Debat Paslon Walkot Tegal Sodorkan Konsep


PANTAUTERKINI.CO.ID - TEGAL. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tegal semalam, (Selasa, 17/4) adakan pergelaran debat terbuka pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Tegal sesuai rangkaian jadual KPU menuju Pilkada 2018.

Debat Pasangan Cawalkot dan Cawawalkot Tegal mengambil tempat di Sebayu Convention Hall, Hotel Bahari Inn jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 1 Kota Tegal dengan dihadiri 5 Paslon antara lain HM. Nursholeh & H.Wartono,  H. Ghautsun & dr. Muslih,, Dedy Yon Supriyono & Mohammad Jumadi,  Habib Ali & Tanty Setyaningrum serta Herujito & Sugono.

Agenda debat terbuka Paslon tersebut dilaksanakan sesuai rencana dimulai pukul 19.00 WIB sampai selesai. Mengingat tempat yang terbatas, KPU membatasi peserta yang akan terlibat dalam mendukung masing-masing Paslon serta masyarakat umum melalui undangan resmi KPU.

Seperti diketahui sebelumnya, kelima Paslon memiliki pendukung baik dari parpol pendukung maupun tim relawan. Paslon HM. Nursoleh & H. Wartono misalkan didukung dan diusung oleh 2 Parpol Golkar dan Hanura serta pendukung relawan.

Sedangkan Habib Ali yang berpasangan dengan Tanty Setyaningrum didukung PKB, Nasdem dan Timses, sementara Dedy Yon Supriyono dan Mohammad Jumadi diusung dan didukung oleh 5 parpol Demokrat, PAN, Gerindra, PKS dan PPP serta tim relawannya.

Sementara pasangan Ghautsun dan dokter Muslih menggunakan jalur independen dan yang terakhir paslon Herujito dan Sugono yang keduanya disamping kader intelektual PDIP mereka diusung partai berlambang Banteng moncong putih .

Dalam perdebatan yang dipandu Hamidah Abdurahman dari unsur akademisi berjalan cukup kondusif. Karena memang agenda malam itu setidaknya menurut Ketua KPU, Agus Wijanarko, SH merupakan tahap pertama dengan penyampaian visi misi agar dapat dipahami masyarakat dan dijadikan bahan pertimbangan memilih serta mencoblos dalam pilkada yang akan diselenggarakan 27 Juni 2018 tahun ini.

Sesuai nomor urut, pemandu atau moderator mempersilahkan kontestan menyampaikan visi misinya yang diawali oleh Paslon No 1 HM. Nursholeh dan H. Wartono.

Paslon dengan slogan Bersholawat ini menyampaikan paparannya yang pada garis besarnya berkonsentrasi pada permasalahan sampah dengan menindak-lanjuti tawaran bantuan teknis Pemerintah Hongaria menuju Tegal yang lebih bersih.

Sedangkan paslon No 2, H. Ghautsun dan dr. Muslih untuk mewujudkan Kota Tegal yang Guyub, Sejahtera dan Mandiri, menggariskan pada konsep pemantapan perencanaan pembangunan daerah yang aspiratif, berkeadilan dan pemberdayaan masyarakat, kompetensi dan kredibelitas ASN dalam sistem birokrasi yang transparan dan melayani serta membangun SDM yang sehat, cerdas, beriman, bertakwa dan berakhlak mulia.

Paslon dengan semboyan BerDedikasi Dedy-Jumadi dengan nomor urut 3 ini menyajikan sebuah konsep yang nampak lebih punya keunggulan dalam mengembangkan pemerintahan yang berdedikasi menuju Kota Tegal yang lebih demokratis, disiplin dan inovatif.

Dengan konsep itu, mereka akan mewujudkan pemerintahan yang bersih  dan profesional dan inovatif berbasis teknologi. Terciptanya atmosfir kehidupan Kota Tegal yang lebih agamis, aman, kreatif dan berbudaya serta tersedianya infrastruktur yang memadai serta transportasi publik yang ramah lingkungan.

Mendorong percepatan kualitas pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi kemasyarakatan. Pengembangan kewirausahaaan koperasi UMKM dan ekonomi kreatif. Kesejahteraan Nelayan, buruh, petani dan warga tidak mampu juga menjadi perhatiannya.

