Sekda Kampar Buka Pelatihan Penyusunan Keuangan BUMDes di Stanum

KAMPAR |PANTAU TERKINI | Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Yusri, M.Si membuka pelatihan penyusunan laporan keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan kewirausahaan bagi pengelola BUMDes di Kabupaten Kampar yang dilaksanakan di Aula Panglima Khatib Taman Rekreasi Stanum Bangkinang Kota, Kamis(20/9).

Turut hadir pada acara Kepala BNI Cabang Pekanbaru, Juma Indra, Kepala KPPN Pekanbaru, Tri Yunani Gumila dan Kadis PMD Febrinaldi Tridarmawan serta Kabag Kerjasama, Sasminedi.
Dalam arahannya, Yusri mengatakan bahwa di Kabupaten Kampar sudah terbentuk 228 BUMDes, namun selama ini hanya mengembangkan usaha simpan pinjam, perdagangan dan jasa sewa, perikanan, peternakan , pasar Desa dan pertamini namun dengan telah adanya kerjasama antara BNI sebagai pendamping diharapkan seluruh BUMDes yang ada di Kabupaten Kampar dapat mengembangkan usaha lebih baik lagi dengan berbagai model usaha yang akan diprogramkan.
“Semoga dengan adanya pendampingan oleh BNI untuk pengembangan BUMDes , mampu meningkatkan perekonomian Desa, kemudian mengoptimalkan aset Desa agar bermanfaat untuk kesejahteraan Desa dan meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi Desa dan juga mengembangkan rencana kerjasama usaha antara Desa serta dapat menciptakan peluang kerja baru dengan jaringan pasar yang akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat”. Ujar Yusri.
Dikatakan Yusri, seiring dengan tujuan utama pendirian BUMDes yakni untuk meningkatkan perekonomian Desa, maka sudah jelas bahwa BUMDes dapat menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru di Perdesaan.
“Kedepan saya mengharapkan kepada pihak BNI agar dapat terus melaksanakan pembinaan kepada BUMDes yang ada di Kabupaten Kampar melalui fungsi pendampingan, fungsi bisnis literasi keuangan, fungsi pengembangan bisnis rintisan, fungsi pelatihan dan fungsi konsultasi agar nantinya dapat terwujud kemandirian perekonomian Desa melalui BUMDes”. Harap Yusri.
Sementara itu Kepala BNI Cabang Pekanbaru, Juma Indra mengatakan bahwa, program 1001 BUMDes ini dilaksanakan dalam rangka mengimplementasikan program presiden kita , untuk menjadikan BUMDes lokomotif bagi pengembangan ekonomi kerakyatan yang didampingi oleh BUMN yang ditunjuk yakni BNI.
Selama ini, ada Tiga hal pokok utama yang menyebabkan kenapa ekonomi kerakyatan sulit di implementasikan, diantaranya Pertama, karena kurangnya Sumber Daya Manusia, Kedua Kurangnya Permodalan dan Ketiga Kurangnya Marketing, oleh sebab itu, BNI akan melakukan pendampingan untuk mencari solusi dari seluruh persoalan tersebut, kedepan BNI tidak hanya akan memberikan umpan kepada masyarakat, tapi juga memberikan ikan serta memberikan bimbingan pelatihan seperti saat ini, agar seluruh pelaporan administrasi bisa tersusun rapi dan dapat dipertanggungjawabkan dengan perencanaan yang terstruktur.
Kita berharap dengan kerjasama ini dapat mewujudkan dan mengembangkan 1001 BUMDes sebagaimana yang kita harapkan yang nantinya semua akan bermuara pada kesejahteraan masyarakat, khususnya yang ada di Kabupaten Kampar.(Redy)
» » » » » Sekda Kampar Buka Pelatihan Penyusunan Keuangan BUMDes di Stanum

Sekda Kampar Buka Pelatihan Penyusunan Keuangan BUMDes di Stanum

Penulis By on 20 September 2018 | No comments

KAMPAR |PANTAU TERKINI | Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Yusri, M.Si membuka pelatihan penyusunan laporan keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan kewirausahaan bagi pengelola BUMDes di Kabupaten Kampar yang dilaksanakan di Aula Panglima Khatib Taman Rekreasi Stanum Bangkinang Kota, Kamis(20/9).

Turut hadir pada acara Kepala BNI Cabang Pekanbaru, Juma Indra, Kepala KPPN Pekanbaru, Tri Yunani Gumila dan Kadis PMD Febrinaldi Tridarmawan serta Kabag Kerjasama, Sasminedi.
Dalam arahannya, Yusri mengatakan bahwa di Kabupaten Kampar sudah terbentuk 228 BUMDes, namun selama ini hanya mengembangkan usaha simpan pinjam, perdagangan dan jasa sewa, perikanan, peternakan , pasar Desa dan pertamini namun dengan telah adanya kerjasama antara BNI sebagai pendamping diharapkan seluruh BUMDes yang ada di Kabupaten Kampar dapat mengembangkan usaha lebih baik lagi dengan berbagai model usaha yang akan diprogramkan.
“Semoga dengan adanya pendampingan oleh BNI untuk pengembangan BUMDes , mampu meningkatkan perekonomian Desa, kemudian mengoptimalkan aset Desa agar bermanfaat untuk kesejahteraan Desa dan meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi Desa dan juga mengembangkan rencana kerjasama usaha antara Desa serta dapat menciptakan peluang kerja baru dengan jaringan pasar yang akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat”. Ujar Yusri.
Dikatakan Yusri, seiring dengan tujuan utama pendirian BUMDes yakni untuk meningkatkan perekonomian Desa, maka sudah jelas bahwa BUMDes dapat menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru di Perdesaan.
“Kedepan saya mengharapkan kepada pihak BNI agar dapat terus melaksanakan pembinaan kepada BUMDes yang ada di Kabupaten Kampar melalui fungsi pendampingan, fungsi bisnis literasi keuangan, fungsi pengembangan bisnis rintisan, fungsi pelatihan dan fungsi konsultasi agar nantinya dapat terwujud kemandirian perekonomian Desa melalui BUMDes”. Harap Yusri.
Sementara itu Kepala BNI Cabang Pekanbaru, Juma Indra mengatakan bahwa, program 1001 BUMDes ini dilaksanakan dalam rangka mengimplementasikan program presiden kita , untuk menjadikan BUMDes lokomotif bagi pengembangan ekonomi kerakyatan yang didampingi oleh BUMN yang ditunjuk yakni BNI.
Selama ini, ada Tiga hal pokok utama yang menyebabkan kenapa ekonomi kerakyatan sulit di implementasikan, diantaranya Pertama, karena kurangnya Sumber Daya Manusia, Kedua Kurangnya Permodalan dan Ketiga Kurangnya Marketing, oleh sebab itu, BNI akan melakukan pendampingan untuk mencari solusi dari seluruh persoalan tersebut, kedepan BNI tidak hanya akan memberikan umpan kepada masyarakat, tapi juga memberikan ikan serta memberikan bimbingan pelatihan seperti saat ini, agar seluruh pelaporan administrasi bisa tersusun rapi dan dapat dipertanggungjawabkan dengan perencanaan yang terstruktur.
Kita berharap dengan kerjasama ini dapat mewujudkan dan mengembangkan 1001 BUMDes sebagaimana yang kita harapkan yang nantinya semua akan bermuara pada kesejahteraan masyarakat, khususnya yang ada di Kabupaten Kampar.(Redy)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya