Pengembang Curigai Oknum Pemkot Balikpapan "Dokumen Segel Asli Dinyatakan Palsu Oleh Penyidik Polda"
BALIKPAPAN  -  Tuduhan tindak pidana yang dilaporkan oleh Christian Soetio selaku pengembang Perumahan Bintang Gading Asri I dengan surat laporan polisi nomor LP/178/V/2017 Polda Kaltim/SPKT tanggal 2 Mei 2017, kini masih diproses Polda Kaltim.
Hal ini membuat Sudarman selaku terlapor merasa heran. Penyidik Polda Kaltim telah memanggil para saksi, termasuk Sudarman sebagai terlapor dengan tuduhan pemalsuan surat dan penyerobotan lahan.
 Sudarman yang juga pengembang perumahan sekaligus direktur PT Sinar Arung Pakaraja (SAP) merasa heran karena segel yang kini disita penyidik Polda Kaltim dinyatakan palsu. Padahal, segel tersebut menjadi dasar pengurusan IMTN ke Dinas Pertanahan Balikpapan dan sudah diterbitkan.
“IMTN saya sudah terbit. Mengurus IMTN prosesnya panjang loh. Sebelum diterbitkan, diumumkan dulu untuk menunggu, kemungkinan ada sanggahan dari pihak lain. Kenyataannya tidak ada sanggahan sehingga IMTN saya terbit. Segel yang saya jadikan dasar mengurus IMTN adalah asli yang saya beli dari saudara Kamal selaku ahli waris. Sebelum saya membeli, saya cek ke Kecamatan Balikpapan Utara, ternyata segel ada nomor registrasinya berarti asli. Saya selaku pembeli nggak mau beli kalau segelnya palsu,” tegas Sudarman. Jumat (23/6) kemarin.
Mengenai segel miliknya yang menjadi dasar mengurus IMTN yang dinyatakan palsu oleh penyidik Polda Kaltim, Sudarman mencurigai ada oknum pemkot yakni di Dinas Pertanahan yang menyerahkan dokumen yang tidak benar kepada penyidik polda. “Saya akan menelusurinya oknum tersebut. Saya nggak akan mundur karena saya membeli lahan karena benar. Saya juga akan laporkan ke Propam Polda dan Propam Mabes Polri apabila ada indikasi penyidik yang merugikan saya. Sekali lagi saya tegaskan, saya membeli dengan benar,” tegas Sudarman yang belum lama ini menerima mandat sebagai kepengurusan lembaga swadaya masyarakat (LSM) antikorupsi Nusantara Corruption Watch (NCW) Kalimantan Timur (Kaltim).
Terkait dengan laporan Christian Soetio, pihak Sudarman justru menemukan indikasi pelanggaran yang dilakukan oleh Cristian Soetio yang bermasalah di perizinan tidak lengkap dan lahannya bersengketa dengan dirinya. Saat ini Sudarman menggugat Christian Soetio di PN Balikpapan melalui pengacaranya Jonson Siburian SH.
“Dinas Perumahan dan Permukiman (DPP) Kota Balikpapan sudah mem-pending(menunda, Red) perizinan yang diajukan Christian karena ada permasalahan, salah satunya lahannya saya gugat. Perumahan yang digarap Cristian di Ring Road 2, RT 57, Kelurahan Sepinggan Baru, Balikpapan Selatan, yakni Perumahan Bintang Gading Asri I,” ungkapnya didampingi advokat Jonson Siburian.
Lebih jauh Sudarman bersama pengacaranya Jonson Siburian dan LSM yang dipimpinnya segera melakukan upaya perlawanan hukum terhadap laporan pidana Christian. Yakni, pihaknya akan memperkarakan Christian dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.  Di mana, dalam pasal 138 dijelaskan, setiap orang yang menjual satuan lingkungan siap bangun (lisiba) yang belum menyelesaikan status hak atas tanahnya, dipidana penjara 5 tahun atau denda Rp 5 miliar. Ancaman hukuman pidana tersebut juga berlaku bagi pejabat yang sengaja mengeluarkan izin pembangunan perumahan dan atau permukiman yang tidak sesuai dengan fungsi dan pemanfaatan ruang.
“Sedangkan perumahan yang saya garap, izinnya sudah lengkap. Yakni, analisis dampak lalu lintas (andalin) nomor 551.21/0346/Dishub, izin prinsip nomor 503.05/167/BPMP2T, izin lokasi nomor 50.06/67/BPMP2T, UKL-UPL nomor 660/197/BLH/UKL-UPL/2016, site plannomor 653/1120/DTKP, dan IMB nomor 0229/DPMPT/BU/GI,” tegas Sudarman. (ono/k1)
«
Next

