Breaking News

recent

Kisah Lara Jonggrang Bereinkarnasi Kembali

pantau terkini - Bali. Serupa tapi tak sama itulah kisah pilu yang dialami pelukis Arya Trimni Putra yang kehilangan seorang Istri dan dikabarkan beserta janin bayi yang ada dikandungannya secara tragis.

Kondisi itu yang membuat mas Arya ini terpukul dan memutuskan mengurung diri dalam kamar dan tak menyentuh makanan sedikitpun, disitulah awal mulanya keluarga memberikan upaya untuk mas Arya bangkit dengan memberikan kanvas. Mas Arya pun mencoba yang akhirnya lukisan itu ditawar oleh teman ayahnya, dengan dititipkan uang dengan pesan "kalo kurang ditambahin, kalo gak dijual saya kembalikan"ceritanya.

Nah dari sanalah awal kemampuan jiwa sang pelukis ini didapat, ternyata kepedihan mas Arya membuat dalamnya penggalian rasa yg menyebabkan terbukanya kemampuan diri menari diatas kanvas sebagai bakat alam yang terpendam ini.

Pesan moral yang bisa kita tangkap adalah Penderitaan yang dialami setiap manusia bukanlah sesuatu yang tidak ada gunanya bila kita merubah sudut pandang, tetapi bisa menjadi penderitaan itu adalah penggalian diri untuk mampu menciptakan mental baru yang tangguh dengan lahir sebagai manusia baru yang tangguh.
ini terbukti lulus kontesnya 1000 lukisan dalam satu rentang waktu yang dilakukan mas Arya dan team, dalam acara kegiatan Sudakara ArtSpace, dengan judul "Art is unlimited" di Sudamala Suites & Villas, Sanur waktu yang lalu.Tercatatkan dalam Rekor MURI 8891.

Kedepan melalui manajemennya yang akrab dipanggil pak mangku dukuh ini, beliau akan melakukan tanding ulang memecahkan rekornya sendiri dengan target 2000 lukisan dalam 30 hari di negara denmark eropa dalam pengawasan Guinness book of records.Dengan support yang mantap dari pak mangku dukuh atau dengan nama asli Made Putra Suardana ini tentu beban moral dan spiritualnya cukup beliau rasakan sebagai peramu sang artis ini, tapi karena mentalnya sudah terpupuk dengan kerjaannya masa lalu yaitu membangun sebuah bangunan sebagai kontraktor tentu kerasnya medan sudah beliau biasa libas. Dengan berbekal misi yang sama cita-cita yang ingin bersama dikawal adalah sisi berbagi "Dengan uang satu juta kita mungkin tidak akan banyak mampu berbagi, tetapi dengan kanvas satu juta rupiah bisa menjadi berlipat yang akan bisa dibagikan sebagian buat yang memerlukan" begitu celotehnya.

Tapi sebelum berangkat beliau ingin membuat satu karya lukisan lagi dengan diiringi tarian kecak, barong, dan lainnya di tengah api unggun sebagai penyemangatnya berangkat ke negeri dingin eropa.

"Dalam seni, saya percaya bahwa manusia unggul dan bahwa emosi tidak dapat diganti, ditiru atau diproduksi oleh mesin," kata Arya.
(Ray)

No comments