Select Menu

Slider

Daerah

Hukum

Legislatif

Derap

TNI Mandiri Manunggal Desa

Peristiwa

Videos

» » » KPK Tak Mampu Tangkap Pelaku Utama Kasus Bakamla Politisi PDI-P Ali Fahmi Habsyi Raib ?
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Bandung | Pantau Terkini | Setelah dijatuhkan vonis 2 tahun 8 bulan Direktur Utama PT Melati Technofo Indonesia, Fahmi Darmawansyah, yang mendekam dilapas Sukamiskin, Bandung hanya menceritakan diakhir nota pembelaan atau pleidoi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (15/5/2017). 
Hingga saat ini KPK dan aparat terkait belum mampu menghadirkan pelaku utama  dalam proyek pengadaan satelite monitoring kelautan yang pada waktu itu pelakunya sorang politikus mantan aktifis reformasi Ali Fahmi atau Fahmi Habsyi bahkan terasa aneh bisa raib tanpa pastport . 

Dalam persidangan, pengacara Fahmi, Setiyono, mengkritik kemampuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menangkap pelaku utama dalam kasus yang menjerat kliennya.

“Ketidakmampuan JPU menghadirkan Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi dan tidak ada sprindik baru untuk menentapkan Ali Fahmi sebagai tersangka perlu jadi catatan penting,” kata Setiyono saat membacakan pleidoi.

Setiyono menganggap Fahmi Darmawansyah bukan pelaku utama dalam kasus suap terkait pengadaan monitoring satelit di Badan Keamanan Laut (Bakamla).

Setiyono menilai bahwa pelaku utama yang menjadi perancang kasus korupsi di Bakamla adalah politisi PDI Perjuangan Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi.

Fahmi Habsyi merupakan staf dari Kepala Bakamla Laksamana Madya Arie Soedewo.
“Adanya inisiatif Ali Fahmi yang sengaja datang bertemu terdakwa di kantor terdakwa. Dia menawarkan proyek, tetapi terdakwa harus mengikuti arahan dirinya mengenai besaran persentase,” kata Setiyono.
Pengacara Terdakwa Sebut Fahmi Habsyi Pelaku Utama Suap di Bakamla Sesuai fakta sidang, menurut Setiyono, Fahmi Habsyi awalnya mendatangi Kantor PT Merial Esa di Jalan Imam Bonjol, Jakarta. Perusahaan itu dimiliki oleh Fahmi Darmawansyah.

Dalam pertemuan itu, Fahmi Habsyi menawarkan Fahmi Darmawansyah untuk bermain proyek di Bakamla.
Namun, Fahmi diminta untuk mengikuti arahan Ali Fahmi, dan memberikan fee sebesar 15 persen dari nilai pengadaan.
Pejabat Bakamla Didakwa Terima Suap dalam Pengadaan Monitoring Satelit
Selanjutnya, Fahmi Habsyi memberitahu bahwa pengadaan monitoring satelit akan dilaksanakan oleh PT Melati Technofo, yang juga dimiliki oleh Fahmi Darmawansyah.
Kepastian tersebut karena sebelum proses lelang, pembuatan kerangka acuan kerja dibantu oleh salah satu staf PT Melati Technofo, yakni Hardy Stefanus.

Dalam persidangan, Fahmi Habsyi telah berkali-kali dipanggil, namun tidak juga hadir. Bahkan, majelis hakim telah mengeluarkan ketetapan pemanggilan kepada Habsyi.
Menurut KPK, keberadaan Habsyi saat ini tidak dapat diketahui. (tim)

About Panter Redaksi

KAMI Pewarta Pantau Terkini Menolak Berita Hoaks Tanpa data yang aKurat dan Opini yang tidak Membangun .
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments