Sampah Di SMP N 3 Slawi Bikin Geram Bupati Tegal - PANTAU TERKINI

Breaking

PANTAU TERKINI

Berani - Tegas - Transparans

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Friday, January 24, 2020

Sampah Di SMP N 3 Slawi Bikin Geram Bupati Tegal



Slawi - Bupati Tegal Umi Azizah menangkap tangan murid SMP Negeri 3 Slawi yang membuang sampahnya sembarangan, Jum’at (24/01/20) pagi tadi. Kejadian ini bermula saat Umi menyambangi Taman Bungah yang dulunya sebagai Terminal Slawi dan menemukan adanya timbunan sampah di lahan sekolah SMP Negeri 3 Slawi yang berbatasan langsung di sisi timur taman. Ketika sedang mengamati, tiba-tiba Umi melihat salah satu peserta didik sekolah tersebut membuang bungkusan plastik melalui jendela kelas. 

Sontak hal ini mengundang keprihatinan Umi dan mendorong dirinya bergegas menyambangi sekolah yang memiliki 944 murid tersebut. Dengan berjalan kaki, Umi pun langsung memasuki ruang kelas dan menanyakan siswa yang membuang sampahnya ke luar jendela. Meski tak sempat menemukan pelakunya, di ruangan ini Umi memberikan nasehat dan membagikan pengetahuannya tentang bahaya sampah bagi kesehatan tubuh serta cara mengelolanya yang benar.


Sementara itu Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Slawi Heris Harsono yang datang menyusul langsung mendapat teguran dari orang nomor satu di Kabupaten Tegal ini. “Sekolah adalah sarana untuk membangun karakter dan budaya baik bagi anak, sehingga saya minta, perilaku hidup bersih dan sehat bukan hanya dislogankan, tapi harus dipraktikkan dalam kehidupan sekolah dan harus dicontohkan oleh siapa saja yang ada disini”, ujar Umi.

Tak segan, Umi pun menaiki tembok rendah di depan kelas sekedar untuk melihat lebih dekat timbunan sampah yang terhalang oleh seng pembatas dan sudah menyebarkan aroma tak sedap dari timbunan sampah yang terlalu lama itu.

Ditanya soal keberadaan timbunan sampah ini, Heris mengaku pihaknya belum memiliki anggaran pengelolaan sampah dan mengatakan jika sampah tersebut sengaja ditimbun untuk menutup lubang atau cekungan tanah sebelum nantinya diratakan untuk membangun sentra jajanan sekolah.

Mendengar jawaban tersebut, Umi pun terlihat kesal dan mementahkan rencana Heris. “Tidak ada teori manapun yang mendukung jika sampah bisa digunakan sebagai urugan untuk pekerjaan konstruksi di atasnya. Apalagi ini kebanyakan sampah plastik dan sisa makanan, yang ada bangunan menjadi labil”, tegas Umi.


Umi pun memerintahkan kepada pihak sekolah segera membersihkan lahan di sisi barat sekolah tersebut agar terbebas dari timbunan sampah. “Segera koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, jangan dibakar. Kalau sudah bersih, gunakan lahan ini sebagai kebun sekolah agar sinkron dengan Taman Bungah di sampingnya”, tandasnya.

Mendengar perintah tersebut, Heris akan segera menindaklanjutinya. 

Sambil berjalan menuju kendaraan dinasnya, kepada reporter Humas Pemkab Tegal Umi mengaku menyayangkan sikap sekolah yang abai pada persoalan sampah. “Saya rasa semua tenaga pengajar disini harus ikut bertanggung jawab soal kelalaiannya membangun tidak hanya perilaku hidup bersih dan sehat tapi juga bagaimana menciptakan sekolah yang berwawasan lingkungan”, katanya.

Ditanya soal kelanjutannya, Umi menjawab singkat, pihaknya akan memberikan teguran tertulis dan memantau hasilnya. (Hms / Red)

No comments: