Oknum Camat dan Kades diduga telah menggelapkan uang Negara - PANTAU TERKINI

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Thursday, October 08, 2020

Oknum Camat dan Kades diduga telah menggelapkan uang Negara

Poto Mantan Camat (Munawar)

Sukabumi Pantau Terkini.co.id  “Desa Limus Nunggal Kecamatan Bantar Gadung Kabupaten Sukabumi Jawa Barat tahun 2019 menganggarkan untuk penyelesaian pembangunan Kantor Desa dengan anggaran Bantuan Provinsi (Banprop) senilai 127.2 juta rupiah,

Tetapi bangunan tersebut tak kunjung selesai, sehingga warga masyarakat bertanya-tanya, pasalnya untuk menyelesaikan bangunan tersebut paling menghabiskan biaya sekitar 70 jutaan, ini anggaran 127.2  juta bangunan tetap mangkrak, sehingga kami menyimpulkan dana tersebut diduga dikorupsi,”Demikian disampaikan beberapa warga masyarakat kepada Pantau Terkini.co.id

Beberapa orang Staf Desa Limus Nunggal yang tidak mau disebut namanya, ketika ditanya Pantau Terkini.co.id terkait penggunaan anggaran Pada saat dipimpin oleh Kepala Desa Sukardi (2013-2019), mereka menerangkan,

“Ada kegiatan pembangunan sarana air bersih dengan menggunakan dana desa tahun anggaran 2017 senilai Rp. 46.860.000,- yang berlokasi di Kadus II Bojong Soka, sepengetahuan kami pembangunan tersebut hanya menghabiskan biaya senilai 15 juta rupiah (beli pompa air, pemasangan instalasi listrik, pemasangan pipa dan ongkos pembuatan sumur biasa), dan sisa anggaran diduga dipakai oleh kepala desa,

Kemudian pada tahun anggaran tersebut merencanakan kegiatan pelatihan budidaya Ikan Lele dengan anggaran Rp 13.842.000,- dan pelatihan Kelompok Ternak Kambing dengan anggaran Rp 14.342.000,- anggaran habis kegiatan tidak ada alias piktif,

Pada Tahun anggaran 2018 Ada Anggaran Bantuan Provinsi sebesar Rp.115.000.000,- untuk kegiatan Peningkatan Infrastruktur Perdesaan senilai Rp.100.000.000,- anggaran tersebut, kami tidak tahu persis dimana dan kemana anggaran tersenut digunakan,

Pada tahun anggaran 2019  desa kami mendapat bantuan keuangan dari APBD Kabupaten Sukabumi senilai Rp. 87.054.900,- dana tersebut kami tidak tahu kemana digunakannya.

Kemudian pada tahun anggaran 2019 ada anggaran Penerimaan Bantuan Provinsi senilai Rp.99.288.000,-  untuk Pembangunan Rehibilitasi peningkatan sarana dan perasarana Kantor Desa, kami tidak mengetahui anggaran tersebut kemana digunakannya, karena tidak ada perbaikan kantor desa.

Dan pada tahun tersebut ada anggaran penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan Sebesar Rp.230.000.000,-  anggaran tertsebut digunakan untuk pembelian mobil merek Suzuki APV dijadikan mobil Ambulance seharga Rp 185.000.000,- dan sisa anggaran raib entah kemana,”Terangnya

Ketua/Direktur BUMdes Desa Limus Nunggal (Suhendi) ketika ditanya terkait penyertaan modal untuk BUMdes, dia menerangkan, “Pada tahun 2017 kami mendapat penyertaan modal BUMdes dari kepala desa senilai Rp. 90.350.000,- akan tetapi setelah dana kami cairkan Sukardi (mantan Kepala Desa) meminta agar uang tersebut diserahkan kembali kepadanya, dengan berat hati kami serahkan uang tersebut karena dipaksa oleh kepala desa selaku pemegang kebijakan,”Terangnya

Kepala Desa Limus Nunggal periode 2019-2024 (Ruswan) kepada Pantau Terkini.co.id mengeluh, “Saya merasa jengkel dan tidak dihargai oleh mantan kepala desa (Sukardi) dan mantan Camat Bantar Gadung (Munawar) yang baru pensiun, ketika saya sudah dilantik dan resmi menjadi kepala desa, saya mau mencairkan Dana Desa tahap III,

Dana Desa tersebut telah dicairkan oleh mantan kepala desa (Sukardi), katanya atas perintah Camat Bantar Gadung (Munawar), padahal yang berhak mencairkan dana tersebut adalah kepala desa yang depinitif yang telah dilantik, atas dasar itu kami bertanya-tanya "Ada apa mantan Camat Munawar dengan mantan Kades Sukardi ?.”Keluhnya (red*)

No comments:

Post Top Ad

Responsive Ads Here