Nasional

Daerah

Hukum

Tipikor

Video News

You are here
, Unlabelled

Oknum Pendamping PKH diduga menggasak Uang Fakir Miskin

 


Sukabumi Pantau Terkini.co.id, Program Keluarga Harapan (PKH) yang digulirkan Pemerintah bertujuan memutus mata rantai kemiskinan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia, Pemerintah memberikan bantuan tunai bersyarat  melalui Bank Himbara untuk keluarga sangat miskin.

Warga Desa Pasirhalang Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi Jawa Barat yang menerima Program PKH belakangan ini mengeluh, pasalnya Kartu PKH yang dia miliki ditarik oleh Pendamping PKH dengan berbagai alasan, sehingga mereka tidak lagi dapat mencairkan dana PKH tersebut.

Mimin (red*) kepada Pantau Terkini.co.id menuturkan, “Dana tunai PKH yang diterimanya dihentikan oleh Pendamping, dengan alasan kami memiliki sepeda motor, kata Pendamping, “yang memiliki speda motor tidak harus dibantu dengan Program PKH,” padahal motor tersebut dapat kredit untuk kegiatan suami saya sebagai tukang ojek, dana tunai PKH tersebut kami terima terakhir pada bulan Mei senilair Rp.200.000,-. setelah itu kartu PHK nya diambil oleh  Pendamping.

Selang beberapa bulan saya diberi tahu oleh rekan-rekan penerima PKH, bahwa dana PKH saya masih aktif dan dapat dicairkan, karena kartu PKH milik saya sudah diambil Pendamping, maka saya langsung datang ke Bank BNI untuk menanyakan, apakah dana PKH milik saya masih ada atau tidak, dan pihak BNI memberikan rekening koran sebagai catatan keluar masuknya dana PKH tersebut,

Tanggal 23-06-2020 senilai  Rp.200.000,- dan pada tanggal 17-09-2020 senilai Rp.500.000,- sudah ditarik tunai tanpa sepengetahuan saya, karena kartu PKH ada ditangan Pendamping,”Tuturnya

Hal  serupa disebutkan  Hindun (red*) selaku penerima PKH, dia menjelaskan, “Kartu PKH milik saya sampai saat ini ada ditangan Pendamping dan  hampir seluruh penerima PKH Desa Pasirhalang kartunya dipegang Pendamping.”Jelasnya

Ijem (red*) sebagai peserta PKH yang sekarang sudah dihentikan oleh Pendamping  menjelaskan, “Pada tahun 2019 saya pernah mencairkan dana tunai PKH miliknya sebesar Rp.1.500.000,-  pada waktu mengambil dana tersebut didampingi oleh menantu dari sdri Inayah (Pendamping),  sesampai di rumah sdri Inayah, dana tersebut  diambil  oleh pendamping senilai Rp 900.000,- dengan mengatakan jatah kamu hanya Rp.600.000,- dan sisanya sebesar Rp.900.000,- itu uang lebih kata sdr Inayah (Pendamping),”Jelasnya.

Inayah (Pendamping PKH) melalui tilpon seluler dia mengatakan, “Saya tidak pernah menarik Kartu ATM PKH, mungkin ada yang mengatas namakan saya, takutnya ada ketua kelompok yang nakal, sebab kelompok yang saya dampingi ada 16 kelompok diduga mungkin mereka memanfaatkan nama saya, saya tidak pernah mengambil kartu karena saya tahu resikonya,”Jelasnya

Melalui Tilpon Seluler, Koordinator PKH Kabupaten Sukabumi yang tidak mau disebut namanya menjelaskan,”Kami akan mengambil sikap dengan memanggil Pendamping yang bermasalah, karena perbuatan Pendamping tersebut diduga telah menyalahi aturan yang telah diterbitkan oleh Kementrian Sosial,”Tegasnya (red*)

Kantor Berita Online Dan Majalah

Editor Penulis ini adalah Kepala Perwakilan Daerah dan Terdaftar sebagai Wartawan Pantauterkini.co.id Silahkan lihat di Box Redaksi " Hubungi Redaksi 088294504822 Jika Ada kesalahan.

No comments:

Total Pageviews

Followers