Nasional

Daerah

Hukum

Tipikor

Video News

You are here
, Unlabelled

Dana P2WKSS Diduga dikorupsi

 

Sukabumi Pantau Terkini.co.id Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS), tahun anggaran 2020 menyelenggarakan kegiatan di Desa Limus Nunggal Kecamatan Bantargadung Kabupaten Sukabumi Jawa Barat,

Kegiatan tersebut berdasarkan hasil survey Forum Silaturahmi Kabupaten Sukabumi Sehat (FSKSS)  yang dipimpin oleh Dra. Hj. Yani Jatnika Marwan Hamami M.Pd. dengan merekomendasikan ke Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Dinas Perkim) untuk melaksanakan kegiatan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sebanyak 40 Rumah dan dua titik pembuatan sumur BOR.

Data yang berhasil dihimpun Pantau Terkini.co.id kegiatan tersebut khususnya pembangunan Rutilahu meninggalkan luka yang cukup dalam bagi masyarakat penerima program tersebut, pasalnya sejumlah warga kecewa karena biaya yang diberikan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Anggaran rutilahu sebesar Rp.10.000.000,- Perunit,  dengan rincian Rp.9.200.000,- untuk bahan bangunan,  Rp.560.000,- upah kerja dan Rp.240.000,- untuk administrasi.

Beberapa warga menjelaskan kepada Pantau Terkini.co.id Pak Parta, dia hanya menerima bahan bangunan dan upah kerja dengan total diterima lebih kurang 6 jutaan, Pak Deden yang tinggal di daerah Kebon Jeruk Rw 03 dia hanya menerima Bahan Bangunan dan Upah Kerja lebih kurang sebesar Rp. 5.400.000,- Sdr Aos Alamat Kp. jenjeng Rt05/02 hanya menerima bahan bangunan dan upah kerja lebih kurang Rp.3.000.000,- Pak Usup yang tinggal di Kebon Jenjeng rumahnya dibongkar tapi tidak selesai dibangun dikarenakan  bahan bangunan dan upah kerja tidak  cukup, dana yg diterima kurang lebih Rp. 5.381.000,-.dan keterangan Ibu Ojah Alamat Rt 02/03 rumahnya dibongkar tapi sampai saat ini belum selesai.”Jelasnya

“Ma Aat seorang jompo yang hidupnya sebatang kara sampai saat ini rumahnya tidak selesai dibangun karena biaya yang diterima hanya 5 jutaan untuk material dan ongkos kerja,” demikian disampaikan Ketua RT 04/03, seraya menambahkan, “Kami berharap aparat Pemerintah dapat menyelesaikan rumah tersebut demi kenyamanan warga kami,” Imbuhnya

Eldi dengan lugas dia menjelaskan, “Saya hanya menerima Besi 19 Batang, Hebel 4 meterkubik, semen SCG 10 zak, Tiang Kayu 16 batang, Lem Hebel 4 zak, Pintu 3 lobang, Asbes 80x240cm 19 lembar, Paku 10cm 3 Kg dan Upah 1 juta rupiah, diperkirakan total semuanya senilai Rp 6.500.000,-“Jelasnya

Asep (Sekretaris Desa Limus Nunggal) ketika ditanya terkait pembangunan Rutilahu dan Sumur Bor, dia menjelaskan, “Rutilahu sebanyak 40 rumah, 37 rumah masuk Program P2WKSS dan 3 rumah reguler dengan anggaran Rp 10.000.000,- per rumah, dana tersebut di Transfer dari Dinas Perkim kepada Toko Matrial “Bukit Mas” (Cecep) di Kampung Pasapen Rt 06/06 Desa Bantar Gadung, dan mengenai Sumur Bor, itu dikerjakan oleh CV, dengan nilai kontrak 98 juta, yang di Kampung Kebon Jenjeng sampai saat ini belum berfungsi karena rusak, dan yang berlokasi di Kampung Kebon Kelapa sampai saat ini belum selesai,”Pungkasnya

Ketua LSM Peduli Lingkungan yang tidak mau disebut namanya berpendapat, “Kalo kondisi kegiatan Program P2WKSS dilaksanakan seperti itu, patut diduga bahwa dana Program tersebut dikorupsi,

Program P2WKSS yang merupakan Program unggulan Kabupaten Sukabumi, kondisi saat ini menyusahkan masyarakat miskin, atas daras itu aparat penegak hukum Kepolisian dan atau Kejaksaan diharap segera bertindak,”Tegasnya (Red*)

Kantor Berita Online Dan Majalah

Editor Penulis ini adalah Kepala Perwakilan Daerah dan Terdaftar sebagai Wartawan Pantauterkini.co.id Silahkan lihat di Box Redaksi " Hubungi Redaksi 088294504822 Jika Ada kesalahan.

No comments:

Total Pageviews

Followers