Warga Wajo Banyak Tidak Bisa Mencoblos Karena Bobroknya Pelayanan KPPS

WAJO, PANTAU TERKINI- Petugas KPPS tahun ini di Kabupaten Wajo ada sebagian dinilai tidak profesional dan kurang cekatan oleh warga  saat pencoblosan , Rabu, 17 April 2019

Salah satu warga Padduppa bernama Fatimah yang akan mencoblos di TPS 8 Kelurahan Padduppa,  kepada media ini mengeluhkan lambatnya pelayanan KPPS , bahkan tidak memberikan kebijaksanaan kepada ibu yang membawa bayi, harus pulang dengan kecewa , karena sudah jam 13.00 wita masih disuruh antri.

"Saya pulang dengan kecewa, kasihan bayi saya  kalau dipaksakan menunggu dan bukan cuma saya ada beberapa juga pulang, karena sudah berjam- jam sesudah menyetor surat panggilan belum juga mendapat panggilan," kata Fatimah

Lain juga kasusnya di Kelurahan Wiringpalenna, ada beberapa warga Wiringpalennae  tidak bisa ikut mencoblos karena kurangnya pengetahuan yang dimiliki petugas KPPS.
Seperti yang diutarakan oleh salah seorang  cewek bernama Jaya dan ibu rumah tangga bernama Ratna bahwa, datang ingin mencoblos dengan membawa KTP , karena belum ada surat panggilan, dan sudah tercatat sebagai  warga Wiringpalennae

" Saya datang siang  jam 11.00 wita, di TPS 1 dan menyetor foto copy KTP   kepada petugas KPPS, karena petugas bilang bisa mencoblos dengan pakai KTP, tapi nanti jam 12 , kata petugas itu, setelah ada panggilan  saya masuk niat ingin mencoblos, dan ternyata saya ditegur tidak bisa mencoblos di TPS 1 harus ke TPS 3 , jelasmi saya marah karena TPS 3 sudah tutup karena sudah penghitungan suara, yang saya jengkelkan kenapa bukan dari awal kita diberikan info bahwa jangan disini menjoblos tapi di TPS 3 , ini bukti bahwa petugas KPPS bobrok belum memahami tupoksi yang dikerja, KPU kedepan perlu lebih selektif untuk menyaring petugas KPPS," ucap Ratna

Ditambahkan Ratna bahwa , KPPS memberitahukan kepadanya kenapa tidak laporan kalau belum ada surat panggilan pencoblosan, bahkan KPPS melontarkan kata,  dengan mengatakan itu karena kami sibuk, kata- kata yang seharusnya tidak dilontarkan, jelas menandakan dia tidak siap menjadi panitia penyelenggara pemungutan suara, tutupnya

Laporan: Muhlis

Post a Comment

0 Comments