Home 12 August 2017

Gara-gara Nyerobot Lahan Untuk Stadion Mini Pasar Kemis, Ahli Waris Gugat Pemkab Tanggerang,

Posted by Nurita Djohadi



Tangerang, pantauterkini.Co.Id - Ahli waris meng-klaim lahan miliknya di Sabotase/di Serobot oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang yang akan dijadikan Sarana Olahraga untuk Kecamatan Pasar Kemis. Lahan yang akan dibangun Stadion Mini yang berlokasi Perumahan Puri Jaya Kp.Cilongok Desa Sukamantri, Kec.Pasar Kemis Kab.Tangerang Banten. Terkait Hal ini, menambah panjang deretan kasus sengketa pembelian lahan dari pihak Pemkab.Tangerang, yang sebelum terjadi di wilayah Kecamatan Sepatan Timur dan Kecamatan Balaraja.

Terkait pembelian lahan pengadaan Stadion Mini yang dianggarkan melalui APBD Kabupaten Tangerang, Tanah seluas 14.000 Meter lebih yang di-klaim oleh pihak ahli waris bernama H.Udik bin Nasin, salah satu keluarganya H.Mukri Bin Asdja sebagai ahli warisnya juga sekarang melaporkan pengaduan melalui Lembaga Bantuan Hukum Nasional (LBHN).

Menurut pihak keluarga salah satu ahli waris H.Mukri Bin Asdja mengatakan, Pihak keluarga sudah memberikan kuasa hukum penuh untuk mengurus permasalahan yang dihadapi Ahli Waris selama 8 (delapan) Tahun lebih.

" Pihak keluarga ahli waris sudah menunggu kepastian yang menyerobot lahan dengan mengutamakan asas kekeluargaan, tetapi dari pihak tersebut tidak ada itikad baik yang menguasai lahan seluas 16 Hektar, yang telah diperjualbelikan ke pihak Pemerintah Kabupaten Tangerang," Ungkapnya Rabu (09/8/2017) dikediamannya.

Lebih lanjut, H.Mukri menjelaskan bahwa, Saya mewakili pihak keluarga sudah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak LBHN untuk mengurus semua permasalahan, dan yang pasti pihak keluarga tidak merasa menjual kepada pihak manapun, dan kami pihak keluarga bisa mempertanggungjawabkan bukti-bukti kepemilikan, bahwa tanah yang di-klaim pihak Pemerintah Kabupaten Tangerang adalah tanah keluarga besar kami dan pihak keluarga-pun merasa belum adanya pembagian kepada pihak ahli waris.

Ditempat terpisah, Kuasa Hukum LBHN, Budi Lase,SH mengungkapkan bahwa, “ Satu-satunya ahli waris yang sah dari Keluarga H.Udik Bin Nasin sesuai dengan keputusan pengadilan agama Tigaraksa No.0393, adalah para ahli waris, salah satunya H.Mukri Bin Asdja yang sekarang usianya sudah mencapai 90 tahun lebih. Akan tetapi pihak keluarga dari H.Mukri Bin Asdja tidak merasa dan tidak pernah memberi maupun menjual kepada siapapun, termasuk ke pihak Pemda Kabupaten Tangerang. Dari kami sebagai kuasa hukum sudah mengajukan gugatan kepada pengadilan, salah satu yang tergugat adalah Pemkab Tangerang," Katanya saat dimintai keterangan kepada awak media.

Lanjut Budi menambahkan, dari pihak Kuasa hukum-pun menduga, adanya kejanggalan dengan pembelian lahan oleh Pihak Kabupaten Tangerang yang diperuntukan untuk stadion mini di wilayah kecamatan pasar kemis, sesuai harga NJOP (Harga pasaran) yang ada. Kami pun menduga ada mark up dari penjualan lahan sengketa ini,” ucapnya salah satu kuasa hukum LBHN.
Kronologi yang dihimpun dari keluarga ahli waris H.Udik Bin Nasin yang salah satunya H.Mukri Bin Asdja mengatakan,

pihak Pemerintah KabupatenTangerang telah membeli lahan dari pihak keluarga KH.Damiyati yang bukan pihak satu-satunya dari keluarga H.Udik Bin Nasin.

Menurut Kuasa Hukum LBHN Budi Lase,SH mengatakan, "Ini merupakan sebuah kejanggalan bagi kami, dasar-dasar pembelian pihak pemda kabupaten Tangerang kepada keluarga KH.Damiyati, sedangkan lahan seluas 14.000 Meter lebih ini sesuai dengan girik yang kami dapatkan adalah kepemilikan H.Udik Bin Nasin, dan Pewaris yang sah adalah klien kami dari pihak keluarga H. Mukri Bin Asdja sesuai dengan Keputusan Pengadilan Agama Tigaraksa dengan No.0393 dan bukti-bukti ini yang akan menguatkan kita dipengadilan nanti,” ujarnya menerangkan.

Kami (Kuasa Hukum LBH,Red) meyakini akan memenangkan gugatan sengketa ini nanti di Pengadilan, dengan bukti-bukti yang kami milik dari kepemilikan salah satu Surat Girik dengan No.751 atas nama H.Udik Bin Nasin dari ahli waris yang masih hidup, yaitu H.Mukri Bin Asdja. Sejauh ini kami sudah melayangkan surat gugatan kepada pihak Pemerintah Kabupaten Tangerang,
yang membeli lahan bukan dari ahli waris yang memiliki bukti surat Kepemilikan Tanah yang sah. 

Kamipun bersama pihak keluarga Ahli Waris H.Mukri Bin Asdja sudah melakukan mediasi secara kekeluargaan kepada pihak Pemkab Tangerang, akan tetapi tidak pernah direspon positif, sehingga kami  selaku Kuasa hukum yang tergabung di LBHN mempunyai keyakinan 100 persen, Bahwa kami akan memenangkan gugatan ini di pengadilan nantinya. (Nurita)

Category

Related Posts

Copyright © 2012, Kantor Berita Online Nasional Allrights Reserved - Magazine World Theme - Designed by Uong Jowo