Sedangkan optimalisasi peran pemuda, pembinaan olah raga dan seni budaya serta perjuangan melindungi hak-hak anak dan perempuan dan juga peningkatan investasi serta kapasitas daya saing daerah menjadi bagian dari fokusnya.

Debat terbuka itu dihadiri Pjs Walikota Tegal Drs. Ahmad Rofai beserta Forkompinda, Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah, Joko Purnomo, Ketua Panwaslu  Kota Tegal, Akbar Kusharyanto serta ratusan pendukung para paslon itu berlangsung aman dan lancar. Karena pihak keamanan sudah mengantisipasi dengan persiapan pengamanan dengan  mengerahkan ratusan personelnya

Sementara Paslon No 4 Habib Ali dan Tanty Setyaningrum mengajukan programnya mrwujudkan Kota Tegal yang aman dan sentosa dengan mewujudkan perekonomian daerah yang berbasis pemberdayaan potensi lokal serta mewujudkan infrastruktur yang terencana dengan skala prioritas.

Terakhir Herujto-Sugono menggariskan visi misinya pada peningkatan SDM yang bertakwa, sehat, cerdas dan berbudaya, meningkatkan perekonomian di sektor perdagangan jasa dan industri.

Pengembangan usaha mikro dan menengah dengan memberikan bantuan modal dan pendampingan. Pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur untuk menunjang aktifitas ekonomi, sosial, budaya dan keagaan, serta menyediakan ruang publik sebagai wahana kreatifitas masyarakat.

Kelembagaan dan pemberdayaan masyarakat diperkuat serta membangun kebersamaan kesetaraan dan keadilan gender untuk mengatasi berbagai persoalan sosial dan yang terakhir membentuk aparatur pemerintah yang profesional, untuk peningkatan tata kelola pemerintahan agar mampu memberikan pelayanan publik yang terbaik.

Debat diakhiri dengan sesi tanya jawab yang diawali menjawab pertanyaan moderator serta tanya jawab antar para paslon itu sendiri. ( Cahyo/Anis Yahya )
» » » » » » Debat Paslon Walkot Tegal Sodorkan Konsep

Debat Paslon Walkot Tegal Sodorkan Konsep

Penulis By on 19 April 2018 | No comments


PANTAUTERKINI.CO.ID - TEGAL. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tegal semalam, (Selasa, 17/4) adakan pergelaran debat terbuka pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Tegal sesuai rangkaian jadual KPU menuju Pilkada 2018.

Debat Pasangan Cawalkot dan Cawawalkot Tegal mengambil tempat di Sebayu Convention Hall, Hotel Bahari Inn jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 1 Kota Tegal dengan dihadiri 5 Paslon antara lain HM. Nursholeh & H.Wartono,  H. Ghautsun & dr. Muslih,, Dedy Yon Supriyono & Mohammad Jumadi,  Habib Ali & Tanty Setyaningrum serta Herujito & Sugono.

Agenda debat terbuka Paslon tersebut dilaksanakan sesuai rencana dimulai pukul 19.00 WIB sampai selesai. Mengingat tempat yang terbatas, KPU membatasi peserta yang akan terlibat dalam mendukung masing-masing Paslon serta masyarakat umum melalui undangan resmi KPU.

Seperti diketahui sebelumnya, kelima Paslon memiliki pendukung baik dari parpol pendukung maupun tim relawan. Paslon HM. Nursoleh & H. Wartono misalkan didukung dan diusung oleh 2 Parpol Golkar dan Hanura serta pendukung relawan.

Sedangkan Habib Ali yang berpasangan dengan Tanty Setyaningrum didukung PKB, Nasdem dan Timses, sementara Dedy Yon Supriyono dan Mohammad Jumadi diusung dan didukung oleh 5 parpol Demokrat, PAN, Gerindra, PKS dan PPP serta tim relawannya.

Sementara pasangan Ghautsun dan dokter Muslih menggunakan jalur independen dan yang terakhir paslon Herujito dan Sugono yang keduanya disamping kader intelektual PDIP mereka diusung partai berlambang Banteng moncong putih .

