Select Menu

Slider

Daerah

Hukum

Legislatif

Derap

TNI Manunggal Masuk Desa

Peristiwa

Videos

» » Mbah Sanusi : " Keris dan Unsur Magis"
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post



PANTAUTERKINI.CO.ID, TEGAL - Keris dalam budaya Jawa memang dianggap bukan sekedar senjata semata sebagai peralatan perang zaman kerajaan, sehingga keris di mitoskan dengan berbagai kepercayaan yang serba mengandung unsur  magis atau mistik sampai sekarang.

Bahkan cara pembuatan kerispun konon tidak sembarangan, tukang empunya harus menjala ni rialat atau bertapa segala, tidak makan tidak minum  dan bahkan tidak tidur sampai empat puluh hari. Dengan maksud supaya keris yang dibuat memiliki keampuhan atau  kesaktian.

Zaman kerajaan Singosari, Raja Ken Arok juga terke mengunakan keris sebagai senjata untuk perang, bahkan Empu Gandring yang membikin keris itu sendiri malah dibunuh oleh Ken Arok.

Pada zaman kerajaan Mataram Yogyakarta, Pangeran Diponegoro juga terkenal mengguna kan senjata keris. Bahkan sampai terpengaruh nya terhadap masalah magis,  penjajah Belan da yang selalu menggunakan taktik dalam satu perundingan, yang ujung ujungya melakukan penangkapan, terlebih dahulu Diponegoro disuruh melucuti senjatanya terlebih dahulu sebe lum masuk ke meja perundingan. Lalu ada apa dengan yang namanya senjata keris ?

Belakangan juga kadang muncul bisnis keris,  bahkan bagi mereka yang percaya berani membeli dengan mahar  cukup lumayan mahal tidak hanya satu dua juta saja sampai puluhan juta bahkan ada yang sampai ratusan juta pun mereka berani membelinya.
Berbagai jenis dan nama keris, serta kegunaan.

Namun yang jelas untuk zaman sekarang ber beda dengan zaman kerajaan. Dulu keris untuk senjata perang disamping kesaktian. Sedang kan sekarang motifnya keris dimiliki kecenderungannya sebagai azimah atau jimat.
Selanjutnya  seorang kakek berusia 90 tahun bernama mbah Sanusi warga RT 04/ RW 02 Dukuh Ketitang, Desa Ketanggungan, Keca matan Dukuhturi,  Kabupaten Tegal, Jawa Tengah  sempat menunjukan koleksi keris kerisnya yang begitu banyak dipajang di dinding kamarnya yang berukuran  2,5 m x 2,5 m yang selalu ditaburi debgan  bau harum minyak wangi.

Saat ketika ditanya dari mana keris itu didapat, jawabnya malah aneh, menurutnya  keris yang begitu banyaknya datang sendiri ke rumah walaupun perantaraan orang atau makhluk lain yang datang sengaja memberikan keris tersebut.

Berbagai jenis dan nama keris  sempat ditun jukkan pada Damar Post. Seperti, anatara lain : keris Pancuran Emas, khasiatnya yang pegang serharusnya punya jabtan tunggi. Lalu keris Surahman Ganjur untuk mereka yang usaha dagang,  dakwah atau cinarita yaitu tukang pidato atau dalang.

Salah satu keris yang diberi nama Cempaka Bungkem, agar orang atau musuh yang dihadapinya   tidak berani ngomong macem macem. Keris Sabuk Inten dari turunan keris Na ga Sasra ini layak untuk para komandan atau pimpinan.

keris Samyang Wenang untuk tunggu rumah atau kebutuhan ngayomi keluarga.
Dan masih banyak lainnya, termasuk keris Naga Runting, keris Setan Kober dan keris Pedut yang bisa menjadikan orang yang pegang keris itu tidak kelihatan oleh orang yang memusuhinya.

Mbah Sanusi yang merupakan ayah dari 10 anak dan banyak pengalaman dalam perjalanan hidupnya sejak zaman penjajahan hingga Indonesia merdeka sampai dengan sekarang dari perubahan pemerintahan ke pemerintahan merasa dirinya bersahaja malah menyebut dirinya  orang kaya meskipun tidak mempunyai apa apa, kecuali sepuluh anak. Dan sejak tahun 1967 hingga sekarang tinggal du duk manis di rumah karena dari anak anaknya yang mengurus. Yang penting apa yang ada dinikmati dan disukuri tidak neko neko (berbuat macam macam) walaupun sudah cukup lama ditinggal istri karena meninggal dunia. ( Samsudin )

About Lensa Pewarta

KAMI Pewarta Pantau Terkini Menolak Berita Hoaks Tanpa data yang aKurat dan Opini yang tidak Membangun .
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments