Top Ad 728x90

06 May 2018

,

Pesta Giling Tradisi Metikan


PANTAUTERKINI.CO.ID, SLAWI - Lebih di kenal kalangan masyarakat  pedesaan di Kabupaten Tegal  tradisi "metik" atau "metikan" . Biasa dilakukan sebelum pelaksanaan giling tebu di Pabrik Gula (PG)  Pangka berbarengan dengan acara selamatan giling sebagai tanda musim panen tebu dimulai.  Istilah metik dalam teknis perke bunan tebu biasanya dilakukan   sempling kemasakan usia tanaman tebu, sebagai bukti tanaman tebu sudah masak atau cukup usia untuk dipanen atau "dipetik". Kalau sempling dipandang cukup barulah dilakukan tebang tebu massal di lahan perkebunan.

Kemudian sebagai adat kebiasaan di tanah ja wa umumnya dan kabu paten Tegal khususnya, seperti halnya petani padi,  saatnya padi masak biasanya sebelum dipanen petani melakukan selamatan dengan sesaji potong tumpeng de ngan lauk daging ayam panggang atau ayam bakar dan ikan gesek petek. Dalam selamatan giling tebu tak beda jauh.

Namun yang menojol  dalam selamatan giling tebu di PG Pangka biasanya dimeriahkan deng an berbagai event kegiatan lomba termasuk pasar malam dan hiburan tontonan, mulai film layar terbuka,  orkes melayu maupun wayang golek atau kulit.  Lomba lomba,  yang terkenal terutama sepak bola dan bulu tangkis,  tenis meja disamping lomba olah raga yang lain. Dari sejak dulu seperti itu.  Sehingga kalau mende ngar ada acara "metik" di PG Pangka warga dari pelosok desa berbondong bondong datang. Ada yang sengaja sewa dokar (delman)  ada pula yang sengaja jalan kaki dari rumah, pulang pagi hanya karena ingin melihat  "metikan". Nampak disana amat meriah sekali. Begitu pula disana banyak warga sekitar yang meman faatkan untuk berjualan dengan berbagai jenis makanan khas dari masing masing desa seki tar.
Acara tradisi "metikan"  di PG Pangka yang sebenarnya amat menarik dan dapat menjadi motivasi kalangan masyarakat baik dari sisi budaya maupun ekonomi.  Namun sayang  seiring dengan perkembangan zaman,  potensi tersebut sekarang jutru semakin menurun. Appreasiasi seni budaya nyaris hilang sama sekali,  begitu pula lomba lomba olah raga juga tidak ada lagi.
Yang masih bertahan saat ini paling banyak berjualan makanan, pakaian,  mainan anak anak, undar mandi bola, namun masih tergo long   ramai dikunjungi masyarakat pedesaan yang haus hiburan sebagai acara tahunan.

Selanjutnya  yang menjadi pertanyaan apakah tradisi yang amat menggugah gairah warga pede saan ini dapat terus dilestarikan ataukah akan segera terhapuskan mengingat  Pabrik Gula di wilayah PTP IX Jateng sebagaimana informasi yang layak dipercaya Damar Post di PG Pangka menyebut kondisinya gonjang ganjing dan banyak PG yang sudah tutup. Menyusul di wilayah pantura Tegal - Pekalongan sekarang tinggal 2 PG yang  masih aktif,  yakni PG Pangka (Kab.Tegal)  dan PG Sragi (Kab. Pekalongan).

Tahun ini 2018 PG Jatibarang Kab Brebes dinyatakan tutup, sehingga di wilayah Kab. Brebes sama sekali tak ada PG,  karena jauh sebelumnya seperti PG Kersana dan PG Banjaratma  juga ditutup,  menyusul  di Kabupaten Pemalang yakni PG Sumberharjo mulai tahun 2017 kemarin ditutup. Praktis sektor perkebunan tebu di Wilayah Jateng bagian barat nyaris lumat justru dengan adanya peranan holding yang menimbulkan PG PG di Jateng eksistensinya dipertanyakan termasuk PG Pangka.  (CN/ Samsudin)

0 komentar:

Top Ad 728x90