Breaking News

recent

Harlem place at Bali


BALI, PANTAU TERKINI- Wanita Muda dengan semangat bercerita tentang suatu community untuk kaum expatriat, katakanlah untuk kaum level senior di Bali. Beliau bercerita tentang hiruk pikuk entertaiment di Bali yang sudah jenuh dengan beach club dan club - club sejenis lainnya, terkesan monoton, celetuknya.


Dengan nama lahir Seycil Ciceylia Sinaga wanita Muda ini menyambut kebutuhan tadi buat kaum bule yang merindukan gaya Bali yang sifatnya untuk bersembunyi dari penatnya kota di dunia, sebagai tempat hiburan untuk kaum marginal yang punya kantong tebal, karena label mereka adalah tamu senior di Bali ini.

Wanita dengan tangan dinginnya ini selalu mengingatkan kita tentang kemampuan orang-orang kita tak kalahlah dengan kemampuan orang asing dalam meramu music techno, beliau sangat suka sekali mengangkat tema "Local Heroes" dalam event clubnya yang menceritakan bahwa kelas-kelas kita sebetulnya bisa berkasta sama bahkan lebih dalam soal kemampuan ber DJ dari brand-brand asing yang berkeliaran di club-club yang ada diBali ini.

Lahirlah Cotton club, yang letaknya di kerobokan jantungnya seminyak, Club ini hadir malam ini di Rebenga lounge and kitchen yang juga merupakan tempat yang unik, kita bisa sambil menari salsa dan menikmati suasana tersembunyi yang disajikan ditempat ini. Makanan dengan gaya Amerika selatan ini, minuman beralkhohol, non alkhohol menjadikan keunikan tersendiri karena mereka juga disponsori oleh perusahaan raksasa di Indonesia PT. Djarum Tbk dengan produk andalannya cerutu khas Indonesia Dos Hermanos yang sudah di ekspor ke luar negeri ini.

Local Heroes yang diangkat kali ini adalah Remy Irwan Firmansyah. Laki - laki yang sudah malang melintang di dunia music techno ini sampai eropa sana mengatakan bahwa 3 tahun belakangan ini Bali adalah merupakan barometer pusat bagi electronik musik ini di Indonesia maupun asia pasific pada umumnya, karena DJ (disc Jockey) dunia pasti memiliki hasrat untuk bermain di club - club yang ada diBali saat ini.
Di Jakarta dan bandung yang lebih banyak gaya electronic dance music (EDM) dan RNB, peminat di Bali lebih bebas, jadi mereka bisa bermain lebih menyimpang atau lebih ekspresif, disitulah mengapa Bali bisa dibilang tempat dari lahirnya gaya-gaya baru elektronik musik ini.
Malaysia dan singapura yang terlihat negara maju tetapi bila dilihat dari kacamata abang jockey ini bisa dibilang masih bagus Indonesialah, karena pemain DJ dari asal negara-negara itu kalo mampir di Jakarta bisa kita bandingkan skill-skill mereka, sambutnya.

Beliau juga menaruh harapan yang banyak terhadap musik ini. tetapi yang terpenting yaitu adanya regenerasi dan bibit-bibit muda yang menyukai aliran elektronik music ini, agar kedepan aliran musik ini bisa menjadi ladang kehidupan bagi pemuda-pemuda lokal untuk lawan tanding dari kelas dunia.
"Kita Bisa kok", bebernya.

Laporan: Ray
Ed: Lis

No comments