Top Ad 728x90

28 November 2018

, ,

Terkait Dugaan pungli di sekolah ,ini kata kadis Disdikbud Lampura






Lampung Utara | Pantau Terkini | Terkait berita dugaan pungli di sejumlah Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) tentang pengadaan komputer, dalam menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang ada di Lampura, Suwandi selaku Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Utara angkat bicara, Rabu, 28 November 2018.


Suwandi mengatakan, akan segera menurunkan tim untuk mengkroscek sekolahan tersebut. Hal tersebut guna mengukap kebenarannya.

"Jadi gini mas, sudah saya sampaikan, baik lewat media langsung, bahwa pelaksanan UNBK sudah saya sosialisasi sejak 3 tahun yang lalu. Sampai tahun 2017, Lampung Utara ini, satu pun belum ada yang melaksanakan UNBK (untuk sekolah negeri). Maka saya selaku Kadisdikbud Lampura meminta untuk tahun 2018, 2019 ujiannya nanti. Paling tidak 50 persen sekolah bisa mengikuti UNBK," ucap Suwandi.

Untuk bisa mengikuti UNBK, kata Suwandi, bisa numpang di sekolahan lain yang sudah mempunyai komputer, yaitu melalui kerjasama dengan SMA atau SMK. 

“Kemudian juga bisa pinjam Laptop anak, Laptop guru, Sekolah menyiapkan servernya. Kalau dalam keadaan terpaksa, Sekolah melalui Komite mengundang Wali Murid boleh meminta bantuan kepada Wali Murid yang sifatnya sumbangan sukarela,” papar Suwandi.

Suwandi juga menjelaskan tentang sumbangan sukarela. 

"Namanya sumbangan sukarela itu, besarnya tidak ditentukan. Waktunya tidak ditentukan. Itulah yang namanya sumbangan sukarela. Sumbangan sukarela itu dibenarkan oleh Undang-Undang yaitu Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) maupun Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan (Permendikbud) tentang Komite. Jadi kalau ada laporan yang masuk ke Diknas yang diindikasikan itu pungutan, maka saya perintahkan untuk dibatalkan. Sudah ada beberapa sekolah yang kita batalkan," jelasnya.("*)

0 komentar:

Top Ad 728x90