Partisipasi Pemilu di Bali di Pilpres dan Pileg 2019 naik dibandingkan dengan Pemilihan Gubernur beberapa waktu lalu.



Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan mengatakan, KPU Bali memasang target besar dalam pemilu serentak tahun 2019. Partisipasi pemilih yang ditargetkan sebelumnya 80 persen dan tercapai 81,9 persen.

“Satu target lagi yakni, sengketa yang terjadi di penghitungan suara tidak sampai ke MK. Maksimal sampai 25 Mei tidak ada gugatan, dua target itu akan tercapai sempurna,” jelas Lidartawan Jumat, 17 Mei 2019.

Partisipasi pemilih yang cukup besar tersebar di Denpasar yang berada di desa Penatih Dangin Puri dengan tingkat partisipasi 87,53 persen. Di Kabupaten Badung di desa Tumbal Bayuh sebesar 96,88 persen.

Tabanan di desa Batannyuh sebesar 99,35 persen, Jembrana di Desa Asah Duren sebesar 88,53 persen, Buleleng di Desa Banjar Bali 98,71 persen. Bangli di Desa Ulian 100 persen, Karangasem di Desa Buana Giri 94,55 persen, Klungkung di Desa Pejukutan 99,04 persen dan Gianyar di Desa Kerta 98,63 persen.

“Nilai partisipasi adalah perbandingan pemilih yang hadir di TPS dengan jumlah pemilih di DPT dan DPK,” jelas Lidartawan.

Ditambahkan, Pemprov Bali akan memberikan penghargaan kepada setiap desa dengan keikutsertaan memilih tinggi.

“Untuk jelasnya bisa ditanyakan ke Pak Gubernur,” tambahnya.

Sedangkan anggaran pemilu di Bali dalam proses berjalan hingga akhir tahun 2019 mencapai Rp 25.962.475.000.

“Ada kenaikan sebelum revisi dan sesudah revisi. Kenaikannya sekitar Rp 300 juta. Tapi untuk nominal pastinya, kami belum menghitung karena akan dilaporkan di akhir tahun sampai 31 Desember 2019. Selama proses berjalan itu masih ada yang harus kita biayai,” jelas Lidartawan.(@lx)

Share this:

 
Copyright © PANTAU TERKINI. Designed by OddThemes