Select Menu

Translate

Utama


Daerah



Peristiwa

Adverntorial

DERAP



Pariwisata

Nasional



Liputan Langsung

» » Refleksi Kebangsaan Oleh Gema Perkasa Indonesia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post


Acheh-Pantau Terkini.co.id.Dulu banyak warga dunia berharap perang dingin antara Blok Barat dengan Blok Timur berakhir, agar perdamaian dunia bisa terwujud. Setelah perang dingin berakhir, ternyata harapan itu masih jauh dari kenyataan: perdamaian antar umat manusia, antar bangsa, antar negara, sampai sekarang ini belumlah terwujud, hari ini dunia masih dipenuhi pergolakan dan perang, yang menyebabkan warga bangsa harus kehilangan kehidupan.

Di tengah pergolakan bangsa-bangsa di dunia, bangsa kita pun masih terus menerus diuji menghadapi banyak persoalan, baik ekonomi, politik, sosial budaya, yang dari dulu sampai sekarang tidak kunjung selesai.

Seperti ilalang yang tidak mengenal musim, selalu tumbuh di ladang.
Kemiskinan serta kesenjangan hidup semakin lama semakin lebar.

Korupsi merajalela, tanpa rasa malu dan takut akan dosa, perampokan uang negara, suap menyuap, semakin massif, melibatkan banyak pejabat tinggi negara.

Persatuan Nasional rapuh, rentan terhadap bibit-bibit perpecahan yang mengkhawatirkan.

Hari ini, di tengah hiruk pikuk persoalan dunia dan banyaknya masalah yang merundung bangsa kita, beberapa bulan ini jalan perjuangan GEMA PERKASA INDONESIA sudah kita lewati bersama, dalam suka dan duka.

Dan selama ini, serta di masa-masa yang akan datang, di mana pun arenanya, dengan segenap kemampuan yang kita miliki, kita akan terus berjuang, menyuarakan dengan lantang pikiran-pikiran kita, posisi kita, pandangan kita dalam menyelesaikan persoalan bangsa yang kita cintai ini.

Sampai pada saat nya nanti kita bisa menyaksikan serta merasakan Indonesia menjadi bangsa besar bermartabat, masyarakatnya adil makmur, aman sejahtera, lahir maupun batin. Kemerdekaan adalah berdikari, membangun bangsa di atas kaki kita sendiri, tidak sudi menjadi hamba dan dijajah kembali, oleh bangsa serta negara manapun di bumi ini.

Dengan menjadikan Pancasila sebagai filosofi, pedoman serta arah dalam berbangsa dan bernegara.
Indonesia adalah Negara besar, membutuhkan konsep besar dengan jiwa-jiwa besar, dalam membangun Bangsa. Dan konsep besar tersebut telah dirumuskan oleh para pendiri Bangsa kita, Bung Karno salah satunya.

Konsep besar tersebut adalah Pancasila. Dengan Pancasila Bangsa kita bisa memperbaiki keadaan-keadaan di dalam masyarakat, sehingga masyarakat yang pincang, akibat dari sistem yang Liberal Kapitalistik, bisa berubah menjadi masyarakat yang sempurna, tidak ada lagi kaum tertindas, tidak ada lagi kaum yang celaka dan tidak ada lagi kaum yang papa sengsara.

Demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang menolak demokrasi liberal, demokrasi model barat yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia dan telah terbukti menyebabkan pemerintahan tidak stabil, selalu menimbulkan friksi antar partai politik, saling jegal antar golongan politik, melemahkan persatuan nasional, menyebabkan ego sentrisme kelompok, golongan, serta kedaerahan.

Demokrasi liberal hanya mengejar persamaan di lapangan politik, tetapi mengabaikan persamaan sosial ekonomi.

Yang akan unggul dan selalu menang adalah para pemilik modal, yang menguasai semua alat propaganda, seperti lembaga pendidikan, media massa, universitas, dan lain-lain.

Dengan kekuasaan modalnya, mereka bisa membeli panitia pemilihan, bahkan bisa membeli suara rakyat yang terjepit kemiskinan.

Sekalipun setiap warga negara dianggap punya hak yang sama di lapangan politik, tetapi pada kenyataannya hampir semua lembaga politik dikontrol kaum pemilik modal, termasuk di dalam penyusunan undang-undang.
 Demokrasi Pancasila adalah demokrasi massa rakyat, tidak hanya sebatas demokrasi politik saja, tetapi juga menegakkan demokrasi ekonomi, di tengah-tengah rakyat. Demokrasi Pancasila adalah pengejawantahan demokrasi politik sekaligus demokrasi ekonomi.

Karena demokrasi bagi bangsa Indonesia, bukanlah semata-mata sebagai alat teknis untuk mencapai sesuatu tujuan, tetapi adalah satu kepercayaan, yang memiliki corak nasional, satu corak kepribadian kita, satu corak yang tidak harus sama dengan demokrasi yang digunakan negara lain.

Pancasila menjadikan demokrasi tidak hanya sekedar alat politik, tetapi demokrasi yang menjunjung tinggi kemanusiaan, demokrasi yang mengatur persamaan hak dalam kehidupan sosial ekonomi, dengan menjadikan rakyat banyak sebagai subjek utama dalam membangun kehidupan ekonomi, sehingga hidup tidak hanya tergantung kepada upah, menjadi kuli di negeri sendiri, menjadikan bayangan hari depan penuh dengan kecemasan.
 Indonesia merdeka dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia, didirikan oleh para pendiri bangsa kita, dengan segenap jiwa dan raga, dengan mengorbankan darah serta air mata, bukan untuk diserahkan kembali kepada kekuatan Asing, ataupun ditujukan hanya kepada satu golongan tertentu, untuk menikmati hidup dengan kekayaan yang menumpuk, aset di mana-mana, ratusan ribu hektar lahan dikuasainya, tetapi untuk seluruh rakyat Indonesia.

Penulis:Glesos Yoga Mandira/Ipunk Satriani/Adhy
Editor:PPWI

About muhlis muhlis

Kami Pewarta Pantau Terkini Mendukung Tolak Berita Hoaks dan menjunjung tinggi Nilai Jurnalistik "Biographical Info" dan semua Berita Tanggung Jawab Perwakilan Daerah sebagai Admin dari Website Pantau Terkini.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments