Latest News


More

Dana Bumdes Diduga digunakan Bisnis gelap

Posted by : Kantor Berita Online Dan Majalah on : Thursday, September 03, 2020 0 comments
Kantor Berita Online Dan Majalah
Saved under : ,

Sukabumi Pantau Terkini.co.id Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Selaawi Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, berdiri tahun 2013 dengan susunan Pengurus Elmi sebagai Direktur, Eti selaku Sekretaris dan Ela sebagai Bendahara, bumdes tersebut mengelola dana Penyertaan modal dari tahun 2013 sampai dengan 2017 senilai 220 juta rupiah, dan untuk usaha simpan pinjam yang dimulai tahun 2014-2018 menggunakan dana senilai 130 juta rupiah.

“Saya pernah menjadi bendahara bumdes dari tahun 2013-2019, tapi selama menjabat bendahara tidak pernah memegang uang bumdes, semua keuangan dipegang ibu Elmi (Direktur) yang sekarang dia sudah pindah ke Semarang, menurut dia (Ibu Elmi) dana simpan pinjam ada yang dipakai oleh Kepala Desa (H. Zaenal) dan keluarganya, sekarang sudah dikembalikan katanya, benar atau tidaknya wallahu’alam,
Berdasarkan catatan yang ada, dana yang dipakai Kepala Desa sebesar 23.1 juta rupiah, diluar yang dipakai oleh saudara-saudaranya dan dana di Kas bumdes sampai tahun 2019 sejumlah 8 juta rupiah,”Demikian disampaikan Ela (mantan bendahara bumdes) seraya menambahkan, “Desa Selaawi di PJS kan kepada Pak Azis (Sekretaris Desa/sekarang PNS di Kecamatan Sukaraja), kata dia, peminjam dana bumdes banyak yang piktif, dan yang sebenarnya dana tersebut dipakai oleh Kades (H.Zaenal).”Terangnya

Direktur Bumdes Ibu Elmi, ketika di hubungi Pantau Terkini.co.id melalui telepon selulernya menerangkan, “Kami memakai dana Bumdes senilai 20 juta rupiah, kami akui sampai saat ini belum dikembalikan,  

Dana Bumdes juga ada yang digunakan untuk kerja sama dengan agen gas Alwi yang terletak di Pasar Rebo, (H.Unung), dana yang dipakai senilai 75 juta rupiah (dua kali pemberian, yang pertama 50 juta rupiah dan yang ke dua 25 juta rupiah), kerja sama tersebut tanpa MOU (Memorandum of Understanding), melainkan hanya tertuang dalam secarik kertas kwitansi saja sebagai tanda terima uang, sehingga dana bagi hasil usaha tersebut sampai sekarang tidak tahu rimbanya, ini semua pekerjaan Kades (H. Zaenal),

Pada tahun 2019  PJS Kades (Azis) ketika saya tanya, dia  membenarkan hal tersebut, bahkan dia menjelaskan bahwa setoran-setoran simpan pinjam  diterima oleh perangkat desa yang bernama Dandan atas perintah kades H.Zaenal demikian juga bagi hasil kerjasama gas dengan H.Unung dinikmati oleh H.Zaenal,”Terangnya

Hasan (LSM-IPK) berpendapat, “Perbuatan H.Zaenal dengan direktur Bumdes Elmi diduga melanggar pasal 2, 3 UU 31 tahun 1999 Jo. UU No.20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.”Tegasnya (red*)
         


Saved under : ,

No comments: