Depok Tambah Pintar, Merdu dan Systematis " System LPSE Kota Depok DiRetas " Proyek Satu Jalan Pemenangnya 2 Kontraktor. - PANTAU TERKINI

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Sunday, June 21, 2020

Depok Tambah Pintar, Merdu dan Systematis " System LPSE Kota Depok DiRetas " Proyek Satu Jalan Pemenangnya 2 Kontraktor.


Depok | Pantau Terkini | Kerja keras ini dilakukan ketika Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa Badan Layanan Pengadaan( UKPBJ-BLP) Kota Depok tidak bertanggungjawab terjadinya gangguan teknis pada server Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE). 

Kepala Bagian Badan Layanan Pengadaan (BLP) Kota Depok, Indah Dewi Lestari menjelaskan, sehubungan adanya gangguan teknis yang disebabkan peretas (hecker) pada server SPSE, sehingga mengakibatkan terjadinya perbedaan data yang ditampilkan dari situs lpse. depok.go.id.


Peristiwa terjadi sejak hari Kamis 11/065/2020 mulai pukul 16:00 sampai hari Jumat, 12 /06/2020 pukul 17:30, bersama ini disampaikan permohonan maaf sehubungan dengan adanya gangguan teknis ini," ungkap Indah kepada awak media Selasa (16/6/20).

Selama masa gangguan teknis tersebut, Indah menegaskan: "Maka data yang tampil di lpse.depok.go.id diluar tanggungjawan UKPBJ Kota Depok".

Yang pasti peristiwa ini membuat ribut para kontraktor karena kejadian yang dibilang langka karena proyek Jalan GDC dimenangkan oleh dua Kontraktor kembali kabag ULP menjawab siapa pemenangnya kembali Indah menegaskan, pemenangnya yang pasti hanya ada satu." Yang pasti hanya satu pemenang. Silahkan dilihat di lpse. depok.go.id," tandasnya.

Tindakan lanjut Soal adanya gangguan server SPSE yang disebabkan oleh hecker, Indah mengaku, hal itu sudah disampaikan kepada pengguna SPSE.

Indah membantah ada intervensi kekuasaan dalam menentukan pemenang lelang, terutama untuk proyek peningkatan Jalan GDC. “Tidak benar itu,” tegasnya.

Menurut Indah, munculnya dua pemenang karena sistem lpse.depok.go.id diserang hacker. “Sistem kami diserang hacker mulai dari Kamis 11 Juni sampai Jumat 12 Juni. Hacker tersebut mengacak-acak sistem kami dan sudah kami laporkan ke Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP),” terangnya.

Sebenarnya, ungkap Indah, pemenang lelang tidak berubah, hacker yang mengubahnya. “Pada Kamis 11 Juni itu belum ada jadwal pengumuman pemenang. BLP nggak berwenang jika ada masalah dalam sistem LPSE,” ungkapnya.

Sementara adanya perubahan pemenang lelang dengan masa tayang yang cukup lama selama 4 hari itu menjadi kabar santer terjadi tarik ulur dan ada main api BPL serta terkait intervensi salah seorang penguasa yang berpengaruh di dalamnya.

Menurut pengamatan dan monitoing website pada Kamis 11 Juni 2020, keluar pengumuman pemenang di website lpse.depok.go.id yakni PT Struktural Precast Concrete Indonesia dengan harga penawaran Rp 22.751.806.000.

Namun, pada Senin 15 Juni 2020, pengumuman pemenang di website lpse.depok.go.id berubah menjadi PT Anggadita Teguh Putra dengan harga penawaran Rp 22.567.077.280.(Ded)

Post Top Ad

Responsive Ads Here