BASARNAS LAMPUNG EVAKUASI 19 JENAZAH KORBAN TSUNAMI

Kantong Jenazah yang dievakuasi tim BASARNAS  


BANDAR - LAMPUNG | PANTAU TERKINI | Badan SAR Nasional (Basarnas) Lampung telah mengevakuasi 19jenazah yang menjadi korban meninggal dunia tsunami Lampung, Sabtu (22/12/2018). 

Jumlah korban meninggal tersebut dievakuasi dari dua desa di Lampung Selatan.
Dari jumlah tersebut, delapan jenazah korban meninggal dunia belum teridentifikasi.
Humas Basarnas Lampung, Deni Kurniawan mengungkapkan, data tersebut per pukul 15.00 WIB pada Minggu (23/12/2018).

Jenazah dievakuasi dari dua desa di Lampung Selatan, yaitu Desa Kunjir dan Desa Cugung.
Berikut, nama-nama korban meninggal dunia tsunami Lampung.

Desa Kunjir:

1. Deni Kurniawan, laki-laki 24 tahun
2. Gadis, perempuan 3 tahun
3. P.sitanggang, laki 63 tahun
2. 2 orang belum   teridentifikasi

Desa Cugung:

1. Putra, laki-laki 8 tahun
2. Sanam, laki-laki 70 tahun
3. Caisa, perempuan 18 tahun
4. Arka, laki-laki 2,5 tahun
5. Sainah, perempuan 60 tahun
6. Rumtah, perempuan 50 tahun
7. Nursiah, perempuan 50 tahun
8. 6 jenazah belum teridentifikasi

Selain korban meninggal, Deni mengatakan, sebanyak 50 orang dilaporkan mengalami luka dan sedang menjalani perawatan di RSUD Bob Bazar Kalianda.

46 Jenazah
Sedikitnya 43 korban ditemukan tewas dalam tsunami Lampung, khususnya di kawasan pesisir Lampung Selatan.

Kamp pengungsian sementara di Bandar Lampung



"Sampai siang ini, dari laporan ada 46 korban meninggal yang ditemukan. Tim masih melakukan pencarian. Kemungkinan ada korban lain yang belum ditemukan," kata Plt Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto, Minggu (23/12/2018).

Selain korban tewas, sejauh ini tercatat 120;orang mengalami luka-luka hingga patah tulang.

Sebagian korban luka dirawat di RSUD Bob Bazar, Kalianda.

Nanang mengatakan, Pemkab Lampung Selatan akan mendirikan posko di Desa Way Muli untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat.

Pemerintah juga akan menyiapkan layanan crisis center di RSUD Bob Bazar, Kalianda.

"Untuk saat ini kita lakukan upaya evakuasi korban dan tangggap bencana," terang Nanang.

Sejauh ini, beberapa daerah paling parah terdampak tsunami berada di Desa Way Muli dan Desa Kunjir.

20 Jenazah Ditemukan
Sebanyak 20 korban tewas dalam tsunami Lampung ditemukan di Desa Way Muli Induk, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Minggu (23/12/2018).

Warga dan tim gabungan masih melakukan pencarian korban lainnya yang mungkin belum ditemukan.
Jenazah korban akan disemayamkan di Masjid Nurul Hidayah.
Rencananya, jasad korban tewas segera dimandikan untuk dimakamkan.
Desa Way Muli menjadi salah satu desa yang paling parah terkena bencana tsunami Lampung.
Bahkan, tidak sedikit rumah warga yang rata dengan tanah.
Sampai siang ini, proses pencarian korban masih dilakukan.
Karena diperkirakan masih banyak korban yang belum ditemukan.

Remaja Hilang
Seorang remaja bernama Sahroni dilaporkan hilang dalam tsunami Lampung yang melanda Kalianda, Lampung Selatan, Sabtu, 22 Desember 2018 sekitar pukul 21.15 WIB.

Teguh (18), warga Merambung Desa Pandan, Kalianda, Lampung Selatan, mengatakan, Sahroni belum ditemukan pasca terjadinya tsunami Lampung di kawasan PPI Bom, Kalianda.

Saat kejadian, Teguh dan Sahroni bermain di tepi Pantai PPI Bom.
Tiba-tiba gelombang tinggi datang.
Teguh dan Sahroni pun berlari untuk menyelamatkan diri.

"Gelombang datang tiga kali. Pertama, merobohkan motor yang kita pakai. Kita kemudian lari. Tapi, gelombang kedua dan ketiga datang," kata Teguh.

Teguh sempat berpegang pada batu saat gelombang datang.
Pasca tsunami, Teguh kehilangan jejak Sahroni.
"Saya nggak tau dia kebawa ombak apa nggak. Tapi, saya masih belum menemukan dia," ujar Teguh.
Tsunami setinggi empat meter menghantam kawasan pesisir Kalianda dan pesisir Rajabasa, Sabtu malam.
Akibatnya, sebagian rumah warga di kawasan pesisir rusak berat.

Warga pesisir pun mengungsi ke rumah kerabatnya yang lebih aman.
Warga masih khawatir gelombang tinggi masih akan menerjang. (Kontributor Redaksi)

No comments