Top Ad 728x90

08 December 2018

, , , , , , , , , ,

Sekber Perjuangan Mejelis Pers Tetap Solid dan Berinovasi Dalam Memperjuangkan Kelembagaannya .

Deddy Djumhana Pemimpin Umum 
Pantau Terkini 
Depok | Pantau Terkini | Kondisi yang tak menentu  bagi pers indonesia apa yang di ulas oleh media tempo begituh gambarannya. 

" Sebagai apa Insan Pers juga dapat dikeregorikan banyak perbedaan dengan pelaku pers atau aktifis pers atau praktisi pers banyak juga Organisasi uang muka atau cari nama di dunia pers dan cari uang di Pers." pernyataan itu di paparkan oleh pimpinan media pantau terkini Deddy Djumhana S.Kom.

'Tak ubah lagu god bless semua ini panggung sandiwara"  tegas pimpinan pantau terkini , Deddy Djumhana .

"Dari berbagai organisasi pers dewan pers hanya melihat managemen organisasi yang tertata baik dari segi ke administrasian anggota , serta tempat bernaung pers yang layak". lanjutnya

Jangan bicara kalau pewarta, wartawan  itu guru bangsa jika sangguru tidak dapat menghukum sang murid yang melakukan kenakalan dalam berorganisasi apa lagi banyak wartawan saat ini ingin menjadi ketua organisasi yang dia baru nasuki dengan alasan manis dan dapat menghidupkan organisasinya  !.  Ketika kemampuan dalam berorganisasi itu saja Nol besar  itu terjadi dengan salah satu organisasi yang saya kenal bahkan organisasi ini murni lembar informasinya media online.
kwalifikasi pemimpin yang akan memimpin sangat buruk kedepan apalagi tabiat sudah terdata di beberapa berbagai dinas-dinas  terkait.

Melihat ramainya carut marut aturan dan permasalahan sengketa hukum,di kalangan pers ini mennandai demokrasi pers bergerak secara vertikal dimana Dewan Pers digugat oleh lembag Pers lainnya dari aturan dan peraturan yang di keluarkan Dewan Pers hingga kebijakan pun harus di salahkan selama masih dijalurnya itu normal normal saja .

# Kenapa Harus Jalur Hukum ?

Menjunjung tinggi martabat sebagai Guru Bangsa selayaknya dengan jalan musyawarah dan permufakatan jernih seluruh Organisasi Pers dapat merubah dan menata aturan untuk dapat membuat aturan dan membuat lembaga Pers ini lebih baik selain Dengan adanya Dewan Pers tentu ada Majelis Pers sebagai Kontrol dari kebijakan Dewan Pers yang diluat batas Kebijakan dan kewenangannya.

Perlu adanya Struktur yang jelas bagi Dewan Pers dan kali ini Pemimpin redaksi pantau terkini membuat suatu skema atau sususan orgabisasi dengan kata lain Badan Komisi Pemberitaan dan Informasi  Reoublik Indonesia .




 bahkan  yang ing tidak tegas dalam menetapkan etik lokal saja tidak dapat memahami maksud dab tujuan dari kode etik jurnalis yang di buat .

" Saya hanya lulusan informatika lokal sekilah tinggi Gunadarma, pake gelar saja malu" kaena penguasai ilmu saja sudah bagus tapi lebih senang dengan ilmu informasi publik dan IT " Papar Deddy Djumhana Pimpinan Umum Majalah dan Berita Online Majalah Pantau dan www.pantauterkini.co.id. 

Saya berfikir sebagai praktisi informasi website online yang namanya pusat informasi di era digital ini harus juga menjadi pengawasan dari Pers sebab Banyak juga dalam pemberitaan informasi yang tidak benar.

Adanya Perbedaan dalam pandangan saya mengenai kewartawanan di era jurnalis sekarang ini  :

Insan Pers : wartawan yang jelas murni menulis adalah pewarta sekaligus berinovativ mengenbangkan pewartaannya dengan madia lain dan dapat di publis sebagai bacaan berkafasitas untuk pembacanya bahkan membuat suatu media yang dapat diperlihatkan kemampuan websitenya dari segi berita text, radio hingga streaming.

Wartawan :  Wartawan  juga pewarta yang menulis apa saja yang dapat di jadikan bahan berita atau informasi bagi masyarakat banyak.

WARTAWAN ABC  =Wartawan + LSM + Ormas  jika yang ini wartawan yang suka bergaul.

WARTAWAN BIBIR dan LIDAH POS : ini Wartawan bermodal Kartu Pers dan bingun mau ditulis dimana tulisannya karena mediapun tidak punya semoga  akan ada dari dua media yang saya katakan jadi buming mungkin dengan nama yang bagus. Papar Deddy Djumhana.

Jika jurnalistik itu hanya gaya berita, bahasa fokus (viwer) pada angel tertentu,
Sebuah permaianan bahasa adalah pemikiran olah kata manusia dalam tingkat budaya tertentu.

Yang lebih budah bahasa seharian yang di pakai untuk dapat dicerna oleh masyarakat dan masyarakatpun sudah pandai dalam memilah berita dan media mana yang baik dan yang buruk serta mana beita paten dan tidak paten kebanyakan pemberitaan ada maksud dan tujuannya terkadang sebuah berita ada udang dibalik batu. itulah tegas nya pinpinan pantau terkini ketika  para pewarta  pantau  daerah berkunjung di redaksi pantau terkini di kota Depok .(DK)


0 komentar:

Top Ad 728x90