Breaking News

recent

6 Mobil Dum Truck Digiring Oleh Petugas Dishub Dan Satpol PP Ke Kantor Satlantas Polresta Tangerang


PANTAUTERKINI.CO.ID Kabupaten Tangerang, Kerja keras petugas Dishub dan Satpol pp 
membuah hasil, dengan penangkapan 6 mobil pengangkut tanah merah dari Maja, Kabupaten lebak ingin menuju ke pantai dadap yang melintasi jalan solear - cikupa,Kabupaten tangerang,pada hari Rabu 13/03/2019 jam 19:00 wib.
Hasil Penangkapan 6 Mobil Dum Truck tersebut lalu digiring ke Satuan polisi lalu lintas polresta tangerang Oleh Dishub dan Satpol PP, karna bukan hanya melanggar PERBUP No 47 tahun 2018, namun setelah di adakan pemeriksaan oleh Anggota satlantas polresta tangerang ke 6 sopir tersebut tidak mengantongi surat surat berkendara seperti STNK dan SIM, dan Buku KIR yang akhirnya ke enam sopir tersebut di tilang sesuai aturan yang berlaku.

Keterangan dari petugas dishub saat di wawancara oleh awak media menjelaskan, “Kendaraan tersebut membawa tanah merah dari maja kabupaten lebak menuju Pantai Dadap yang akan melintas di wilayah kabupaten tangerang, para awak sopir ini telah melanggar PERBUP no 47 tahun 2018, mobil yang bertonase berat di larang melintas di bawah jam yang telah di tentukan yaitu jam 22:00 wib sampai jam 05:00 wib kemudian kelengkapan surat surat kendaraanya NOL besar, sama sekali tidak membawa surat apapun, baik kendaraanya begitu juga awak angkutanya, adapun sangsi yang di berikan, kita kembalikan kepada aturan yang ada, yaitu undang – undang no 22 tahun 2009 tentang DLLAJ jelas ada fasal 287.

Adapun komentar dari Dari pihak satpol PP pun menambahkan, “Kami dari Satpol PP ikut mengamankan juga mobil yang bertonase berat yang melintas di jalan kabupaten tangerang, dan sudah jelas bpk Bupati telah mengintruksikan bagi truk-truk yang melintas sebelum jam 22:00 ke atas itu harus di berikan sangsi yang bersangkutan pemilik tranportasi harus bisa mematuhi dan memahami PERBUP No 47 th 2018, supaya di indahkan.

Munurut Bripka Sudarna Anggota Kepolisian lalu lintas polresta tangerang, menjelaskan pada awak media, ” Terkait penahanan ke 6 unit mobil dum truck penganggut tanah merah, karna melanggar ijin lalu lintas sebagai mana yang di atur oleh PERBUP No 47 tahun 2018. tentang larangan melintas mobil yang bertonase berat, di wilayah kabupaten tangerang, yaitu jam 22:00 wib : 05:00 wib, sementara ke 6 mobil tersebut keluar atau melintas di bawah jam yang telah di tentukan.

“Kalau untuk atensi pimpinan kita cuma bertugas untuk menilang, Undang undang perbup no 47 tahun 2018 jam yang telah di tentuka yaitu jam 22:00 – 05:00 wib, sedangkan sebelum jam operasional yang di tentukan mereka sudah melintas atau beroperasi, apa lagi saat di berhentikan surat suratnya tidak ada, ya.. mau tidak mau.. harus di tilang di tempat dan di amankan kendaraanya, adapun sangsi yang di berikan adalah surat tilang, dan apa bila malam ini bisa membuktikan surat suratnya sesuai data yang ada unit bisa keluar, kami hanya mengamankan yunitnya, karna tidak di lengkapi data dokumen yang jelas awal mulanya sih melanggar PERBUP No 47 tahun 2018" tegasnya.

Pernyataan ( jk ), sopir, tadinya sudah nahan gk mau jalan namun kata pengurus tetap di perintah untuk jalan, yang akhirnya jk, rd, wh, dan tiga teman lainya terjaring penertiban, dan melanggar Perbup no 47 th 2018. (Nurita)

No comments