Newer Post

»
Previous

Older Post


Cat-1

Cat-2

Cat-3

Cat-4

» »Unlabelled » Pengembang Curigai Oknum Pemkot Balikpapan "Dokumen Segel Asli Dinyatakan Palsu Oleh Penyidik Polda"

BALIKPAPAN  -  Tuduhan tindak pidana yang dilaporkan oleh Christian Soetio selaku pengembang Perumahan Bintang Gading Asri I dengan surat laporan polisi nomor LP/178/V/2017 Polda Kaltim/SPKT tanggal 2 Mei 2017, kini masih diproses Polda Kaltim.
Hal ini membuat Sudarman selaku terlapor merasa heran. Penyidik Polda Kaltim telah memanggil para saksi, termasuk Sudarman sebagai terlapor dengan tuduhan pemalsuan surat dan penyerobotan lahan.
 Sudarman yang juga pengembang perumahan sekaligus direktur PT Sinar Arung Pakaraja (SAP) merasa heran karena segel yang kini disita penyidik Polda Kaltim dinyatakan palsu. Padahal, segel tersebut menjadi dasar pengurusan IMTN ke Dinas Pertanahan Balikpapan dan sudah diterbitkan.
“IMTN saya sudah terbit. Mengurus IMTN prosesnya panjang loh. Sebelum diterbitkan, diumumkan dulu untuk menunggu, kemungkinan ada sanggahan dari pihak lain. Kenyataannya tidak ada sanggahan sehingga IMTN saya terbit. Segel yang saya jadikan dasar mengurus IMTN adalah asli yang saya beli dari saudara Kamal selaku ahli waris. Sebelum saya membeli, saya cek ke Kecamatan Balikpapan Utara, ternyata segel ada nomor registrasinya berarti asli. Saya selaku pembeli nggak mau beli kalau segelnya palsu,” tegas Sudarman. Jumat (23/6) kemarin.
Mengenai segel miliknya yang menjadi dasar mengurus IMTN yang dinyatakan palsu oleh penyidik Polda Kaltim, Sudarman mencurigai ada oknum pemkot yakni di Dinas Pertanahan yang menyerahkan dokumen yang tidak benar kepada penyidik polda. “Saya akan menelusurinya oknum tersebut. Saya nggak akan mundur karena saya membeli lahan karena benar. Saya juga akan laporkan ke Propam Polda dan Propam Mabes Polri apabila ada indikasi penyidik yang merugikan saya. Sekali lagi saya tegaskan, saya membeli dengan benar,” tegas Sudarman yang belum lama ini menerima mandat sebagai kepengurusan lembaga swadaya masyarakat (LSM) antikorupsi Nusantara Corruption Watch (NCW) Kalimantan Timur (Kaltim).
Terkait dengan laporan Christian Soetio, pihak Sudarman justru menemukan indikasi pelanggaran yang dilakukan oleh Cristian Soetio yang bermasalah di perizinan tidak lengkap dan lahannya bersengketa dengan dirinya. Saat ini Sudarman menggugat Christian Soetio di PN Balikpapan melalui pengacaranya Jonson Siburian SH.
“Dinas Perumahan dan Permukiman (DPP) Kota Balikpapan sudah mem-pending(menunda, Red) perizinan yang diajukan Christian karena ada permasalahan, salah satunya lahannya saya gugat. Perumahan yang digarap Cristian di Ring Road 2, RT 57, Kelurahan Sepinggan Baru, Balikpapan Selatan, yakni Perumahan Bintang Gading Asri I,” ungkapnya didampingi advokat Jonson Siburian.
Lebih jauh Sudarman bersama pengacaranya Jonson Siburian dan LSM yang dipimpinnya segera melakukan upaya perlawanan hukum terhadap laporan pidana Christian. Yakni, pihaknya akan memperkarakan Christian dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.  Di mana, dalam pasal 138 dijelaskan, setiap orang yang menjual satuan lingkungan siap bangun (lisiba) yang belum menyelesaikan status hak atas tanahnya, dipidana penjara 5 tahun atau denda Rp 5 miliar. Ancaman hukuman pidana tersebut juga berlaku bagi pejabat yang sengaja mengeluarkan izin pembangunan perumahan dan atau permukiman yang tidak sesuai dengan fungsi dan pemanfaatan ruang.
“Sedangkan perumahan yang saya garap, izinnya sudah lengkap. Yakni, analisis dampak lalu lintas (andalin) nomor 551.21/0346/Dishub, izin prinsip nomor 503.05/167/BPMP2T, izin lokasi nomor 50.06/67/BPMP2T, UKL-UPL nomor 660/197/BLH/UKL-UPL/2016, site plannomor 653/1120/DTKP, dan IMB nomor 0229/DPMPT/BU/GI,” tegas Sudarman. (ono/k1)
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

About the Author Panter Redaksi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

Nasional

video

video

kesehatan

Kesehatan

Cat-5

Cat-6