Nasional

Daerah

Hukum

Tipikor

Video News

You are here

Presiden Berharap Kader Ulama Beri Kesejukan pada Umat



BOGOR | PANTAU TERKINI | Menjelang pesta demokrasi lima tahunan yang akan kembali digelar pada tahun depan, Presiden Joko Widodo mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan. Saat meresmikan Pembukaan Pendidikan Kader Ulama (PKU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor Angkatan XII Tahun 2018, Kepala Negara berharap agar para kader ulama dalam kesehariannya mampu mendakwahkan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga persaudaraan dan menghentikan penyebaran ujaran kebencian dan kabar bohong.

"Seperti ini yang terjadi di masyarakat kita, saling melempar isu dan saling fitnah. Ini menjadi tugas kader-kader ulama untuk menyampaikan kepada masyarakat jangan sampai kita berburuk sangka apalagi menyebarkan fitnah," ujar Presiden di Gedung Tegar Beriman, Bogor, pada Rabu, 8 Agustus 2018.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya sekaligus meluruskan sejumlah fitnah yang ditujukan kepada dirinya. Salah satunya seputar kabar yang mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo adalah seorang pengikut gerakan PKI.

"Gambarnya coba lihat di medsos. Ada yang namanya Ketua PKI, Aidit, tahun 55 pidato, saya (disebut) ada di dekatnya coba. Saya lahir tahun 1961, pidato tahun 1955. Gambar-gambar seperti ini ada di media sosial dan ada yang percaya," ucapnya sambil memperlihatkan sebuah foto yang beredar di media sosial.

Presiden juga menggunakan kesempatan bertemu dengan para kader ulama hari ini untuk mengklarifikasi tuduhan bahwa dirinya memberi kesempatan luas bagi tenaga kerja asing untuk masuk ke Indonesia, utamanya dari Tiongkok. Faktanya, kata Presiden, saat ini hanya ada kurang lebih 23 ribu tenaga kerja sementara asal Tiongkok.

"Mereka ada di sini, tapi tidak terus menerus. Mereka pasang turbin dan smelter yang kita belum siap untuk melakukan itu sehingga mereka harus di sini 4-6 bulan untuk memasang," ucapnya.

Selain itu, perbandingan jumlah seluruh tenaga kerja asing yang ada di Indonesia dengan penduduk Indonesia tidak sampai 1 persen, tepatnya 0,03 persen. Adapun tenaga kerja asal Indonesia di negara lain sebenarnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan tenaga kerja negara-negara tersebut yang bekerja di Indonesia. 

Di Tiongkok, Presiden menyebut ada kurang lebih 80 ribu orang Indonesia yang bekerja di sana. Sementara di Malaysia, jumlah TKI yang tercatat secara resmi untuk bekerja di sana mencapai 1,2 juta orang.

"Coba dilihat tenaga kerja asing yang ada di Indonesia dibandingkan dengan jumlah penduduk itu hanya 0,03 persen. Satu persen aja enggak ada. Bandingkan tenaga kerja asing yang ada di Uni Emirat Arab 80 persen asing semua," kata Presiden.

Sebagai gambaran di negara lain tentang perbandingan jumlah seluruh tenaga kerja asing dengan jumlah penduduk negara tersebut, di Saudi Arabia misalnya perbandingan itu mencapai 33,78 persen, di Brunei adalah 32,45 persen dan di Singapura mencapai 24,38 persen serta di Malaysia sebesar 5,44 persen.

Upaya yang dilakukan Presiden Joko Widodo sebenarnya adalah mengupayakan lapangan kerja yang lebih banyak bagi tenaga-tenaga lokal melalui investasi yang masuk ke Indonesia.

"Kenapa investasi kita datangkan? Untuk membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya untuk rakyat. Bukan yang lain," ucap Presiden.


Jakarta, 8 Agustus 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

Redaksi Pantau Terkini

Editor Penulis ini adalah Kepala Perwakilan Daerah dan Terdaftar sebagai Wartawan Pantauterkini.co.id Silahkan lihat di Box Redaksi " Hubungi Redaksi 088294504822 Jika Ada kesalahan.

No comments:

Labels

Adv Advetorial Artikel Bali Balikpapan Banten Bekasi Bisnis BLT DDm Bojonggede BPN Brebes Budaya Business Cooking Class Covid19 Daerah deliserdang Depok Derap Didik Disdukcapil DPRD Sumut Ekonomi fe fea feat Featured Festival Food Hiburan Hukum ibadah Investigasi Irian Jaya Jabar Jabotabek Jakarta jakarta utara Jateng Jatim Jawa Barat Jawa Tengah kabupaten Mandailing Natal Kabupaten Tangerang Kalimantan kapolri Kebersihan kejati sumut Kemanusiaan Kemenag Kemendes Kesehatan Kriminal labuhanbatu Lampung langkat lebak madiun makasar Maluku Medan Music Musirawas Narkoba Nasional Nature nias NTT obat Opini Pelalawan pelayanan Pemalang Pembangunan Pemkot depok Pemuda pendidikan penyandangdisabilitas penyidik Perbankan Peristiwa Perusahaan listrik negara Pidana pilkada Pilpres pkk pln pm malaysia Pmi PN Denpasar polda bali polda banten polda jakarta polda jateng polda sumut politik polresta tangerang polri ponorogo ppwi Presiden prestasi pristiwa purwakarta RAPP redaksi Rei renungan Riau rizal efendy Sampah sampah depok samsat depok satlantas polres asahan semarang serang serbada Sertijab Siak Sidoarjo sijunjung Singkawang siswa Slawi SMSI solo soroako sosial sosialisasi Sports suhu Andy mulyono sukabumi sulawesi Sumatera_Utara Sumsel Surakarta Susanto tamanlalulintas tanah Karo tangerang tanggerang tangsel Tatung Technologi tegal Tegal Raya Tipikor Tips tmmd tni tni brebes tni depok fokus TNI Sumut tokoh tokohpemudaaceh Travel Ucapan Universitas Indonesia Video Wajo wakapolri walikota depok Warga Wartawan Wisata

Total Pageviews

Ucapan











Followers