Amaannn ....!! Retakan Tanah di Kelurahan Cisalak Pasar Kota Depok


DEPOK | PANTAU TETKINI | Fenomena alam yang terjadi beberapa waktu yang lalu dengan adanya hujan deras disertai angin kencang terjadi retakan tanah di RT 02 RW 2 Kampung Pedurenan Kelurahan Cisalak Pasar Kecamatan Cimanggis Kota Depok

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) sangat kommit akan kejadian tersebut, Rabu 24 Oktober 2018 Joko Siswanto.S.Sos selaku Kepala Balai Wilayah II BMKG didampingi oleh Teguh Rahayu . S.Kom. MM Kepala Stasiun Geofisika Klas I  Tangerang dan beberapa staff serta Lurah Cisalak Pasar Cahyanto dan Neni ahli waris  meninjau lokasi retakan tanah tersebut.
Neni selaku ahli waris pemilik tanah tersebut menyampaikan kepada awak media Pantau Terkini dilokasi " Tanah ini dahulunya berupa tanaman bermacam pohon besar, dengan seiringnya waktu dan pesatnya perkembamgan zaman maka banyak pohon pohon itu ditebang dan akhirnya terciptalah sebuah area tanah yang sudah rata seluas 2000 m2, dimana kontur tanah ini lebih rendah dari pada jalan sehingga apabila terjadi hujan maka menggenang diarea tanah ini karena tidak ada saluran air disekitarnya " ucap Neni

Selaku Kepala Balai Wilayah II Joko Siswanto .S.Sos menyampaikan "  Ini adalah fenomena alam yang lumrah  dimana air itu mencari celah atau rongga yang kososng karena pelapukan akar didalam tanah, ataupun tanah yang labil/gembur sehingga desakan air menembus rongga yang kosong disebabkan kondisi tanah yang kering dan menjadi labil/gembur dan memungkinkan terjadi retakan yang saat ini terjadi " ungkap Joko

" Jadi retakan tanah ini terjadi karena dimungkinkan struktur tanah di Kota Depok ini Alluvial dan Laktosol Coklat Kemerahan, yaitu tanah endapan yang masih muda  terbentuk dari lempung, debu dan pasir( Alluvial ) sedangkan  Laktosol Coklat Kemerahan adalah  tanah yang belum begitu lanjut perkembangannya terbentuk dari Tulva Vulcan Andesitis - Balistis dimana tingkat kesuburannya rendah, mudah meresapkan air , sehingga pada saat hujan lebat tanah tidak dapat menampung volume air yang berlebihan sehingga mengakibatkak kekuatan tanah  berkurang dan mengakibatkan pergerakan tanah secara perlahan " papar Joko 

" Saya nyatakan kondisi retakan tanah disini aman jadi warga tidak usah takut dengan isu isu yang dikaitkan musibah di Palu,Donggala, Sigi , namun apabila retakan tanah ini mempunya ekses yang mungkin bakalan merugikan warga masyarakat, maka tim darii BMKG akan mengadakan pengkajian layak atau tidak tanah ini untuk dihuni atau ditempati " imbuh Joko

" Saran dari kami mungkin bersinergi dengan pihak Kelurahan untuk melakukan pengurugan dan membuat saluran air agar tidak menggenangi area tanah ini, serta jangan dibagun atau dihuni sebagai tempat tinggal, untuk itu masyarakat agar lebih waspada mengingat sudah memasuki musim penghujan " pungkas Ayu. ( Koes - Kabiro Depok )

Post a Comment

Post a Comment