Breaking News

recent

Ide Brilian Nir Peretz Seorang Warga Negara Inggris di Gianyar


Bali | Pantau Terkini | Nir Peretz salah satu warga negara Inggris yang berniat menjadikan seseorang memiliki kekayaan berupa uang senilai Rp 1.000.000.000;00 ( satu miliar rupiah ) terwujud sudah dengan diadakannya kompetisi International Flower Championship (IFC) atau Kompetisi membuat kebun bunga di pekarangan atau disekitar rumah.

Ide brilian Nir Peretz ini di tangkap baik oleh I Nyoman Hendrawan dan cita cita I Nyoman telah warga asal Banjar Jaang, Desa Buahan, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar merebut juara 1 di lomba IFC yang pertama sekaligus mengoleksi dana senilai Rp 1 miliar tersebut.

I Nyoman Hendrawan, yang semula berkerja sebagai “loper koran” selama 25 tahun itu kini berubah status sosialnya dikalangan sanak keluarga dan masyarakat .


Dulu hanya sebuah impian seorang Nir Peretz warga negara Inggris mengangkat taraf ekonomi seseorang dengan sebuah kerja untuk kemasyarakatan tapi kini menjadi kenyataan.

Nir Peretz seorang pengusaha dan juga owner (pemilik) dari Hanging Gardens of Bali ini sejak lama dan baru terwujud ditahun 2019 ini. Uang untuk kompetisi ini diambil dari kocek pribadi Nir Peretz.

Kelanjutan untuk melaksanakan kegiatan IFC, Nir Peretz menggandeng pihak swasta, dan awak media sebagai media partner yang menyiarkan acara ini hingga tuntas.


"Dari kompetisi pertama ini kami mendapat apresiasi dari semua kalangan termasuk pemerintah daerah, khususnya Kabupaten Gianyar yang kebetulan bupatinya Agus Mahayastra sangat merespon acara ini .

Terhadap program bagus ini tentunya kedepan kita berharap tidak hanya pihak swasta yang berperan sebagai sponsor tapi pemerintah.

Karena kami ingin dalam pelestarian alam dan lingkungan pemerintahlah yang berperan penting,” papar Nir Peretz saat jumpa wartawan, Senin (22/7) di hotel setempat.

Kompetisi IFC ini diadakan bertujuan mengangkat seseorang menjadi milioner peduli lingkungan yang paling nyata adalah memperindah lingkungan tempat tinggal masing-masing dengan berbagai tanaman hias.

Kesan nuansa asri ini terlihat saat beberapa awak media sempat mengunjungi rumah I Nyoman Hendrawan, pemenang pertama lomba IFC 2019 ini.

Di rumahnya yang luasnya kira-kira 20 are ini benar-benar asri.

Berbagai jenis tanaman bunga tumbuh subur disana-sini mulai dari depan rumah hingga pelataran belakang di kandang babi milik keluarga sehingga nampak seperti hutan mini.

Berada di rumah I Nyoman Hendrawan membuat kita betah berlama-lama memandangi merekahnya kuntum mawar katleya dan sejenisnya.

Kompetisi ini baru diikuti oleh peserta dari Bali saja, “namun rencana kedepan akan ada tiga kategori kompetisi yang akan melibatkan peserta dari seluruh Indonesia yang akan diadakan di Jakarta diikuti seluruh provinsi di tanah air.

Tahun depan akan mengikutsertakan siswa sekolah dasar (SD) untuk mencari bibit-bibit baru yang merupakan masa depan dari kompetisi ini. Mereka boleh mendaftar lewat email kita,”paprar Nir Peretz.

I Nyoman Hendrawan Dan Hoby Tanam Tanaman Hias

I Nyoman Hendrawan yang lahir 20 Juli 1973 adalah sosok pekerja keras dan memiliki hoby membuat dan mencangkok berbagai tanaman hias untuk dibonsai sehingga rumahnya nampak sebagai etalase. Serunya, selain tanaman hias, Nyoman Hendrawan juga memelihara madu hutan di rumahnya yang juga turut memperkuat penilaian juri akan kreatifitasnya.

Hoby inilah yang menjadikan dirinya tertantang untuk mengikuti Lomba International Flower Championship (IFC) dan menang. Dari 185 peserta lomba, juri yang terdiri dari Nir Peretz, Zsa Zsa Yusharyahya (presenter stasiun TV), I Nyoman Nuarta, dan Puja Astawa (Komedian Bali) menetapkan 10 orang sebagai pemenang.

Dimana, satu diantaranya yaitu I Nyoman Hendrawan sebagai pemenang hadiah Rp 1 miliar, sedangkan 9 peserta lainnya mendapatkan masing-masing tabungan dari Bank Mandiri senilai Rp 5 juta.

Puncak acara penetapan pemenang kompetisi IFC ke-1 tahun 2019 dilaksanakan di Hanging Gardens of Bali pada Sabtu 29 Juni 2019.

Terkait perbedaan hadiah yang diterima oleh pemenang pertama dan lainnya, hal ini memang menjadi aturan dalam kompetisi ini.

“Tentu kedepan akan kita berikan hadiah lebih tinggi kepada 9 pemenang lainnya jika ada sponsor yang mensupport dana dalam kompetisi ini.

Lagi pula kami memang mau hadiah utama Rp 1 miliar ini untuk niat mengangkat seseorang menjadi terangkat secara ekonomi dan status sosialnya,”tambah Nir Peretz. (Red)

No comments