Hari Jadi Wajo Ke 620, BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Santunan

WAJO, PANTAU TERKINI- Puncak peringatan hari jadi Wajo ke 620, BPJS Ketenagakerjaan salurkan santunan kepada penerima manfaat , untuk tiga orang . Jumat, 29 Maret 2019

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sengkang Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan( Sulsel) Firdaus , kepada media ini saat dikonfirmasi membenarkan ada dua ahli waris dan satu orang yang menerima santunan dari BPJS Ketenagakerjaan.

Berikut  penerima santunan adalah , Yusfardiyanto, no KPJ.18052973658, bekerja di perusahaan Frisian Flag Indonesia, dan yang menerima adalah ahli warisnya bernama Faridah , alamat Jl. Sawerigading Tempe,  ikut kepesertaan mulai Juni sampai Oktober 2018, dengan rincian santunan. Kecelakaan Kerja(JKK). Rp.261.600.000, pemakaman Rp. 3.000.000, Jaminan Hari Tua( JHT) Rp.1.177.590, dengan total keseluruhan Rp. 265. 777.590

Penerima kedua adalah Andi Faisal  nomor peserta BPJS Tenaga Kerja. 03JP 0389766, bekerja di Bank BRI , dan ahli waris Andi Afrianti  , alamat Jl. Bau Baharuddin Tempe , Sengkang. Kepesertaan mulai Oktober 2003 sampai 2019, dengan menerima santunan kematian, Rp. 16. 200.000, biaya pemakaman Rp. 3.000.000, santunan berkala. Rp.4.800.000, beasiswa Rp.12.000.000, JHT. Rp 75.620.160, JP. Rp.590.960,  dengan total. Rp.112.211.120( seratus dua belas juta dua ratus sebelas ribu aeratus dua Puluh rupiah.

Penerima ketiga bernama Andi Pajoppai dengan nomor peserta KPJ 13000549629 , kepesertaan mulai Januari 2003 sampai Desember 2018, alamat Jl. Lembu Sengkang, dengan menerima santunan Jaminan Hari Tua( JHT) sebesar Rp.51.988.640( lima puluh satu juta sembilan ratus delapan puluh delapan ribu enam ratus empat puluh rupiah, terangnya

 
"Harapan kami kedepan, kiranya semua pengusaha yang ada di Kabupaten Wajo dapat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, karena rata- rata pengusaha di Kabupaten Wajo jika mendaftarkan tenaga kerjanya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan menjadi beban bagi pengusaha, padahal jika mendaftar bisa sebenarnya membantu pengusaha  untuk meringankan jika tenaga kerjanya ada  yang  beresiko kecelakaan, meninggal dan jaminan hari tua atau pensiun," kata Firdaus



Tambah Firdaus bahwa, merupakan kewajiban untu para pengusaha untuk mendaftarkan tenaga kerjanya, sebagaimana diamanatkan oleh UU No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, tutupnya

Laporan: Muhlis


Share this:

 
Copyright © PANTAU TERKINI. Designed by OddThemes