Nusa Penida dan Gemerincing Dollar



Bali | Pantau Terkini |Kita mengenal Nusa penida adalah penghasil rumput laut terbesar di wilayah Bali sejak lama, tetapi kini kian berubah sejak tamu asing maupun domestik mengincar untuk mengunjungi keindahan dan keunikan daerahnya, daerah yang dipimpin oleh incumbent dari partai Gerindra yg terpilih kembali membuat terobosan-terobosan yang membuat Nusa penida kini dilirik sebagai destinasi baru daripada adik bungsunya Nusa lembongan yang sudah lebih dulu mendunia. Nusa Penida memiliki spot spot Indah seperti yang sudah terkenal di Instagram maupun facebook yang sering diunggah wisatawan untuk memamerkan kemolekan diri dan juga keindahan alamnya agar menunjang keseluruhan dari arti keindahan yang hendak digambarkan oleh mereka seperti Kelingking beach, cristalbay, broken beach, Angel's billabong dan sebagainya yg bisa kita search di google dengan segala cerita dibelakangnya, nah disinilah Wizzela management meliriknya sebagai impuls kreatifitasnya yang sudah lama berkecimpung diperhotelan dan pengalaman dalam menangani semua problem tamu baik mancanegara maupun domestik, dengan bekal pengalaman mereka tergeraklah mereka ini untuk membantu local peoples atau orang asli Nusa penida untuk mampu menyambut tamu - tamu yang hadir membawa kantong-kantong dollar mereka, kedua orang yang kita temui yang juga akrab disapa Wisnu dan Putu Anggela adalah pemilik sekaligus pengelola wizzela management, ujung tombak penggerak mereka adalah rasa kepedulian terhadap peran lokal kepada daerahnya sendiri yang terbukti sudah banyak yang bergabung dalam manajemen yang dibentuknya ini seperti Sundi Ocean Bungalow, Sunrise Penida Hill, Jevon cottage, Bunter Hill Bungalow dan untuk wilayah Nusa lembongan adalah Bale Gede Lembongan, D and B Bungalow,The Cozy Villas Lembongan, Sedok Jineng Villa, Dream Beach Kubu, Dream Beach Inn, The sogol, Pemuntelan, Anugrah Sari Homestay, Karang mas dan masih banyak kedepannya yang akan mempercayai propertynya untuk ditangani oleh mereka, karena cerita - cerita yang berkembang adalah tumbuhnya keberanian orang lokal untuk mengelola tanahnya sendiri daripada diserahkan oleh investor dengan disewa jangka panjang dengan harga yang sangat murah yang hitung-hitungan kasarnya akan balik modal dalam jangka waktu 3 sampai 4 tahun, itu luar biasa menggiurkan, pesannya terakhir kepada kami adalah "Mari bersama-sama kita menyongsong masa depan yang lebih baik karena setiap apa yang kita kerjakan mengandung resiko tetapi bila kita mempunyai tekad yang sama melindungi Nusa ini dengan baik dari gempuran investor dengan modal besar secara bersama-sama kita yakin tidak ada yang mampu merobohkan kita menjadi pengais sisa-sisa hasil investor di tanah ini" Anggela mengatakan ini sambil berkaca-kaca mungkin terbawa luapan emosi karena terlalu bersemangat. Jam menunjukan pukul 14.00 siang hari didaerah Nusa Penida ini cukup panas, sambil ditemani air mineral dingin kami berbincang dengan pemilik wayan suliastama sunrise penida hill yang banyak bercerita tentang perubahan hidup yang dirasa saat gemerincing dollar sudah melirik daerahnya, daerah yang dulunya gersang sedikit demi sedikit dirubahnya dengan modal yang mereka miliki, "sekarang kami menambah 5 kamar baru dengan fasilitas kolam renang" kamar baru ini semuanya menghadap tebing yang indah dengan sekali-kali terdengar azan berkumandang, toleransi yang sudah cukup lama terjalin dengan baik dengan pendatang yang beragama Islam ini membuat Nusa Penida memiliki desa sendiri yang dipimpin oleh seorang muslim walaupun sebagian besar penduduknya beragama Hindu. Desa Sakti adalah desa yang sedang kami kunjungi saat ini disambut dengan ramah oleh perbekel desa setempat yang dipimpin oleh I ketut partita ini, penampilan beliau cukup millenial dengan topi cap dan kaos serta celana olah raga panjang dengan lugas menyampaikan bahwa perubahan desa sakti khususnya dan Nusa Penida pada umumnya ini adalah berkat bapak bupati yang didampangi oleh wakilnya yang akrab di sapa jro Mangku Kasta beliau juga praktisi spiritual yang kita semua percayai mempengaruhi perubahan sebuah daerah yang dipimpinnya ini menuju jaman industrial pariwisata karena gencarnya festival - festival yang diadakan setiap tahun sekali ini Nusa Penida Festival (NPF) membawa pengaruh besar terhadap pemilik kantong dollar maupun turis domestik untuk berkunjung ke desa sakti , cristal bay yang sudah cukup fenomenal, yang juga ada pantai Gamat atau orang luar sering menyebut secret beach yang memiliki koral unik dengan pasir putih sekaligus hitam tergantung pasang surut air laut, dan juga destinasi baru yang masih akan diolah kedepannya sebagai tujuan baru yaitu crocodile island karena bentuk pulaunya unik seperti buaya, kata beliau kebutuhan keseluruhan untuk menata desa sakti adalah 25 milyar, bukan angka yang sedikit tentunya ini untuk menunjang pariwisata yang ada seperti peningkatan mesin air untuk mencukupi kebutuhan desa yang semakin meningkat karena mulai diliriknya kolam renang untuk memenuhi standar dari penginapan, pembenahan jalan dan juga kedepannya mengenai sampah yang ditimbulkan karena pesatnya pariwisata ini, dan itu diaminin oleh salah satu kelian adat desa sakti I Wayan Dana Merta yang tadinya ikut juga berkomentar tidak adanya lagi minat untuk terjun menjadi petani rumput laut karena dingin dan hasil yang tidak sepadan akibat minyak dari boat - boat pelancong yang mengakibatkan tidak tumbuhnya rumput laut dengan sempurna sesuai yang diharapkan. Kami juga ditemani oleh pekerja yang tugasnya mengantarkan tamu-tamu yang datang yang akrab disebut driver karena kata sopir tidak populer di sini entah merendahkan atau bagaimana itu fenomena yang ada disini arti dan maksudnya serupa tapi tak sama begitu kira-kira, nah beliau bercerita sedikit protes dengan nada tinggi tidak setuju adanya jalan melingkar yang dicanangkan pemerintah daerah Klungkung, tetapi lebih kepada perbaikan infrastruktur jalan yang sudah parah dengan cara melebarkan badan jalan dan memperbaiki yang sudah ada saja dan ditambah dengan saluran air hujan agar jalan tidak mudah terendam air hujan yang mengakibatkan cepat rusaknya aspal jalan, tetapi itu langsung dibantah oleh perbekel desa sakti, dengan maksud yang menjelaskan bahwa yang setuju jalan melingkar lebih banyak daripada yang menolaknya itu perdebatan yang terjadi saat kami berkunjung di Sunrise Penida Hill. kita sudahi saja perdebatan antara wakil masyarakat dengan pimpinan desa ini, dan lanjut ke cerita selanjutnya tentang tempat kita menginap bila kita menginap di Sunrise Penida Hill kita bisa menikmati pemandangan terbitnya matahari secara indah berbeda dengan tetangganya di Sundi Ocean Bungalow kita bisa menikmati sunset atau terbenamnya matahari, dikedua tempat yang berdekatan ini hanya dengan berjalan kaki kita dapat menikmati sunrise sekaligus sunset sungguh unik bukan? yang kedua tempat ini dikelola dibawah manajemen dari Wizzela management.