Dalam perdebatan yang dipandu Hamidah Abdurahman dari unsur akademisi berjalan cukup kondusif. Karena memang agenda malam itu setidaknya menurut Ketua KPU, Agus Wijanarko, SH merupakan tahap pertama dengan penyampaian visi misi agar dapat dipahami masyarakat dan dijadikan bahan pertimbangan memilih serta mencoblos dalam pilkada yang akan diselenggarakan 27 Juni 2018 tahun ini.

Sesuai nomor urut, pemandu atau moderator mempersilahkan kontestan menyampaikan visi misinya yang diawali oleh Paslon No 1 HM. Nursholeh dan H. Wartono.

Paslon dengan slogan Bersholawat ini menyampaikan paparannya yang pada garis besarnya berkonsentrasi pada permasalahan sampah dengan menindak-lanjuti tawaran bantuan teknis Pemerintah Hongaria menuju Tegal yang lebih bersih.

Sedangkan paslon No 2, H. Ghautsun dan dr. Muslih untuk mewujudkan Kota Tegal yang Guyub, Sejahtera dan Mandiri, menggariskan pada konsep pemantapan perencanaan pembangunan daerah yang aspiratif, berkeadilan dan pemberdayaan masyarakat, kompetensi dan kredibelitas ASN dalam sistem birokrasi yang transparan dan melayani serta membangun SDM yang sehat, cerdas, beriman, bertakwa dan berakhlak mulia.

Paslon dengan semboyan BerDedikasi Dedy-Jumadi dengan nomor urut 3 ini menyajikan sebuah konsep yang nampak lebih punya keunggulan dalam mengembangkan pemerintahan yang berdedikasi menuju Kota Tegal yang lebih demokratis, disiplin dan inovatif.

Dengan konsep itu, mereka akan mewujudkan pemerintahan yang bersih  dan profesional dan inovatif berbasis teknologi. Terciptanya atmosfir kehidupan Kota Tegal yang lebih agamis, aman, kreatif dan berbudaya serta tersedianya infrastruktur yang memadai serta transportasi publik yang ramah lingkungan.

Mendorong percepatan kualitas pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi kemasyarakatan. Pengembangan kewirausahaaan koperasi UMKM dan ekonomi kreatif. Kesejahteraan Nelayan, buruh, petani dan warga tidak mampu juga menjadi perhatiannya.

Sedangkan optimalisasi peran pemuda, pembinaan olah raga dan seni budaya serta perjuangan melindungi hak-hak anak dan perempuan dan juga peningkatan investasi serta kapasitas daya saing daerah menjadi bagian dari fokusnya.

Debat terbuka itu dihadiri Pjs Walikota Tegal Drs. Ahmad Rofai beserta Forkompinda, Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah, Joko Purnomo, Ketua Panwaslu  Kota Tegal, Akbar Kusharyanto serta ratusan pendukung para paslon itu berlangsung aman dan lancar. Karena pihak keamanan sudah mengantisipasi dengan persiapan pengamanan dengan  mengerahkan ratusan personelnya

Sementara Paslon No 4 Habib Ali dan Tanty Setyaningrum mengajukan programnya mrwujudkan Kota Tegal yang aman dan sentosa dengan mewujudkan perekonomian daerah yang berbasis pemberdayaan potensi lokal serta mewujudkan infrastruktur yang terencana dengan skala prioritas.

Terakhir Herujto-Sugono menggariskan visi misinya pada peningkatan SDM yang bertakwa, sehat, cerdas dan berbudaya, meningkatkan perekonomian di sektor perdagangan jasa dan industri.

Pengembangan usaha mikro dan menengah dengan memberikan bantuan modal dan pendampingan. Pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur untuk menunjang aktifitas ekonomi, sosial, budaya dan keagaan, serta menyediakan ruang publik sebagai wahana kreatifitas masyarakat.

Kelembagaan dan pemberdayaan masyarakat diperkuat serta membangun kebersamaan kesetaraan dan keadilan gender untuk mengatasi berbagai persoalan sosial dan yang terakhir membentuk aparatur pemerintah yang profesional, untuk peningkatan tata kelola pemerintahan agar mampu memberikan pelayanan publik yang terbaik.

Debat diakhiri dengan sesi tanya jawab yang diawali menjawab pertanyaan moderator serta tanya jawab antar para paslon itu sendiri. ( Cahyo/Anis Yahya )
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya