercermin dari sikap disiplin dalam melaksanakan baris berbaris dan membentuk formasi. "Pembinaan dan pelatihan Paskibra tidaklah cukup hanya dengan belajar baris berbaris saja, karena tujuan pelatihan Paskibra adalah untuk menciptakan kader-kader terampil dan pintar serta mengenal bangsanya sehingga pada akhirnya terbentuklah generasi bangsa yang kuat baik secara fisik, mental, maupun pikiran", terang Sertu M. Tohir.  

Di dalam kelas, masih Sertu M. Tohir memberikan materi Wawasan Kebangsaan kepada para pelajar.

Materi yang diajarkan mengenai rasa cinta tanah air dan cara menumbuhkan nya bagi para pelajar sebagai generasi masa depan bangsa Indonesia. 


“Adik-adik adalah calon pemimpin masa depan bangsa Indonesia. Sebagai generasi penerus, maka sejak sekarang adik-adik harus memupuk jiwa nasionalisme, dan cinta tanah air,” ucap Sertu M. Tohir.  

Jiwa nasionalisme dan cinta tanah air itu, lanjutnya, bisa diwujudkan dengan sikap dan perilaku kita sebagai orang yang memiliki adat dan budaya yang santun. 

“Perilaku toleran, saling menghormati, dan sopan serta santun kepada sesama adalah ciri-ciri adat dan budaya kita.  Dan orang Indonesia terkenal dengan adat ketimurannya yang ramah dan suka menolong. Karenanya, sikap dan budaya ketimuran ini jangan sampai hilang dari diri adik-adik sebagai penerus kejayaan bangsa di masa depan,” urai Sertu M. Tohir.  

Sementara, pihak kepala sekolah TK ucapkan terima kasih kepada Babinsa Koramil Koramil 02/18 Kregilan kecamatan kragilan yang telah meluangkan waktunya untuk menjadi guru sementara di kelas. Pihak sekolah sekolah berharap, kegiatan ektrakurikuler seperti ini bisa kembali dilakukan di kemudian hari. Karena manfaatnya sangat besar bagi perkembangan mental dan jiwa nasionalisme pada pelajar yang masih berusia dini. Paparanya. 
 ( Oz )

No comments