Nasional

Daerah

Hukum

Tipikor

Video News

You are here

UU Cipta Kerja Jadi Harapan Pemulihan Ekonomi Nasional di Tengah Pandemi

 


Jakarta - Indonesia saat ini dihadapkan dengan berbagai masalah perekonomian, apalagi dengan adanya pandemi Covid-19. Presiden Joko Widodo telah menegaskan bahwa kunci pemulihan ekonomi pascapandemi covid-19 adalah investasi. Hal ini tentu harus diiringi dengan adanya regulasi yang mampu memberikan jaminan kemudahan bagi investor untuk menanam modal dan kemudahan bagi para pencari kerja. 


Dekan Fakultas Hukum Universitas Riau, Dr.Firdaus Ismail, SH.MH, mengatakan bahwa sarat utama bagi investasi adalah tersediannya aturan hukum yang memberi jaminan kepastian bagi investor dalam menjalankan usaha dan keamanan investasi mereka di tanah air. 



Sementara, lahirnya UU Cipta Kerja menjadi harapan sekaligus menjadi solusi problematika yang selama ini menjadi hambatan bagi dunia investasi.


“UU Cipta Kerja memberi kepastian hukum bagi investor untuk menanamkan modal di tanah air. Kepastian hukum dibidang perizinan baik dalam segi berapa biaya yang dibutuhkan dan berapa lama waktu yang dibutuhkan dalam mendapatkan perizinan usaha,” ujarnya Kamis (18/3).


Menurut Dr. Firdaus, UU Cipta Kerja mampu memberikan perlindungan usaha bagi investor untuk menjalannkan usahannya di Indonesia. Termasuk juga menciptakan hubungan yang seimbang antara tenaga kerja dan pelaku usaha. UU Cipta Kerja juga mampu menjawab problem yang selama ini menghambat bagi investasi salah satunya birokrasi yang sangat sektoral.


“Lahirnya UU Cipta Kerja diharapkan dapat meningkatkan investasi dan mendorong dunia usah terus berkembang sehingga dapat berkontribusi besar dalam percepatan pemulihan ekonomi di Indonesia,” pungkasnya.


Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, peningkatan iklim bisnis dan investasi Indonesia adalah suatu keharusan untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional. Untuk itu, diperlukan koordinasi dan sinergi yang kuat antara Pemerintah dengan seluruh stakeholder.


Pemerintah menargetkan ekonomi Indonesia dapat tumbuh di kisaran 4,5 persen hingga 5,5 persen di tahun 2021, dengan inflasi yang tetap terjaga di kisaran 3 persen.(red/KJ)

Info Pewarta

Editor Penulis ini adalah Kepala Perwakilan Daerah dan Terdaftar sebagai Wartawan Pantauterkini.co.id Silahkan lihat di Box Redaksi " Hubungi Redaksi 088294504822 Jika Ada kesalahan.

No comments:

Labels

Adv Advetorial Artikel Bali Balikpapan Banten Bekasi Bisnis BLT DDm Bojonggede BPN Brebes Budaya Business Cooking Class Covid19 Daerah deliserdang Depok Derap Didik Disdukcapil DPRD Sumut Ekonomi fe fea feat Featured Festival Food Hiburan Hukum ibadah Investigasi Irian Jaya Jabar Jabotabek Jakarta jakarta utara Jateng Jatim Jawa Barat Jawa Tengah kabupaten Mandailing Natal Kabupaten Tangerang Kalimantan kapolri Kebersihan kejati sumut Kemanusiaan Kemenag Kemendes Kesehatan Kriminal labuhanbatu Lampung langkat lebak madiun makasar Maluku Medan Music Musirawas Narkoba Nasional Nature nias NTT obat Opini Pelalawan pelayanan Pemalang Pembangunan Pemkot depok Pemuda pendidikan penyandangdisabilitas penyidik Perbankan Peristiwa Perusahaan listrik negara Pidana pilkada Pilpres pkk pln pm malaysia Pmi PN Denpasar polda bali polda banten polda jakarta polda jateng polda sumut politik polresta tangerang polri ponorogo ppwi Presiden prestasi pristiwa purwakarta RAPP redaksi Rei renungan Riau rizal efendy Sampah sampah depok samsat depok satlantas polres asahan semarang serang serbada Sertijab Siak Sidoarjo sijunjung Singkawang siswa Slawi SMSI solo soroako sosial sosialisasi Sports suhu Andy mulyono sukabumi sulawesi Sumatera_Utara Sumsel Surakarta Susanto tamanlalulintas tanah Karo tangerang tanggerang tangsel Tatung Technologi tegal Tegal Raya Tipikor Tips tmmd tni tni brebes tni depok fokus TNI Sumut tokoh tokohpemudaaceh Travel Ucapan Universitas Indonesia Video Wajo wakapolri walikota depok Warga Wartawan Wisata

Total Pageviews

Ucapan














Followers