Select Menu

Slider

Daerah

Hukum

Legislatif

Derap

TNI Mandiri Manunggal Desa

Peristiwa

Videos

» » » Transaksi Gelap Sampah Di Tempat Pembuangan Sampah Sementara Jalan Jawa,Kelurahan Beji, Kota Depok Terungkap
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Depok,(16/02/18) Pantau Terkini, Melihat sering adanya muatan sampah hingga grobak dorong dan gerobak motor halulalang di seputar jalan jawa, perumnas Depok Utara, Kelurahan Beji, Kecamatan Beji Kota Depok, menimbulkan kecurigaan warga seputar depok utara apalagi dengan aroma yang sudah tak sedap di sekitar perumahan yang di bangun 1976 sebagai perumahan kedua pembangunan perumahan rakyat setelah Depok jaya/ Depok satu  didirikan pemerintah melalu Perum Perumnas.


Sejak awal pembangunan Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPSS) dibangun sudah banyak  kontranya hingga menimbulkan bentrokan warga.

Dasarnya warga tidak menyetujui adanya TPSS didalam perumahan apalagi di area fasilitas pendidikan dan sarana Olahraga yang seharusnya menjadi fasilitas sehat ternyata dipaksa menjadi area pembuangan sampah walaupun sementara.

Berada di gerbang pemakaman warga depok utara yang statusnya wakap salah seorang pemilik tanah dapat dibangun oleh pemerintah Depok "apa dapat  ijinnya dari ahli waris dan warga ???" tanya seorang warga jalan jawa.

Kisruh aroma sampah mulai menyengat terlebih di musim penghujan mungkin dapat dirasakan warga deput sehingga baru baru ini menemukan kesepakatan bersama dengan notaben antara tokoh masyarakat depok utara dan dinas DLHK kota Depok.

Sebagai warga masyarakat yang cerdas warga deput (Depok Utara) tak terima begitu saja janji janji pemerintah kota depok sebab nyatanya hanya manis di awal,  setelah terjalin akan adanya perbaikan pengelolaan TPSS begitu juga sarana dan prasarana yang akan direncanakan untuk mengurangi bau yang menyebar.

Rasa kecurigaan mulai membuka mata warga melihat germo (gerobak motor) dan gedor (gerobak dorong) yang dicuri bukan milik warga kelurahan beji ditegur oleh salah satu pengurus rukun warga yang memang sudah mengendus overload dari halulalang gerobak yang masuk melalui jalan jawa.

Ternyata dari hasil pembicaraan antara warga, Ketua RW.07,08 dan disaksikan oleh pewarta pantauterkini  dengan salah seorang pengendara gerobak motor yang bernama hendri salah seorang pengemudi gerobak motor yang kebetulan dicurigai bukan warga kelurahan Beji dan Hendripun dapat dipercaya karena memang hendri adalah petugas kebersihan dari kelurahan kukusan yang memaparkan bahwa semua rekannya 2 pengemudi germo lain dan 12 gerobak dorong yang membuang sampah dari kukusan ke TPSS jalan jawa sudah berjalan 2 tahun.

Diperoleh keterangan dari hendri dari pergerobak membayar perbulan sebanyak 400.000 sebagai retribusi. ke TPPS Jalan Jawa.


Kejadian ini dikonfirmasi oleh Ketua RW.07 H. Memet Kepada pak kusumo sebagai Kepala Bidang Kebersihan DLHK Kota Depok sayangnya beliau sedang diluar kota keterangan Kadis DLHK kepada awak media pantauterkini.co.id.

Sebelumnya juga pewarta pantauterkini mengejar kusumo sebagai kabid terkait hal yamg sama tapi baru saat ini kusumo menjawab tentang peristiwa yang terjadi.

Dalam keterangannya kusumo tidak mengetahui prihal tersebut dan akan meminta keterangan kepada hendri apa benar halnya seperti itu ketika di konfirmasi oleh pewarta pantauterkini.co.id .
dalam percakapan di media Whatsapp Awak media menanyakan apa benar kelurahan beji di ijinkan buang sampah di Jalan Jawa

PT  "Berarti benar dong lebih dari sekelurahan tpss jalan jawa ini menampung bang ? "
Kusumo " [15:04, 2/16/2018] Yg disetikerin itu se Kelurahan Beji Bang....kalau diluar itu sdh saya larang dan sdh dilayani di wilayah kelurahan masing2....
[15:05, 2/16/2018] Kusumo: Sesuai kesepakatan saya sama Pak RW.07 dan 08....berarti akan saya tindak besok.....makasih "

PT "Dan jadi jelas mereka bicara 15 grobak rekan2 mereka dengan bla bla bla nya kita jadi tau semua "
Kusumo " [15:07, 2/16/2018] : Oh ya bagus harusnya dilarang saja karena saya sama pak RW.07 dan 08 sdh sepakat saling mengawasi kalau saya yg tau saya yg melarang sebaliknya kalau pak RW 07 dan 08 yang menemukan larang saja apalagi tidak berstiker.....bgt Bang...
[15:08, 2/16/2018] Kesumo: Kebetulan hari ini saya nggak disana...lg nengok orang tua saya sedang sakit...."

