Top Ad 728x90

17 October 2018

, , , , ,

TMMD 103 Batang, Pohon Jati "Pandawa Lima" di Balik Mitos Jalur Alas Roban


PANTAUTERKINI.CO.ID. BATANG – “Angker” Kawasan hutan jati di Plelen, Gringsing cukup dikenal sebagai tempat pembuangan mayat korban dari penembak misterius (Petrus) pada tahun 1980-an. Tak hanya itu, daerah tersebut sudah sering terjadi kecelakaan lalu-lintas yang memakan banyak korban jiwa.

Konon menurut cerita yang beredar muncul cerita-cerita mistis yang dihubungkan beredar di masyarakat, penampakan kuntilanak, pocong sampai genderuwo. Bahkan hampir seluruh masyarakat pengguna kendaraan dari berbagai daerah mengenal nama Alas Roban sebagai jalur maut.

Di Jalan Raya Alas Roban, dikenal rawan tindak kejahatan di malam hari, begal sampai bajing loncat. Mereka baru berani melintasi ketika pukul 05.00 WIB, kalau pun ada yang berani melintas malam, harus menunggu kendaraan lainnya minimal enam kendaraan. Sekarang cerita angker dan rawan kejahatan secara perlahan mulai hilang di benak pelintas Alas Roban dan di sekitar pinggir jalan sudah banyak orang berdagang.

Termasuk warga di Desa Durenombo Kecamatan Subah mengeramatkan salah satu pohon jati berusia ratusan tahun “Pohon Jati Pandawa Lima”. Lokasi terletak di pertengahan jalan tembus baru yang sedang dibangun dan di atas perbukitan, menghubungkan antara Dusun Durenombo ke Durensari. TMMD Reguler 103 Kodim Batang sedang mengeraskan jalan sepanjang 2,8 kilometer dan akan ditingkatkan selanjutnya melalui pengaspalan.

Masyarakat mempercayai penunggu pohon dari alam gaib bernama Mbah Pandawa Lima (penguasanya). Banyak kejadian aneh, seperti truk pengangkut material jalan terguling, Beghu macet padahal sudah didatangkan teknisi dan tidak ada indikasi kerusakan, maupun pengendara motor terjatuh karena tidak permisi dan berkata jorok. Namun setelah Kadus 1 Durenombo, Fahrudin (53) menggelar ritual selamatan, berbagai kendala tersebut dapat dihindari. Terlihat kanan bawah foto, Serka Aan Setyawan, Ketua Penerangan Kodim 0713 Brebes meminta izin sebelum mendokumentasikannya.

Menurut Kepala Dusun Fahrudin salah seorang warga yang dituakan di desa tersebut mengatakan,
“Yang penting mengucapkan salam saat melewati pohon yang letaknya tepat di tepian jalan yang sedang dibangun , terlebih lagi bagi mereka yang baru menginjak desa Durenombo, pasalnya wilayah tersebut dahulunya menurut cerita merupakan sebuah desa yang tiba tiba menghilang, “paparnya (red-cah/Tim Satgas)

0 komentar:

Top Ad 728x90