Tolak Valentine Days Selamatkan Generasi

Renungan | Pantau Terkini |Perzinaan, baik yang dilakukan dengan alasan ‘kasih sayang’ di hari Valentine maupun dilakukan dengan alasan ekonomi, disamping akan mencelakakan di akhirat, di duniapun bisa membuat celaka. Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jawa Tengah (Jateng) memperkirakan sekitar 27.000 pelajar di Jateng terindikasi mengidap HIV/AIDS (Solopos.com, 29/11/18). Sementara di Banjarbaru, KPA Kota Banjarbaru menyebut setiap pekan, satu orang terjangkit HIV/AIDS di Kota Banjarbaru, itu hanya yang terdeteksi KPA (banjarbaruklik.com, 12/8/17).

Keselamatan yang sebenarnya adalah selamat di akhirat kelak, kecelakaan yang hakiki juga celaka di akhirat. Oleh sebab itu kampanye penggunaan kondom, walau mungkin bisa ‘menyelamatkan’ generasi dari AIDS –ini masih diperdebatkan -dan ‘menyelamatkan’ dari Kehamilan yang Tidak Diinginkan (KTD), namun sama sekali tidak akan secara hakiki menyelamatkan generasi, justru sebaliknya akan menjerumuskan mereka ke jurang kecelakaan yang tiada terkira; menjerumuskan mereka ke dalam lubang neraka!.

Islam telah memberikan aturan, yang jika dijalankan dengan baik in syaa Allah akan menyelamatkan generasi, bukan hanya di dunia, namun juga akhirat. Tidak tanggung-tanggung, untuk mengatasi permasalahan ini Islam melibatkan tiga aspek: individu, masyarakat, dan negara.

Kepada individu ditanamkan keyakinan bahwa perzinaan adalah dosa besar. Allah berfirman:

وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلا
“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” ( QS. Al Isra’: 32 ).

Islam juga mengharamkan jalan yang mengantarkan kepada zina, seperti berduaan dengan lawan jenis (khalwat), memandang dengan syahwat, membuka aurat, ikhtilat, dll, baik dengan melakukannya akhirnya terjadi perzinaan ataupun tidak.

Masyarakat juga diminta menjaga lingkungannya supaya tidak terjadi perzinaan dan berbagai kemaksiyatan lainnya. Pengabaian terhadap hal ini di ancam dalam hadits:

إذا ظهر الزنا و الربا في قرية فقد أحلوا بأنفسهم عذاب الله
“Jika telah nampak dengan jelas zina dan riba dalam suatu kampung, maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan adzab Allah atas mereka.” (HR. Al Hakim dalam al Mustadrak).

Adapun dalam level negara, seorang penguasa dituntut untuk menerapkan seluruh hukum syara’, mendidik rakyat agar bertakwa kepada Allah, menjauhkan setiap hal yang bakal merusak akhlak masyarakat, walau hal tersebut hukum asalnya mubah, memudahkan bagi siapa yang mau menikah dan menghukum siapa saja yang membuat pelanggaran, bukan hanya menghukum, namun mempertontonkan hukuman itu di depan masyarakat agar membekas dalam diri masyarakat akan kejinya perbuatan zina. Allah berfirman:

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman.” [QS. An Nûr : 2]

Pintu perzinaan ditutup rapat oleh Islam, sementara pintu pernikahan dibuka lebar bagi siapa yang berazam untuk menikah. Begitu mudahnya menikah, pernah  kepada seorang lelaki yang ingin menikah namun  tidak memiliki harta apapun untuk mahar, bahkan cincin dari besipun dia tidak mampu menyediakan, Rasulullah bertanya:

مَاذَا مَعَكَ مِنْ الْقُرْآنِ
“Apa yang ada padamu dari Al Qur`an.”

Ia berkata,

مَعِي سُورَةُ كَذَا وَسُورَةُ كَذَا عَدَّدَهَا
“Padaku ada  surat demikian dan surat demikian.” Lelaki itu menghitungnya.

Beliau bertanya:

تَقْرَؤُهُنَّ عَنْ ظَهْرِ قَلْبِكَ؟
“Kamu menghafalnya dengan baik?”

laki-laki itu menjawab, “Ya.”

Akhirnya Beliau saw bersabda:

اذْهَبْ فَقَدْ مَلَّكْتُكَهَا بِمَا مَعَكَ مِنْ الْقُرْآنِ
“Pergilah, sesungguhnya aku telah menjadikan wanita tadi milikmu (menikahkanmu dengan wanita itu) dengan (mahar mengajarkan hafalan) al-Qur`an yang ada padamu.” [HR. al-Bukhory].

Demikianlah jika hukum Islam dipergunakan maka menyelamatkan generasi dari perzinaan dan pergaulan bebas bukanlah hal yang amat sulit. Sebaliknya jika Islam diabaikan, syari’ahnya di’kriminalkan’, hal-hal porno, membuka aurat, dan kemolekan tubuh diumbar secara langsung dan lewat berbagai media, pintu pernikahan ditutup bagi yang belum berusia 18 tahun, sementara pintu perzinaan terbuka lebar, maka mengatasi perzinaan akan menjadi hal yang sulit, atau bisa dikatakan mustahil. Bagaimana tidak ‘mustahil’, tiap hari ‘dirangsang’ lewat berbagai media, namun tidak diberi ‘jalan keluar’ melainkan dengan pacaran dan perzinaan, jika bukan semata-mata selamat karena penjagaan Allah, siapa yang tahan?.
( Al Ustadz M Taufik NT, Ulama Banjarmasin Kalsel).

Post a Comment

0 Comments