PT "Jd siapa yg bermain dengan pungutan retribusinya 400.000/ bln selama 2 tahun seperti katakan hendri "
Kusumo " [15:10, 2/16/2018] Kesumo: Saya belum tau kalau ketahuan dan itu anggota saya maka akan saya kenakan sanksi....demikian Bang
[15:11, 2/16/2018] Kusumo: Karena saya sedang memperbaiki pelayanan disana terutama masalah Baunya......Alhamdulillah sdh tidak berbau....makasih "

PT " Bagi saya hendri sdh jd sumber berita yang fakta "
Kusumo "Bagus Bang....saya juga perlu tau semuanya soalnya saya belum tau.....besok sy juga kepengin temuin Bang Hendri juga..."

PT " Jadi dalam hal ini abang ga pernah tau mengenai 15 grobak sampah kukusan "
Kusumo :Saya tidak tau...karena yg sy data kemarin itu yg ada stikernya itu yg resmi pelayanan TPS Jl. Jawa sesuai kesepakatan saya atas nama dinas dan Pak RW.07 dan 08...dan sy sudah instruksikan kepada temen2 di jl jawa selain sampah dari kel beji dilarang masuk....kecuali opsih tim saya hari minggu..itu sementara saya masukan ke tps mawar depok 1 dan jl jawa....bgt bang,

Lain juga dengan tanggapan kepala dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan akan crosscek dengan kusumo yang sejak awal sudah di informasikan oleh salah seorang pengurus rukun warga 07 beji.

Dalam keterangannya Kepala DLHK tidak pernah memerintahkan bawahannya melakukan pungutan apapun.
PT " Selamat siang ibu. Mohon ijin waktu ibu terkait tpss beji "
Etty DLHK " ada apa bu "

PT " Maaf bu saya pria dan dari media pantau terkini. Terkait kapasitas, dan retribusi ???yang kami investigasi tadi pagi ... di tpss jl. Jawa . Depok Utara,  Beji .Depok ternyata kecurigaan warga terungkap bahwa tpss tidak sesuai peruntukannya."
Dalam perencanaan Awalnya Tempat Penampungan Sampah Sementara diperuntukan 6 RW di seputar Depok Utara melihat kapasitas dan banyaknya gerobak dan germo yang tidak dikenal atau tidak beregister ternyata  membuka pemikiran warga tpss jl. Jawa sudah jadi tempat pembuangan sampah se kelurahan beji . Alangkah kagetnya ketika tadi pagi jumpai 3 orang pengendara gerobak dan germo mengakui mereka dari kukusan yang jumlah semuanya 12 gerobak dan 3 germo  dari kel. Kukusan.
Lebih terkejut mereka membayar retribusi 400rb/ germo atau gerobak.  perbulan demikian agar ibu mengetahui sebelumnya Dan ini telah berjalan 2 tahun "
Etty DLHK " terima kasih infonya nanti sy cek bayarnya kemasyarakat atau ke oknum yg ada di ksmi "

PT "Bukan kemasyarakat bu mana ada masyarakat depok utara pungut retribusi sampah di tpss ?"
Etty DLHK " itu ongkosnya perbulan atau perhari ? "

PT " 400.000/ bulan satu gerobak/germo  jadi,  15 grobak x 24 bulan "
Etty DLHK " ok khawatir ada pengelola lingkungan yg memungut untuk operasional dilapangan, sy ngga pernah memerintahkan ada biaya pak krn perdanya msh gratis nanti stlh perda selesai baru ada retribusi bukan di tps , tapi dirumah tangga, sy msh di jogja tp sy sdh perintahkann pk hilman atau pk kusumo untuk segera kesana pak, krn mrk yg sehari hari ada disana,  terima kasih sekali infonya , Siap Ibu akan saya ti daklanjuti....karena masih dalam pembinaan saya selama 3 bln ....saya akan cek kebenarannya...makasih... ini td dr pk kusumo pak dia akan tindak lanjuti segera. 

Sampah memang sudah bermasalah bagaimana sebuah permasalah sampah yang dipungut bayaran sebesar itu tak di ketahui oleh pihak terkait.
Ironis memang belantara sampah kenapa perumhan pertama yang mendapat julukan perumahan seribu sarjana  harus menjadi tempat sampah ? , Kita tunggu berita selanjutnya ? (DJ)

About Bonard Stones

KAMI Pewarta Pantau Terkini Menolak Berita Hoaks Tanpa data yang aKurat dan Opini yang tidak Membangun .
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments