Select Menu

Slider

Daerah

Hukum

Legislatif

Derap

TNI Manunggal Masuk Desa

Peristiwa

Videos

» » PENGUSAHA DAN SOPIR G 01 MINTA DISHUB KAB.TANGERANG ADAKAN OPERASI JALUR TRAYEK
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post


Pantauterkini.co.id - Tangerang, Para pengusaha dan sopir angkutan G 01 Jalur Trayek Kronjo-Pasar Baru meminta kepada Dishub Kabupaten Tangerang agar segera mengadakan operasi. Mereka menganggap saat ini kondisi jalur sudah carut marut dan butuh perubahan.
   

Gunawan Hendra Pengusaha angkutan G 01 mengatakan, ia beserta teman-temannya mengharapkan adanya ketegasan dari dinas perhubungan. Ia menganggap saat ini sudah banyak pelanggaran di jalur G 01.


"Saya harap dinas perhubungan kabupaten tangerang segera turun ke lapangan dan mengadakan operasi di jalur G 01,"katanya saat ditemui di jalur trayek G 01. Selasa (24/7/2018).


Gunawan menambahakan, kalau keadaan jalur trayek G 01 dibiarkan seperti ini terus yang ada para pengusaha terus mengalami kerugian dan terancam bangkrut. Apa lagi saat ini sudah mulai banyak mobil online dan grab tambah semakin hancur saja para pengusaha angkutan.
  

" saat ini para pengusaha dan sopir angkut G 01 hanya membutuhkan penertiban jalur, agar pendapatan tidak terus berkurang,"harapnya.
   

Edi Wijaya Sopir angkut G 01 menggungkapkan untuk saat ini sudah banyak angkut jalur trayek luar yang mencari penumpang di lintasan G 01. Seperti mobil angkut T 03 yang harusnya jalur Cadas-Pasar Anyar tapi cari penumpangnya hingga ke pasar jati waringin kecamatan mauk, mobil mikro mini bus merk Elf tanpa trayek, serta di tambah banyak mobil ber plat hitam yang berkeliaran naik turunkan penumpang di sepanjang jalur trayek G01.
    

"Tolong kepada dinas terkait jangan biarkan para sopir dan pengusaha angkutan menderita, akibat jalur yang semakin carut marut,"tegasnya.
    

Edi menambahkan, ia juga berharap agar pihak Organda dan Dishub segera memperhatikan jalur G 01 agar tetap stabil. Untuk saat ini jalur G 01  ada 165 unit dan penghasilan para sopir tidak menentu. Dulu sehari bisa membawa pulang uang sampai Rp 200.000,- tapi sekarang Rp 50. 000 saja sudah berat.
    

"Jangankan membawa uang kerumah, untuk setoran saja kadang tekor,"pungkasnya.(Rini)


About Nurita Djohadi

KAMI Pewarta Pantau Terkini Menolak Berita Hoaks Tanpa data yang aKurat dan Opini yang tidak Membangun .
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments