PANTAU NUSANTARA

Derap TNI POLRI

Nasional

Peristiwa

Video News

You are here
, Unlabelled

Kasus Kontraktor Pertamina Tahun 2009 Tak Kunjung Disidangkan Malah SP3 Ada Apa Dengan POLDA KAltim ...KPK Dapat Tinjau Ulang


Mantan Dirut Pertamina Karen Agustiawan ditahan Kejaksaan Agung pada Senin 24 September 2018|Tempo|Ryan Dwiki Anggriawan
Balikpapan | Pantau Terkini  | Kejaksaan Tinggi i Kalimantan Timur tidak kunjung melimpahkan kasus kontraktor Pertamina ke proses persidangan. Sudah hampir enam bulan sejak Kepolisian melimpahkan kasusnya ke Kejaksaan.
"Belum turun kasusnya ke Kejaksaan Negeri Balikpapan," kata Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Balikpapan, Yohanes Priono, Jumat (4/12/2-19 Silam ).
Yohanes menegaskan, seharusnya kasusnya disidangkan di Pengadilan Negeri Balikpapan sesuai lokasi terjadinya tempat perkara. Lokasi perkara, menurut dia, jadi pertimbangan pelaksanaan persidangan.
Namun, lanjut Yohanes, tidak menutup kemungkinan jaksa memindahkan lokasi persidangan dengan pertimbangan kemudahan kehadiran para saksi. Dia mencontohkan persidangan kasus pencurian minyak di Penajam Paser Utara yang kemudian  ipindahkan ke Balikpapan.
Sejak Oktober  2009 Silamu, Humas Kejati Kalimantan Timur, Syahroni, mengaku sedang menuntaskan berkas dakwaan PT Sinar Pasific ini. Jaksa penuntut umum sudah dibentuk untuk menangani kasus ini.
Penyidik Kepolisian Daerah Kalimantan Timur menetapkan empat orang pimpinan Sinar Pasific menjadi tersangka. Mereka yaitu Yuliana (Direktur Utama), Ashar (Supervisor), Jalalluddin (pengawas bungker service), dan Rahmat (pemilik perusahaan (Wakilwalikota Balikpapan sekarang)
Kejaksaan Agung terus menelisik aliran dana di balik akuisisi PT Pertamina (Persero) di blok minyak dan gas Basker, Manta, dan Gummy (BMG) Australia pada 2009. Sejauh ini, Korps Adhyaksa telah menetapkan empat mantan petinggi Pertamina—termasuk direktur utama saat itu, Karen Agustiawan—sebagai tersangka..
Saat penyidikan, Direktorat Reserse Kriminal Polda Kalimantan Timur mengancam tersangka dengan ketentuan Undang Undang Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas. Para tersangka terancam hukuman kurungan penjara selama 3 tahun serta denda sebesar Rp 3 miliar.
Kasusnya berawal pada Maret 2008, polisi mengungkap penyelundupan 3.700 kiloliter BBM solar Pertamina. Solar bersubsidi ini ditimbun di bungker service Sinar Pasific sebanyak 1.200 ton dan sisanya diangkut kapal landing craft tank (LCT) untuk menyuplai pasokan bahan bakar kapal swasta dan asing.
Setelah Kasus ini Hilang dan sekarang memilik dan keluarga menjadi kepala daerah di Rahmad Masud menjadi Walikota Balikpapan dan aAdiknyaGafur Masud Menjadi Bupati Di Penajam Pasir Utara.

Redaksi Panter

Kami Pewarta Pantau Terkini sebagai Operator dan Kepala Wilayah dan"Biographical Info" Kami sebagai user admin panel Web ini bertanggungjawab tidak Melakukan Pemberitaan Hoax.

No comments:

Epaper

Total Pageviews