PJS Desa Buniwangi diduga korupsi dana BUMDES - PANTAU TERKINI

Breaking

PANTAU TERKINI

Berani - Tegas - Transparans

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Saturday, August 15, 2020

PJS Desa Buniwangi diduga korupsi dana BUMDES

Poto Bapak Enung (mantan bendahara bumdes)

Sukabumi Pantau Terkini.co.id  Desa Buniwangi Kecamatan Gegerbitung Kabupaten Sukabumi Jawa Barat memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) yang diketuai oleh Sdr. Encep. BHS, Dendi sebagai Sekretaris dan Enung selaku Bendahara,

"Pada tanggal 21 April 2018 saya selaku bendahara mengundurkan diri dan seluruh aset serta catatan milik bumdes diserahterimakan kepada Encep (Ketua/Direktur Bumdes), total aset yang diserah terimakan (tunai dan non tunai) senilai Rp 260.249.358,00.

terdiri dari Pinjaman Nasabah Rp. 120.381.448,00. Perdagangan Gas LPG Rp 30.000.000,00. Gadaian mobil Rp 12.000.000,00. Pinjaman melalui Unit Rp. 37.000.000,00. Kas pada Bank Rp 446.500,00. Uang Tunai Rp 25.421.410,00 Pembelian Laptop dan ATK Rp. 7.500.000,00,

Selain dari itu kami serahkan dana talangan untuk pembangunan di Kampung Banen senilai Rp 27.500.000,00,” demikian disampaikan Enung (mantan bendahara bumdes) seraya menambahkan, “Dana talangan tersebut diserahkan kepada Sdr. Mubarok senilai Rp. 15.000.000,00 dan kepada Sdri. Rika senilai Rp 12.500.000,00

Kami serahkan dana tersebut atas instruksi dari Pejabat Sementara (PJS) Kepala Desa Buniwangi (Ukan Rukmana/Pegawai Kecamatan Gegerbitung), yang rencananya akan dibayar dengan Dana Desa (DD), sampai sekarang belum tahu rimbanya,”Imbuhnya

Encep. BHS (ketua bumdes) ditemui Pantau Terkini.co.id menjelaskan, “Pada tahun 2019 saya selaku ketua bumdes meletakan jabatan di forum Rapat Musdes, dan sebagai penggantinya Sdr. Mahmudin, seluruh catatan tentang bumdes telah diserah terimakan kepada Direktur bumdes yang baru”Jelasnya.

Rohendi (Ketua BPD) menjelaskan, “Dana bumdes senilai kurang lebih 270 juta rupiah sampai saat ini belum dapat dipertanggung jawabkan oleh pengelola bumdes,
dana tersebut semula direncanakan untuk proyek wisata di Gunung Maok Kampung Sumur, karena tanahnya milik PT. Matahari dan dikhawatirkan bermasalah dikemudian hari maka proyek tersebut dibatalkan dan dana tersebut dialihkan ke simpan pinjam dan usaha jual beli Gas LPG,”terangnya

masih menurut Rohendi, “Bumdes memang kacau, usahanya tidak berjalan, kami sekarang sedang menelusuri siapa dan dimana orang yang menggunakan dana bumdes tersebut, pasalnya ketua bumdes dari Encep.BHS diserahkan kepada Mahmudin dan Mahmudin hanya dua minggu menjabat sebagai ketua, kemudian diserahkan kepada  Dindin, sampai sekarang dana bumdes senilai kurang lebih  270 juta rupiah, yang ada Cuma tabung Gas LPG sebanyak 110 tabung, barang tersebut kami amankan,”tegasnya

 “Demi tegaknya hukum dan nyamannya warga masyarakat Desa Buniwangi dalam meningkatkan perekonomian, kami Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) berharap, aparat penegak hukum (Kejaksaan dan Kepolisian) segera bertindak untuk menyelidiki dan menyidik dugaan tindak pidana korupsi dana bumdes tersebut,”demikian disampaikan Hasan (LSM-IPK), (red*)

No comments: