Oknum Kepala Desa dan Camat Kalibunder diduga Korupsi Dana Desa - PANTAU TERKINI

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Wednesday, September 30, 2020

Oknum Kepala Desa dan Camat Kalibunder diduga Korupsi Dana Desa

 


Sukabumi Pantau Terkini.co.id  Beredar surat yang mengatas namakan warga masyarakat  Desa Kalibunder Kecamatan Kalibunder Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, yang melaporkan tentang adanya dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara berjamaah.

Isi surat tersebut warga masyarakat meminta kepada Bupati Kabupaten Sukabumi untuk menugaskan tim investigasi terkait raibnya Dana Desa senilai 311 juta rupiah, berdasarkan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Kepala Desa Kalibunder Periode (2013-2019) dan PJS Desa Kalibunder  Periode (Juni-Desember 219), diduga korupsi tersebut dilakukan oleh oknum Kepala Desa dan PJS Kepala Desa serta Camat Kalibunder, karena Camat terkesan menutup nutupi penyimpangan Dana Desa tersebut.

Kepala Desa Kalibunder Periode (2019-2024) Dede Adang Rustandi, Kepada Pantau Terkini.co.id menjelaskan, “Permasalahan ini sudah dimusyawarahkan dengan Camat dan Kabid Keuangan Asset Desa DPMPD Kabupaten Sukabumi (Dudung Abdullah SH. MM), dengan kesepakatan akan diselesaikan oleh para pihak yang menggunakan keuangan tersebut,  tetapi hingga saat ini belum diselesaikan, dan kami selaku Kepala Desa yang melanjutkan tidak bertanggung jawab atas raibnya dana tersebut,”Jelasnya

Dede Juanedi (Kaur Keuangan Desa Kalibunder) ditemui di rumahnya menerangkan, “Terjadi kelalaian  dalam pengelolaan keuangan Desa  Kalibunder dengan banyaknya pengeluaran non budgeting/diluar rencana anggaran,  

Seperti Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan, Iuran BPJS Ketenaga Kerjaan Tahap II Sebesar Rp.16.138.000,-, Operasional Rt/Rw Tahap II Rp.29.250.000,- 

Bidang Pembangunan, Insentip Kader Posyandu Tahap II Rp.27.500.000,- Insentip Guru Paud/Guru Ngaji Tahap II Rp.24.400.000,- Pipanisasi Air Bersih Ciseureuh Tahap II Rp.34.975.000,- Drainase Ciseurueuh Tahap II Rp.45.170.000,- Jumlah Keseluruhan Sebesar Rp.128.045.000,-. Anggaran tersebutlah yang tidak dapat dipertanggung jawabkan oleh Kepala Desa (Oyo Kostaman),

Untuk Tahap Ketiga Bidang Pembangunan, Insentip Kader Posyandu sebesar Rp.38.500.000,- Insentip Guru Paud dan Guru Ngaji Tahap III Rp.37.800.000,- 

Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Pengadaan Bibit Buahbuahan Tahap III Rp.15.000.000,- Pengadaan Mesin Penggilingan Padi Tahap III Rp.27.500.000,-

Peningkatan Kapasitas Perangkat Desa Tahap III Rp.8.692.800,- Peningkatan Kapasitas BPD Tahap III Rp.5.000.000,- Keseluruhan Dana Tahap III Sebesar Rp.132.492.800,- tidak dapat dipertanggung jawabkan oleh PJS Desa Kalibunder (Tatang Sadili A.Md).

Camat Kalibunder (Chaerul Ichwan S.STP) Kepada Pantau Terkini.co.id menerangkan, “Permasalahan ini belum selesai, para pihak yang bermasalah  sudah berulangkali kami bawa ke Kantor DPMPD Kabupaten untuk sesegera mungkin menyelesaikan permasalahan ini, mengingat sudah lebih sembilan bulan Berita Acara pelaksanaan monitoring RAPBDES dibuat,

Berita acara tersebut memuat pernyataan para pihak yang menggunakan dana, bahwa dana tersebut akan dikembalikan/di SILPA kan (Sisa Lebih Pembiayaan  Anggaran) pada rekening Desa Kalibunder paling lambat 31 Desember 2019, tetapi sampai saat ini belum dapat diselesaikan,”Pungkasnya

LSM Investigasi Pemberantasan Korupsi (IPK) Hasan berpendapat, “Perbuatan tersebut diduga sudah melanggar pasal 2,3,8 UU No 31 Tahun 1999 Jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, hal ini kami berharap aparat penegak hukum Kepolisian ataupun Kejaksaan segera melakukan penyelidikan dan penyidikan demi tegaknya hukum yang dapat memberikan kenyamanan bagi warga masyarakat,”Tegasnya (red*)




No comments:

Post Top Ad

Responsive Ads Here