Oknum Kepala Desa Di Kecamatan Cisolok Diduga gasak dana PISEW - PANTAU TERKINI

Breaking

PANTAU TERKINI

Berani - Tegas - Transparans

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Saturday, November 07, 2020

Oknum Kepala Desa Di Kecamatan Cisolok Diduga gasak dana PISEW

 

Ketua BKAD Kecamatan Cisolok

Sukabumi Pantau Terkini.co.id  Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi  Jawa Barat tahun anggaran 2020 mendapat alokasi dana PISEW (Pengembangan  Insfrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah) dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) senilai 600 juta rupiah, dana tersebut dialokasikan untuk tiga desa (Cikahuripan, Gunung Tanjung dan Pasir Baru),


Untuk mengelola dana tersebut Kepala Desa menunjuk BKAD (Badan Kerjasama Antar Desa) Ketua Asep dari Desa Cikahuripan, Sekretaris Aris dari Desa Pasir Baru dan Bendahara Sompana dari Desa Gunung Tanjung.


Data yang berhasil dihimpun Pantau Terkini.co.id Pekerjaan PISEW di Desa Pasir Baru berupa Talud diborongkan kepada Iwan senilai 120 juta rupiah dari rencana anggaran 186 juta rupiah.   


Edi (Pemborong)  kepada Pantau Terkini.co.id menjelaskan, “Pekerjaan PISEW di Desa Cikahuripan diborongkan kepada saya senilai 145 juta rupiah  dari anggaran 214 Juta rupiah untuk pengaspalan jalan (lapen) sepanjang  1 Km, dan pekerjaan tersebut telah selesai kami kerjakan,”pungkasnya


Hal serupa dijelaskan oleh Elong (Pemborong), “Saya memborong Pekerjaan PISEW,  Pengaspalan jalan (lapen) sepanjang 700 meter lebar 2 meter yang berlokasi di Desa Gunung Tanjung senilai 110 juta rupiah dari anggaran 170 juta rupiah, pekerjaan sudah selesai dan telah dibayar sesuai kesepakatan,”Jelasnya


“8 Agustus 2020 saya beserta bendahara mencairkan dana PISEW termin I senilai 240 juta rupiah di Bank BRI Pelabuhanratu, kemudian dana tersebut dibawa ke rumah makan Arya di Cisolok dan ditempat tersebut sudah ditunggu oleh 3 kepala Desa yaitu kades Cikahurpan (Heri Suryana) yang akrab disapa Midun, kades Gunung Tanjung (Syahrudin) dan kades Pasir Baru (Hidayah),


Pada saat itu saya dengan bendahara hanya mengambil dana operasional senilai 10 juta rupiah  dan sisanya sebesar 230 juta rupiah diambil kades Cikahuripan untuk dibagikan ke kades Pasir Baru dan Kades Gunung Tanjung, saya tidak mengetahui berapa dana yang dibagikan kepada masing-masing kades tersebut.


Selanjutnya termin II pada tanggal 28 Agustus 2020 dana dicairkan kembali senilai 180 juta rupiah kemudian setelah dicairkan dana tersebut dibawa kembali ke rumah makan Arya dan dana tersebut diminta oleh kades Cikahuripan sebesar 160 juta rupiah untuk dibagikan ke kades Pasir Baru dan kades Gunung Tanjung dan sisanya 20 juta rupiah saya pake untuk dana operasional,


Dan senilai 180 juta rupiah dicaikan termin ke III,” Demikian disampaikan Asep selaku Ketua BKAD, seraya menambahkan saya diangkat sebagai ketua BKAD oleh kades Cikahuripan, dan saya bertindak hanya sebagai pigur, konseptor pelaksanannya adalah dia sendiri (kades Cikahuripan), hal tersebut dibenarkan oleh Kasi Sarana Prasarana (Sarpras) Kecamatan Cisolok (Dani),


Dan pada saat membuat Surat Keputusan (SK) pengangkatan BKAD, Camat Cisolok (Kurnia) tidak setuju Asep sebagai ketua BKAD, karena ada tekanan-tekanan politis maka Camat terpaksa tanda tangani SK tersebut.


LSM IPK (Hasan) kepada Pantau Terkini.co.id berpendapat, “Perencanaan pembangunan pada kegiatan PISEW diduga dimark up oleh oknum Kepala Desa, seperti Desa Pasir Baru dianggarkan senilai 186 juta rupiah diborongkan 120 juta rupiah sisa 66 juta rupiah harus dipertanyakan digunakan untuk apa sisa dana tersebut,

 

Desa Cikahuripan anggaran sebesar 214 juta rupiah ternyata selesai dengan diborongkan senilai 145 juta rupiah, dan sisa anggaran senilai 69 juta rupiah patut dipertanyakan kemana dana tersebut mengalir,

 

Kemudian dana anggaran untuk Desa Gunung Tanjung sebesar 170 juta rupiah diborongkan senilai 110 juta rupiah sisanya  60 juta rupiah patut dipertanyakan,

 

Atas dasar itu, LSM-IPK (Investigasi Pemberantasan Korupsi) berharap harus dilakukan penegakan hukum untuk pengamanan uang negara tanpa merugikan pihak ketiga yang mengerjakan Proyek PISEW tersebut.”Pungkasnya (red*)


No comments: