Nasional

Daerah

Hukum

Tipikor

Video News

You are here
, Unlabelled

Oknum Pendamping diduga “Pungli” Duit PKH


Sukabumi, Pantau Terkini.co.id Pemerintah kucurkan bantuan sosial bersyarat untuk keluarga miskin melalui Program Keluarga Harapan (PKH) Kementrian Sosial, salah satu tujuan dari PKH adalah untuk meningkatkan kesejahtraan dari kelompok masyarakat paling miskin.

Sejumlah  133 Kepala Keluarga Desa Tarisi Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, telah terdaftar dan layak mendapatkan bantuan sosial melalui Program Keluarga Harapan (PKH).


Salah satu warga miskin yang tinggal di Kampung Pasir Bogor Rt 03/02 Desa Tarisi, selaku Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH yang tidak mau disebut namanya, kepada Pantau Terkini.co.id menjelaskan, “Saya mendapat alokasi dana bantuan PKH untuk anak saya yang masih duduk dibangku SD dan SLTP senilai Rp 500.000,- per tiga bulan,


Pada bulan November 2020 saya mencairkan dana tersebut senilai Rp 500.000,- uang yang telah saya terima diminta oleh Ibu Eni (Ketua Kelompok PKH) senilai Rp 20.000,-


Pada saat Ketua Kelompok PKH Ibu Lesti, kami diminta senilai Rp 50.000,- per KPM, dan kami protes karena pungutannya terlalu besar, sekarang Ibu Lesti diganti oleh Ibu Eni, jadi pungutannya senilai Rp 20.000,- per KPM,”Jelasnya


Kepala Desa Tarisi (H. Mathalim) menduga, “Perbuatan Ketua Kelompok tersebut diduga atas instuksi dari Pendamping PKH Kecamatan, sebab tidak mungkin berani Ketua Kelompok memungut uang dari KPM PKH tanpa instruksi dari Pendamping,”Imbuhnya


Ibu Eni (Ketua Kelompok PKH) ketika ditanya terkait pungutan, dia menjelaskan, “Itu hanya seikhlasnya saja dan KPM memberikan uang tersebut sebagai tanda terima kasih karena keluarganya didaftarkan menjadi penerima PKH, kami sering diingatkan oleh Ibu Ima selaku pendamping, dia bilang “Jangan ada pungutan apapun dari KPM,”


Tapi kami suka dikasih sama ibu-ibu penerima PKH senilai Rp 20.000,- per KPM, hal itu diketahui Ibu Ima selaku Pendamping, Ibu Ima bilang “jangan kita yang nentukan besarannya, tapi kalo dia ngasih seikhlasnya kita terima,”Jelasnya


“Selama saya kerja di PKH, Alhamdulillah saya tidak pernah nyuruh kepada KPM untuk ngasih kepada ketua kelompok,  

Pernah terjadi pungutan Rp 50.000,- per KPM yang dilakukan Ketua Kelompok (Ibu. Lesti),


Atas perbuatan tersebut saya mengadu kepada Kepala Desa bahwa saya tidak pernah menyuruh ketua kelompok siapapun untuk memungut uang dari KPM PKH dan Ibu Lesti mengakui kesalahannya sampai dia pergi dari Desa Tarisi karena malu atas perbuatannya,”Demikian disampaikan Ibu Ima (Pendamping PKH) ketika ditemui di Rumahnya seraya menjelaskan, “Saya sering bilang ke Ketua Kelompok jangan ada pungutan, Ketua Kelompok bilang saya tidak pernah mungut kata mereka,”Pungkasnya (Red**)

Kantor Berita Online Dan Majalah

Editor Penulis ini adalah Kepala Perwakilan Daerah dan Terdaftar sebagai Wartawan Pantauterkini.co.id Silahkan lihat di Box Redaksi " Hubungi Redaksi 088294504822 Jika Ada kesalahan.

No comments:

Total Pageviews

Followers