Top Ad 728x90

27 March 2018

Tim saber pungli amankan mantan aleg di duga melakukan pemerasan kepada kepala sekola

Lambar.PantauTerkini.Co.Id              Polres Lampung Barat. melalui tim Sapu bersih Pungutan Liar (saber pungli) Polres Lampung Barat mengamankan satu pelaku pungli berdasarkan  Laporan Polisi /174/III/2018/Polda Lampung/Polres Lambar /SPKT 26/03/ 2018 dan berhasil menagkap pelaku IN, (55), warga Giham Sukamaju, Pekon Giham Sukamaju,Kecamatan Sekincau Kabupaten Lampung Barat dan Pernah Menjabat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Lampung Barat periode tahun 1999 – 2004.

Penangkapan yang di pimpin langsung oleh Waka Polres Lampung Barat Kompol Sukandar,SH. bersama Kasat Reskrim AKP Faria Arista, Kanit Tipiter Ipda Juherdi Sumandi, serta anggota sat intelkam Polres Lampung Barat berhasil mengamakan pelaku pada senin 26/03/2018 sekitar pukul 16.30 Wib.

Kapolres Lampung Barat AKBP Tri Suhartanto,S.Ik. bersama Kasat Reskrim berikut Tim Saber Pungli Kabupaten Lampung Barat saat menggelar konferensi Pers di sat reskrim Polres mengungkapkan, penangkapan terhadap tersangka warga Giham Sukamaju, Pekon Giham Sukamaju, Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat oleh Tim Saber Pungli saat baru keluar dari SMK Negeri I Waytenong.

“Setelah mendapat laporan dari korban yang merupakan Kepala SMK se-Lambar tim Saber Pungli langsung bergerak, dan dalam waktu cepat tersangka berhasil diamankan sesaat setelah mengambil uang yang menjadi barang bukti dalam OTT tersebut,” terang Kapolres.

Proses terjadinya dugaan pemerasan, berawal tersangka mendatangi Kepala SMK Miftahul Ulum, inisial YT, dengan mengatakan bahwa telah terjadi penyimpangan penggunaan BOS Daerah dan Bantuan Sosial yang dilakukan oleh empat kepala SMK yang ada di Lampung Barat.

Selanjutnya tersangka ini mendatangi salah satu korban, untuk melakukan koordinir terhadap seluruh kepala SMK, untuk memberikan uang 5 juta per sekolah, dengan ancaman akan mengekspose di media massa terhadap penyimpangan yang mereka lakukan,” Ucap Kapolres.

merasa terancam, akhirnya empat kepala SMK tersebut melalui ketua MKKS SMK Lambar, menyerahkan uang 8 juta namun masing-masing sekolah hanya bisa memenuhi 2 juta dari 5 juta yang diminta tersangka, yakni SMK I Way Tenong, SMKN I Pagar Dewa, SMKN Kebun Tebu dan SMKN I Liwa.

Melalui ketua MKKS SMK Lampung barat, disepakati penyerahan uang di SMKN I Waytenong, dan karena korban sudah melapor ke polisi, langsung diamankan saat keluar dari sekolah tersebut dengan barang bukti berupa empat amplop bertuliskan masing- masing sekolah dengan isi 2 juta rupiah per amplop,” jelas Kapolres.

Sebelum menyerahkan uang, korban yang merasa ketakutan dan tertekan. Untuk menjaga nama baik sekolah, siswa, dewan guru melalui ketua MKKS SMK Lambar, pihaknya melaporkan ke Polres Lampung Barat.

berkat keberanian kepala sekolah melapor kepolres, tersangka langsung berhasil diamankan, dan saat ini tersangka berikut barang bukti sudah diamankan di Mapolres Lampung Barat untuk proses penyidikan lebih lanjut dan tersangka diancam dengan pasal 368 dan atau 369 tentang pemerasan dengan ancaman penjara paling lama 9 tahun,”ungkap kapolres lambar@hms polres/wwn

0 komentar:

Top Ad 728x90