DAERAH

DERAP

Cat-3

Cat-4

» » » Metatah massal yang di selenggarakan oleh Paguyuban Widya Swara di Griya Gede Manik Uma Jati Kepaon


Denpasar-Bali , Memotong  gigi juga ada efek sampingnya bagi kesehatan,  jika dilakukan dengan tidak benar, begitu yang disampaikan Jero Mangku drg Made Budiarsana dalam acara pembekalan bagi peserta metatah masal yang diselenggarakan  Paguyuban Widya Swara di grya Gede Manik Uma Jati Kepaon, kemarin.
     Pemotongan gigi, atau di Bali dikenal dengan matatah , bisa menyebabkan lapisan enamel ini terbuang dan lapisan di bawahnya terlihat. Padahal lapisan di bawah enamel, yaitu dentin, tidaklah sekeras enamel, dan terdiri dari pori-pori yang terdapat banyak ujung syaraf di dalamnya. Hal ini dapat menyebabkan  masalah pada kesehatan.

     Pada pelaksanaan  kegiatan ini,  paguyuban Widya Swara lebih menonjolkan dari aspek simbolik dengan tetap mengacu pada sastra dan mempertahankan  tradisi. Gigi hanya di potong kurang dari 2 mm,  karena pelaksanaan  ini bukan menonjolkan  estetika. Untuk estetika  dipersilahkan  lebih lanjut dengan dokter ortodontis.

     Selain itu kami juga memperhatikan ke higienisan alat-alat sangging dan pemberian  disinfektan dan memperbanyak jumlah alat. Sehingga alat tersebut memperoleh waktu jeda. Termasuk penggunaan masker dan slop tangan, sampai kepada posisi wajah sangging supaya tidak terlalu dekat dengan yang ditatah.
     Pada acara pembekalan  tersebut juga diisi dengan penjelasan mengenai makna metatah,  menek kelihatan,  sungkem,  dan pawintenan  Saraswati yang disampaikan oleh Jero Mangku Dody Aryanta dari paguyuban widya swara dan di simpulkan oleh Ida Mpu Yogiswara.(Ngurah PPWI Bali)
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Penulis atau Editor Panter Redaksi

Kami Wartawan Pantau Terkini Menolak Berita Hoaks

kesehatan

video

Cat-5

Cat-6