Sambil menikmati sunset kita berbincang lagi dengan pak Parwata pemilik Sundi Ocean Bungalow, dengan gaya khas seorang tukang kayu dia menceritakan bagaimana dia mendirikan sendiri bangunan bungalow miliknya dengan pelajaran dari investor yang telah dulu menyewa sebagian tanahnya dengan cukup lama, dengan lirikan dan keahlian dirinya jadilah impiannya memiliki bungalow sendiri, dengan hiasan patung - patung hasil tangannya sendiri dan hiasan perahu layar mini pemenang nomer 1 dari lomba di acara Nusa Penida Festival, yang beliau pajang menghiasi setiap kamar bungalownya, unik gelitikku, beliau pun menceritakan kayu yang didapat juga hasil menebang sendiri dihutan sekitar miliknya, dan juga banyak bercerita nikmatnya memiliki bungalow daripada menjadi petani rumput laut yang menjadi primadona masalalu yang tak seberapa tak lagi menarik hatinya untuk menekuni bisnis itu yang dikatakan penghasilannya sekarang puluhan juta dari kantong - kantong wisatawan yang berkunjung ditempatnya itu.

Ini juga tidak dipungkiri berkat kerja keras manajemen mereka dalam menangani atau melayani tamu yang berkunjung, dan tidak cukup sampai disitu tamu yang akrab disana pun merasa puas dan kami menguping ada juga yang berjanji memberikan donasi kepada salah satu tamu lokal penyayang anjing asal sumatera yang telah bersama di Bali dengan salah satu wartawan yang berprofesi sebagai healing terapi yang juga profesi ini ikut menarik wisatawan asing untuk mencoba pengobatan herbal semacam ini di Bali. Bali dengan diumpamakan sebagai induk ayam dengan 2 telur nya yaitu Nusa Penida dan Nusa lembongan bersama-sama membuat dunia melihatnya sebagai kesatuan yang utuh bersinergi membanggakan Indonesia sebagai salah satu tujuan favorite mancanegara.
(Ray)

Post a Comment

0 Comments