Dua Menteri Kunjungi Morowali

MOROWALI- Kampus Politeknik Industri Logam Morowali mendapat kunjungan dua menteri.Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto dan Menteri Riset,Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI H Mohamad Nasir, Senin 18/9/ 2018.

Tutut Hadir kepala  Dinas Tenaga Kerja kabupaten Morowali Ir. Umar Rasyid, M.Si, dan Dinas Pendidikan Amirudin S.Pd,MM

Menteri Airlangga Hartarto menjelaskan, Politeknik Morowali akan menjadi pusat inovasi teknologi dan pengembangan produk berbasis Nickel yang pembangunannya difasilitasi Kementerian Perindustrian.

Menurutnya, penyiapan sumber daya manusia yang terampil adalah sebuah keniscayaan dalam rangka memacu pertumbuhan Industri. Selain itu juga perlu melakukan pengembangan teknologi dan peningkatan investasi.

"Adanya politeknik ini, kami meyakini akan mendukung penambahan investasi di industri pengolahan logam. Khususnya di wilayah Sulawesi dan Indonesia bagian timur.

Menteri Airlangga berharap, Politeknik Morowali dapat memberdayakan masyarakat lokal agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan yang berada dalam kawasan industri Morowali. Kawasan yang memiliki luas 2.000 hektare itu diisi sebagian besar pabrik smelter berbasis Nickel.

"Jadi, selain menyelenggarakan pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap kerja, kampus ini akan melakukan pengembangan riset-riset terapan yang bekerjasama dengan Industri," kata Airlangga.

Menurutnya, Politeknik Morowali akan menerapkan pendidikan berkualitas dengan beasiswa dan ikatan kerja. Bahkan selama satu tahun pertama, mahasiswa akan mendapatkan fasilitas asrama yang disediakan oleh PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) selaku pengelola kawasan Industri Morowali.

"Angkatan pertama di Politeknik Morowali sebanyak 96 mahasiswa yang dinyatakan lulus ujian saringan dari 679 peserta sejak dibuka pendaftran pada 14 Juli 2017. Mahasiswa ini berasal dari daerah Morowali, Kota Palu, Kendari dan Makkasar dengan program studi jenjang D-III," papar Airlangga.

Menteri berpesan kepada mahasiswa yang akan menempuh pendidikan selama tiga tahun agar dapat memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya. Karena pendidikan di Politeknik telah didesain untuk melatih mahasiswa disiplin dan sikap kerja sesuai dengan kebutuhan industri sekarang ini,ucapnya

Sementara itu, Menteri Mohamad Nasir saat wawancara dengan awak media mengatakan, Politeknik Morowali sangat perlu didukung dan jangan sampai tidak bisa dimanfaatkan. Sebab keberadaannya sudah sesuai dengan apa yang menjadi orientasi kebutuhan.

"Ketika semua ini berjalan, maka saya kira Politeknik Morowali tempat yang ideal, karena di sini ada perguruan tinggi yang menyatu dengan industrinya," ujar Mohamad Nasir.
Untuk penerimaan mahasiswa katanya, tentu saja Politeknik Morowali tidak bisa mengabaikan putra daerah.

"Ini cukup penting agar masyarakat lokal perlu didorong di Politeknik. Sekarang telah ada mahasiswa asal Morowali tetapi kedepan bisa ditingkatkan lagi jumlahnya,apa yang sudah dilakukan Kementerian Perindustrian membangun lapangan pendidikan di kawasan Indonesia Timur merupakan salah satu cara mendukung pertumbuhan industri, khususnya di Morowali.

"Beliau mengapresiasi dan merespons dengan baik keberadaan daripada Politeknik Morowali. Olehnya itu kedepannya pembangunan ini akan bisa membawa pendidikan yang lebih baik lagi dari sekarang.(Kominfo iksan/Suardi)
«
Next

Newer Post

»
Previous

Older Post


Cat-1

Cat-2

Cat-3

Cat-4

» » Dua Menteri Kunjungi Morowali


MOROWALI- Kampus Politeknik Industri Logam Morowali mendapat kunjungan dua menteri.Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto dan Menteri Riset,Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI H Mohamad Nasir, Senin 18/9/ 2018.

