Anggota TRC Wajo diberhentikan Yang Diduga Tanpa Prosedur, DPRD Wajo Bantu Fasilitasi Kedua Kubu


WAJO,PANTAU TERKINI.CO.ID-Adanya pemberhentian secara mendadak anggota tim reaksi cepat(TRC) BPBD kabupaten Wajo, dari Sar Prima,  diduga tanpa melalui prosedur dan mekanisme,  terkait permasalahan itu.  Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia(PMII) datangi kantor DPRD kabupaten Wajo untuk meminta klarifikasi dari istannsi BPBD. Jumat, 02 November 2018.
Mahasiswa membawa 4(empat )tuntutan: 1. Meminta kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) kabupaten Wajo untuk mengklarifikasi tentang video yang beredar mengatasnamakan Lembaga SAR PRIMA.2. Meminta kepada kepala BPBD Wajo , H.Alamsyah, untuk menjelaskan tentang mekanisme pemberhentian anggota TRC  secara mendadak tanpa ada SP 1 sampai SP III. 3. Meminta kepada DPRD Wajo , agar kami diikutkan dalam pemaparan anggaran  , laporan pertanggung Jawaban (LPJ) penggunaan anggaran daerah secara transparansi. 4. Meminta Kepala BPD Wajo, H.Alamsyah yang hadir  langsung di kantor DPRD Wajo untuk mengklarifikasi tuntutan mahasiswa.
Anggota DPRD kabupaten Wajo yang menerima asprasi adalah H.Sudirman Meru dan Asri Jaya Latif, dengan tanpa panjang lebar Asri jaya Latif langsung mempersilahkan kepala BPBD Wajo  H. Alamsyah , untuk menjawab dan mengklarifikasi tuntutan mahasiswa .


 H.Alamsyah menerangkan bahwa, pemberhentian sudah melalui prosedur dan sudah pernah dipanggil beberapa kali untuk menghadap ke pimpinan , terangnya.

“Saya memberhentikan sudah sesuai prosedur yang ada sebagai berikut, yaitu  sudah 65 kali bolos kerja, tidak menggunakan atribut TRC BPBD pada saat bertugas, yang digunakan masing-masing identitas, pada hal itu sudah perjanjian jika gabung , tanggalkan identitas pribadi dan gunakan atribut TRC BPBD Wajo, kemudian juga melawan pimpinan,” jelas H.Alamsyah.

H.Alamsyah juga menambahkan bahwa , anggota yang direkrut dari berbagai SAR, termasuk DAMKAR, SAR PRIMA , itu statusnya bukan pegawai  honorer atau relawan tapi tim tehknis  fungsional Kegiatan  TRC  , kerja langsung di lapangan  dan digaji, dan ada dua yang diberhentikan, karena ada yang menjadi caleg.

Sementara  anggota DPRD kabupaten Wajo menjelaskan kepada media ini bahwa akhir dari akar permasalahan , dari SAR PRIMA tidak menerima kata-kata  dikirim  atau diberangkatkan oleh BPBD Wajo sewaktu ke Palu.

“ Maka tadi  pihak BPBD kabupaten Wajo meminta maaf kepada SAR PRIMA jika itu dianggap sebagai pilihan kata  yang dirasa kurang tepat , “ jelas H.Sudirman Meru (MUHLIS)

Post a Comment

Post a Comment