Parah Sekali , Tanpa SOP yang benar "M" Anggota Polres Balikpapan Geledah Rumah dan Introgasi Warga Balikpapan

Balikpapan(20/02/18), "M"Diduga jadi becking pengusaha perumahan yang berkantor dijalan Soekarno Hatta KM.8 "M" oknum anggota Kepolisian Republik Indonesia Resort Balikpapan gunakan jabatan tanpa ada surat resmi penggeledahan.

Merasa sebagai anggota kepolisian  "M" arogan memeriksa semua ruangan dirumah orang tua rosana tanpa menunjukan  dokumen yang di keluarkan resmi Polres Balikpapan.
Oknum berinisial "M" juva 3melakukan penggeledahan telepon genggam dan rumah warga di bilangan Prapatan dalam RT.08 No. 34 Kelurahan. Telaga Sari  Kec. Balikpapan Kota tanpa sebab akar permasalahan yang jelas.

Setelah di konfirmasi dengab menghubungi selurel ke salah satu anggota dari lsm yang ikut hadir dan menyaksikan peristiwa tersebut ternyata berawal dari pertengkaran rumah tangga antara pengusaha perumahan yang berkantor di jl. Soekarno Hatta Km.8 Balikpapan Utara yang bernama sudarman dan Jumaya istri pengusaha perumahan  hingga meninggalkan rumah.

RZ merupakan relasi kerjasama dalam usaha cafe dan hanya waktu-waktu tertentu datang kecafe dibilangan km.8 pula.

Dengan pasukan lsm anti korupsinya sudarman dan 2 orang aparat kepolisian "M" dan "R" salah satu anggota menghubungi suami RZ meminta lokasi dan alamat rumah .

Tidak menaruh kecurigaan apapun awalnya karena deddy berfikir tidak ada permasalhan, Apalagi yang menghubungi UH dimana dia sngat dekat dengan keluarga dan anak-anak rosana sendiri, karena UH paham benar keluarga rosana makan suami rosana  mereka saling kenal dan masih menjalin hubungan kerjasama antara sudarman dan Rosana Zaenab yang sering bermalam di cafe milik jumaya istri sudarman .

Sore seusai membuat racikan bunbu cotto Makasar dan soto Banjar Rosana pulang ke kediamannya di prapatan karena hari rabu ini ada acara resepsi pernikahan putra Rosana di rumah.

Menaruh rasa curiga ada pertemuan dan persekongkolan antara rosana dan jumaya isteri sudarman maka mencoba menggerebeg tanpa kenbenaran dan barang bukti datanglah sudarman dengan anggota lsm serta 1 anggota kepolisian resort balikpapa  dan Polda kaltim.

Ironisnya anggota kepolisian ini sangat paham dengan aturan dan peraturan SOP dalam menangani permasalahan hukum karena anggota berinisial "M" adalah  bagian penyidik di mapolres balikpapa dan "R" propam di polda kaltim .

Sayangnya sebagai aparat membiarkan  arogan dalam melakukan tindakan penggeledahan yang tidak berdasarkan fakta penyidikan bahkan laporan resmi .

Bahkan yang di rumah dan handphone yang digeledah orang yang mereka kenal dan jelas hubungannya dengan jumaya istri sudarman hanya di dapur atau dicafe ketika harus meracik bumbu. Diluar itu mereka tidak ada hubungan kongko kongko.

Berdasarkan sumber sang putri yang melihat dan pembantu yang menutupi prihal tersebut hingga mengakibatkan tertekannya jiwa seseorang menjadi kecemasan dan ketidak nyamanan akibat arogansi aparat yang menyalah gunakan tugasnya.

Sangat disayangkan prilaku oknum aparat kepolisian resort balikpapan dan bertugas sebagai penyidik berani kangkangi  PRO METER  seperti yang dicanangkan KAPOLRI
tanpa profesionalisme dan SOP yang berlaku dalam aturan di POLRI menggeledah rumah dan Handphone milik Rosana dan Putra putranya serta membawanya ke KM.8 dengan maksud klarifikasi sumber yang dekat dan serba tau urusan Jumaya istri sudarman majikannya sendiri yaitu bude pem antu sudarman.

Kembali menyangkan tindakan ini tidak sesuai dengan seorang anggota polri apalagi yang bertugas di resort Balikpapan dan polda kaltim jika tidak ada tindakan terkait peristiwa ini.

Ironisnya sebagai penyidik di sebuah institusi hukum kepolisian republik inidonesia berkelakuan seperti yang di utarakan pemilik rumah. Tanpa ada dokumen dan masalah yang Jelas "M" membabi buta masuk rumah Rosana dan ingin membokar semua ruangan kediaman milik orang tua Rosana pun ikut di geledah dan menanyakan semua anak laki-laki Rosana dan diminta kumpul. secepatnya.

Seperti kesurupan Polisi berinisial "M" tak ada punya rasa iba kepada Rosana yang sedang mengandung seperti orang " tak kenal  saja".

Ketidak benaran dan bukti kuat oknum anggota polri ini sudah melakukan tindakan yang seakan akan tersengat undian harapan membela dan menekan rosana dan anak anaknya seakan akan sudah jatuh vonis.

Hebatnya aeorang sudarman dimata "M"  melebihi kapolresnya yang mendapat pelayanan yang begitu istimewa dari anggota kepolisian Polres balikpapan dan POLDA kaltim.

Apa dibenarkan komandan tindakan aparat macam ini ?  

Kejadian ini dilaporkan ke suami Rosana yang tak lain pimpinan redaksi dari media Online Pantau Terkini  dan Raja Pos. Menerima perlakuan oknum aparat seperti ini suami yang telah berkordinasi dengan pengacara dan ketua persatuan pewarta warga indonesia akan menempuh jalur hukum di MABES POLRI dan KOMPOLNAS karena Istri Pimpinan Redaksi Sedang Hamil.

Walaupun sudah meminta maaf kepada rosana akan tetapi pimpinan redaksi pantau terkini  akan tetap melaporkan peristiwa ini lewat jalur hukum tegas Pempred Pantau Terkini  (***)


        

Post a Comment

Post a Comment