Tutut Hadir kepala  Dinas Tenaga Kerja kabupaten Morowali Ir. Umar Rasyid, M.Si, dan Dinas Pendidikan Amirudin S.Pd,MM

Menteri Airlangga Hartarto menjelaskan, Politeknik Morowali akan menjadi pusat inovasi teknologi dan pengembangan produk berbasis Nickel yang pembangunannya difasilitasi Kementerian Perindustrian.

Menurutnya, penyiapan sumber daya manusia yang terampil adalah sebuah keniscayaan dalam rangka memacu pertumbuhan Industri. Selain itu juga perlu melakukan pengembangan teknologi dan peningkatan investasi.

"Adanya politeknik ini, kami meyakini akan mendukung penambahan investasi di industri pengolahan logam. Khususnya di wilayah Sulawesi dan Indonesia bagian timur.

Menteri Airlangga berharap, Politeknik Morowali dapat memberdayakan masyarakat lokal agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan yang berada dalam kawasan industri Morowali. Kawasan yang memiliki luas 2.000 hektare itu diisi sebagian besar pabrik smelter berbasis Nickel.

"Jadi, selain menyelenggarakan pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap kerja, kampus ini akan melakukan pengembangan riset-riset terapan yang bekerjasama dengan Industri," kata Airlangga.

Menurutnya, Politeknik Morowali akan menerapkan pendidikan berkualitas dengan beasiswa dan ikatan kerja. Bahkan selama satu tahun pertama, mahasiswa akan mendapatkan fasilitas asrama yang disediakan oleh PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) selaku pengelola kawasan Industri Morowali.

"Angkatan pertama di Politeknik Morowali sebanyak 96 mahasiswa yang dinyatakan lulus ujian saringan dari 679 peserta sejak dibuka pendaftran pada 14 Juli 2017. Mahasiswa ini berasal dari daerah Morowali, Kota Palu, Kendari dan Makkasar dengan program studi jenjang D-III," papar Airlangga.

Menteri berpesan kepada mahasiswa yang akan menempuh pendidikan selama tiga tahun agar dapat memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya. Karena pendidikan di Politeknik telah didesain untuk melatih mahasiswa disiplin dan sikap kerja sesuai dengan kebutuhan industri sekarang ini,ucapnya

Sementara itu, Menteri Mohamad Nasir saat wawancara dengan awak media mengatakan, Politeknik Morowali sangat perlu didukung dan jangan sampai tidak bisa dimanfaatkan. Sebab keberadaannya sudah sesuai dengan apa yang menjadi orientasi kebutuhan.

"Ketika semua ini berjalan, maka saya kira Politeknik Morowali tempat yang ideal, karena di sini ada perguruan tinggi yang menyatu dengan industrinya," ujar Mohamad Nasir.
Untuk penerimaan mahasiswa katanya, tentu saja Politeknik Morowali tidak bisa mengabaikan putra daerah.

"Ini cukup penting agar masyarakat lokal perlu didorong di Politeknik. Sekarang telah ada mahasiswa asal Morowali tetapi kedepan bisa ditingkatkan lagi jumlahnya,apa yang sudah dilakukan Kementerian Perindustrian membangun lapangan pendidikan di kawasan Indonesia Timur merupakan salah satu cara mendukung pertumbuhan industri, khususnya di Morowali.

"Beliau mengapresiasi dan merespons dengan baik keberadaan daripada Politeknik Morowali. Olehnya itu kedepannya pembangunan ini akan bisa membawa pendidikan yang lebih baik lagi dari sekarang.(Kominfo iksan/Suardi)
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

About the Author Berita Terkini

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

No comments

Nasional

video

video

kesehatan

Kesehatan

Cat-5

Cat-6