Kunjungan Komisi II DPRD Kabupaten Wajo Ke Dinas Perindustrian Provinsi Sulsel, Optimis Bisa Kembalikan Kejayaan Sutra Seperti Tahun 70an



PANTAU TERKINI.CO.ID,MAKASSAR-Tidak adanya pasokan bahan baku sutera membuat lesunya industri kerajinan sutera di Kabupaten Wajo. Kondisi tersebut  berdampak langsung pada produksi kain sutera secara regional dan menjadi ancaman secara nasional.



Ada sekitar lima ribu pengrajin kain sutera yang menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) di Kabupaten Wajo beralih memproduksi kain dengan bahan benang Polyester. Beralihnya penggunaan bahan baku tersebut membuat para pengrajin mengalami penurunan pendapatan dikarenakan nilai harga jual yang jadi murah. Hal tersebut diungkap oleh sekertaris komisi II DPRD Wajo Andi Gusti Makkarodda via WhatsApp pasca melakukan pertemuan di  kantor dinas perindustrian  propinsi Sulawesi Selatan, Jumat 2 Maret 2018 di jalan Manunggal II kota Makassar.






Pertemuan yang dilakukan adalah konsultasi Komisi II DPRD Wajo terkait rencana pengembangan sentra Industri Kecil Menengah di Kabupaten Wajo, Kita bersama Pemda dan pelaku usaha dari Wajo memang sengaja meluangkan waktu, sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam melakukan pembenahan terkait industri kain sutera di Wajo, Ungkap Andi Gusti



Lebih lanjut, Andi Gusti Makkarodda menyampaikan dari hasil pertemuan tersebut. Pemerintah propinsi Sulsel dan Pemda Wajo sudah sepakat membangun sinergitas demi mempertahankan dan mengembangkan industri unggulan di kabupaten Wajo tersebut. Harapannya adalah pemprov memberikan rekomendasi sebagai bentuk dukungan terhadap Pemda dan pengrajin yang sementara kesusahan mendapatkan benang sutera dengan harga terjangkau.





















Alhamdulilah, Pemprov memberi dukungan bahkan akan melakukan pelatihan pada sektor hilir. Satu persatu, kita upayakan dapat solusi dalam waktu dekat. Jika memungkinkan import kokon atau indukan ulat sutera dengan kualitas F1 bisa kita dapatkan untuk petani murbei di wajo jelasnya.


"Jika itu bisa dilakukan maka kita optimis bisa kembali seperti tahun 70an sebagai penghasil benang dan kain sutera terbaik di Indonesia dan kesejahteraan bersama pegiat sutera dari hulu hingga hilir" tutup politisi partai Nasdem ini.

Sementara itu Ketua Komisi II Asri Jaya Latif mengungkapkan  bahwa berdasarkan RIPIP Provinsi Sulawesi selatan, industri sutra  Wajo adalah unggulan yang harus dikembangkan dengan adanya singkronisasi Provinsi dan Kabupaten Wajo,kata Asri Jaya Latif.

(Advetorial: Sekretariat Humas Dan Protokoler DPRD Kabupaten Wajo)



















Post a Comment

Post a Comment