DI ANGGAP SERING KRITIK PEMERINTAH, KARANG TARUNA MUKA KUNING DI BEKUKAN


PANTAU TERKINI,BATAMl. Karena di anggap sering kritik pemerintah sehingga di anggap tidak sejalan dengan pemerintah, Karang Taruna Kelurahan Mukakuning, Kecamatan Sungai Beduk, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau periode 2018 - 2021 di bekukan dalam jangka waktu yang tidak di tentukan sejak 10 Mei 2019.

Dan bahwa terhitung sejak tanggal di terbitkannya surat Lurah Muka Kuning sebagai mana tersebut di atas, maka setiap tindak dan kegiatan apapun yang dilakukan dengan mengatas namakan Karang Taruna Kelurahan Muka Kuning, maka hal itu di anggap sebagai tindak ilegal.

Pernyataan tersebut berdasar pada surat yang di tanda tangani oleh Ketua Karang Taruna Kota Batam, Zul Arif, dengan merujuk kepada Surat Lurah Muka Kuning nomor : 047 / Sekrt / 1001 - MK / V / 2019 tertanggal 10 Mei 2019 perihal pemberitahuan yang di tujukan kepada Karang Taruna Muka Kuning.

Pembekuan Karang Taruna tersebut, di anggap oleh Harianto selaku Ketua Karang Taruna Kelurahan Muka Kuning, sebagai tindak sepihak saja dan juga sebagai tindak pelecehan terhadap kepengurusan Karang Taruna Muka Kuning.

Oleh karena itu, Harianto melayangkan Surat Klarifikasi terhadap Lurah Muka Kuning, untuk bisa bertemu dengan Lurah Muka Kuning, Yopi, sekaligus meminta yang bersangkutan, untuk menjelaskan perihal pembekuan Karang taruna yang di ketuainya, pada hari Jum'at / 17 Mei 2019.

Bersama pengurus Karang Taruna lainnya, Harianto mendatangi kantor Lurah Muka Kuning, di antaranya : Hery Marhat selaku Penasehat, Sertauli selaku wakil ketua, Lukas selaku Sekretaris, Hasan Siregar dan Takdir selaku Tomas, serta Khoriah Hasibuan selaku Seksi Pendidikan dan juga Syahabudin selaku LPM.

Dalam pertemuan tersebut, Lurah Muka Kuning, Yopi ,menyampaikan bahwasanya, pembekuan tersebut sudah jelas dan sudah sesuai dengan perwako. Selain itu, yang bersangkutan juga menilai bahwa, Karang Taruna Muka Kuning sering mengkritik pemerintah sehingga di anggap tidak sejalan dengan Pemerintah.

Namun hal tersebut, di bantah oleh Harianto, yang mengatakan bahwa, pembekuan itu dilakukan tanpa mediasi dan mekanisme yang benar.

" Kami sesalkan, karena pembekuan ini di lakukan tanpa adanya mediasi serta mekanisme yang benar sesuai dengan AD/ ART. Dan kami juga menyesal telah dianggap tidak sejalan dengan Pemko Batam. Dimana tidak sejalannya kami. Apa karena sering mengkritik pemerintah sehingga di anggap tidak sejalan dengan pemerintah kota batam ? " Kata Daeng di depan kantor lurah usai pertemuan.

Sementara itu, selaku penasehat, Hery Marhat, merasa heran dan merasa pembekuan tersebut tidak benar.

" Wah ini sudah tidak benar kalau pembekuan Karang taruna Kelurahan Muka Kuning ini di kait - kaitkan dengan pekerjaan atau profesi Ketuanya, si Harianto tadi, dimana si Harianto itu berprofesi sebagai seorang jurnalis. " Kata Marhat kepada Pewarta Pantau Terkini.

" Masalah berita yang di buat oleh Harianto itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan organisasi atau lembaga Karang Taruna tadi. Walaupun kadang Harianto itu mengkritik Kinerja Pemerintah Kota. Dia itu kan menjalankan profesinya sebagai seorang jurnalis.

Bukan apa - apa. " Lanjut Marhat dengan wajah yang sedikit memerah.

Ndoro

Post a Comment

0 Comments