Rawan Drop Out ( DO ) Siswa/Siswi di Kecamatam Bojongsari dan Sawangan

Walikota Depok , KH.Mohammad Idris


DEPOK | PANTAU TERKINI | Dalam suasana peresmian Masjid Ilhami di Perumahan Villa Rizki 2 RT 02 RW 08 Kelurahan Pengasinan Kecamatan Sawangan, Jumat 21 Septembet 2018 ,  Walikota Depok memberikan keterangan kepada para pewarta , yakni " Kecamatan Bojongsari dan Sawangan ini rawan Drop Out (DO ) bagi siswa/siswi SLTA dan SLTP sekitar 500 siswa/siswi sedang yang putus sekolah sekitar 100 siswa/siswi , untuk keseluruhan se Kota Depok ada 1000 sampai 1500  siswa/ siswi   sedang yang putus sekolah sekitar 700 siswa/siswi " ucap Idris

" Faktor utamanya adalah di biaya dan atau kesadaran orang tua dimana  siswa/siswi ini merupakan tulang punggung dikeluarganya sehingga inilah yang menjadi problematika kita dan untuk itu saya akan sosialisasikan terus agar jangan sampai DO , tentunya diperlukan sinergitas dan kesungguhan untuk mengentaskan dan menanggulanginya " ungkap Idris

" Ada salah satu contoh di salah satu Kecamatan bahwa siswa/siswi ini dilarang sekolah oleh orang tuanya karena faktor biaya dan merupakan tulang punggung dikeluarganya, Pemerintah sudah melakukan pendekatan dan akhirnya kembali bersekolah, untuk itu kami harapkan agar pihak sekolah untuk tanggap dengan deteksi dini ada permasalahan apa dengan siswa/siswi nya " papar Idris

" Untuk yang putus sekolah dan rawan DO ini peran Baznas sudah kita ikut sertakan khususnya pada Paket C , untuk anggaran tahun 2019  ( APBD Perubahan ) orientasi untuk biaya   BOS  khususnya sekolah swasta orientasinya bukan berdasarkan jumlah siswa sepeti halnya BOS secara Nasional, untuk APBD Kota Depok berdasarkan jumlah warga miskin  yang ada disekolah tersebut dengan nominal Rp.1.5 juta per siswa/siswi "pungkas Idris ( Koes - Kabiro Depok )
» » » » Rawan Drop Out ( DO ) Siswa/Siswi di Kecamatam Bojongsari dan Sawangan

Rawan Drop Out ( DO ) Siswa/Siswi di Kecamatam Bojongsari dan Sawangan

Penulis By on 22 September 2018 | No comments

Walikota Depok , KH.Mohammad Idris


DEPOK | PANTAU TERKINI | Dalam suasana peresmian Masjid Ilhami di Perumahan Villa Rizki 2 RT 02 RW 08 Kelurahan Pengasinan Kecamatan Sawangan, Jumat 21 Septembet 2018 ,  Walikota Depok memberikan keterangan kepada para pewarta , yakni " Kecamatan Bojongsari dan Sawangan ini rawan Drop Out (DO ) bagi siswa/siswi SLTA dan SLTP sekitar 500 siswa/siswi sedang yang putus sekolah sekitar 100 siswa/siswi , untuk keseluruhan se Kota Depok ada 1000 sampai 1500  siswa/ siswi   sedang yang putus sekolah sekitar 700 siswa/siswi " ucap Idris

" Faktor utamanya adalah di biaya dan atau kesadaran orang tua dimana  siswa/siswi ini merupakan tulang punggung dikeluarganya sehingga inilah yang menjadi problematika kita dan untuk itu saya akan sosialisasikan terus agar jangan sampai DO , tentunya diperlukan sinergitas dan kesungguhan untuk mengentaskan dan menanggulanginya " ungkap Idris

" Ada salah satu contoh di salah satu Kecamatan bahwa siswa/siswi ini dilarang sekolah oleh orang tuanya karena faktor biaya dan merupakan tulang punggung dikeluarganya, Pemerintah sudah melakukan pendekatan dan akhirnya kembali bersekolah, untuk itu kami harapkan agar pihak sekolah untuk tanggap dengan deteksi dini ada permasalahan apa dengan siswa/siswi nya " papar Idris

" Untuk yang putus sekolah dan rawan DO ini peran Baznas sudah kita ikut sertakan khususnya pada Paket C , untuk anggaran tahun 2019  ( APBD Perubahan ) orientasi untuk biaya   BOS  khususnya sekolah swasta orientasinya bukan berdasarkan jumlah siswa sepeti halnya BOS secara Nasional, untuk APBD Kota Depok berdasarkan jumlah warga miskin  yang ada disekolah tersebut dengan nominal Rp.1.5 juta per siswa/siswi "pungkas Idris ( Koes - Kabiro Depok )
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya