Pamsimas Kecamatan Sukaraja diduga dimarkup - PANTAU TERKINI

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Friday, October 02, 2020

Pamsimas Kecamatan Sukaraja diduga dimarkup


Sukabumi Pantau Terkini.co.id Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi Jawa Barat mendapat bantuan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) pada tahun 2020 sebanyak lima Desa (Desa Sukamekar, Pasir Halang, Sukaraja, Selawangi dan Desa Selaawi).

Ade (40) selaku Ketua Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dan Cacid (50) selaku Satuan Pelaksana (Satlak), ketika ditemui Pantau Terkini.co.id menjelaskan “Pengadaan pipa air dilakukan pelelangan oleh tim pengadaan yang sudah dibentuk oleh BKM Desa Sukamekar dan pengadaan tersebut sesuai keputusan Panitia Lelang,”Jelasnya


“Saya diangkat secara lisan oleh Ibu Erfina selaku Fasilitator Kapespam (Kelompok Pengelola Sarana Air Minum Dan Sanitasi) Tanpa SK (Surat Keputusan), menjadi Panitia Lelang, kemudian sekitar bulan mei 2020 saya menunggu proposal penawaran yang masuk  dengan tidak pernah mengumukan lelang sebelumnya,


Kata tim teknis, tunggu saja nanti ada yang datang menawarkan pipa paralon dan terima saja berkasnya pilih harga penawaran yang terendah,


Kemudian datanglah tiga perusahaan menemui saya, CV. Srikandi, CV. Angkasa pura cargo dan perusahaan yang satu lagi saya lupa, sekarang berkas lelang sudah diambil oleh Ibu Erfina (fasilitator),


Karena penawaran terendah CV.Srikandi, maka CV.Sirkandi yang dimenangkan dalam lelang tersebut, ”Demikian disampaikan Paniyia Lelang Sudirwan (50), seraya menjelaskan, “CV tersebut mengirim barang berupa 300 batang pipa dengan ukuran 1 inc, 2 inc, 3 inc merek Unilon seharga 137 juta rupiah,”Terangnya


H. Dudu (warga Desa Sukamekar) kepada Pantau Terkini.co.id mengeluh, “Saya mencoba mendaftarkan diri sebagai peserta lelang, tetapi saya ditolak oleh Panitia Lelang Pamsimas, dengan dalih atas arahan tim teknis tidak bisa menerima permohonan saya,


Setelah lelang berjalan saya melihat pemenang lelang mengirim barang berupa pipa paralon merek Unilon, sepengetahuan saya harga pipa tersebut jauh dibawah harga pipa merek  Wavin atau Rucika, tetapi saya menduga  CV tersebut menjual Pipa tersebut seharga Wavin atau Rucika,”Keluhnya


Lain halnya dengan Desa Pasir Halang,  Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) atau Satlak (Ade Sadili), ia menjelaskan, “Ketua BKM dijabat oleh Kepala Desa (Yusuf Purnama),


Anggaran Pamsimas diambil dari Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) senilai 240 juta rupiah, ditambah Dana Desa senilai 52 juta rupiah dan swadaya masyarakat senilai 2 juta rupiah.


BKM tidak membentuk Panitia Lelang untuk pengadaan barang dan jasa,  tiba-tiba kami dikirim Pipa Paralon oleh CV. Dewana,”Terangnya


Hal serupa dialami Satlak Desa Sukaraja yang tidak mau disebut namanya, dia menerangkan, “Anggaran Pamsimas Desa Sukaraja diambil dari dana BLM senilai 213.8 juta rupiah, dan saya selaku Satlak tidak pernah tahu tentang lelang pengadaan barang dan jasa, kami hanya dikirimin pipa merek Paralon warna hitam oleh CV. Kinara ,”Terangnya


Demikian Juga Pada Saat Pantau Terkini.co.id Menemui  Saepudin (Satlak BKM Desa Selawangi) dia Menerangkan, “Dana Pamsimas  Desa Selawangi senilai 260 juta rupiah bersumber dari APBN,


Ditambah swadaya masyarakat sekitar 10% dan dana pendamping dari Desa senilai 36 juta rupiah, dana pendamping tersebut kalau sudah cair dari desa akan dipakai untuk sambungan kerumah warga.


Untuk membelanjakan dana tersebut  BKM tidak membentuk Panitia lelang, kami hanya menerima barang barang berupa pipa  merek Paralon yang dikirim oleh CV.Kinara,”Terangnya

Melalui Tilpon Seluler Nurwanda BKM Desa Selaawi Ketika ditanya tentang pengadaan barang dan jasa pada Program Pamsimas, dengan singkat ia menjelaskan, “Pengadaan Pipa Untuk Pamsimas di desa kami,  dikirim Oleh CV. Marisa.”Tegasnya


LSM Investigasi Pemberantasan Korupsi (Hasan) berpendapat, “Diduga Pelaksanaan Pembangunan Pamsimas syarat dengan Markup, karena  melenceng dari Petunjuk Teknis (Juknis) Pengadaan barang dan jasa tingkat masyarakat,


Dasar hukum dan referensi utama adalah Perpres Nomor 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa Pemerintah. yang telah dirubah terakhir kali dengan Perpres Nomor 4 tahun 2015 tentang perubahaan ke 4 atas Perpres Nomor 54 tahun 2010. dan buku pedoman umum penyaluran bantuan pemerintah dalam program Pamsimas edisi 2016 dan program Pamsimas tingkat masyarakat tahun 2016.

Prinsip dasar pengadaan terbuka, dokumentasi yang tertulis lengkap memungkinkan semua pihak terutama warga masyarakat untuk mengetahui proses pengadaan secara rinci serta dapat diikuti oleh semua pihak.

Pembentukan tim pengadaan adalah dilakukan oleh BKM atau KKM dan satlak dan tidak dapat diintervensi siapapun.

Tetapi pada kenyataannya BKM, KKM dan Satlak Desa Pasir Halang, Desa Selawangi, Desa Selaawi dan Desa Sukaraja, tidak pernah menunjuk tim pengadaan artinya yang mengadakan pengadaan adalah Fasilitator Pamsimas.

Dalam hal ini kami berharap aparat penegak hukum Kepolisisn dan Kejaksaan segera bertindak demi tegaknya hukum dibumi pertiwi ini,”Tegasnya (red*)

No comments:

Post Top Ad

Responsive Ads Here