Keberadaan UMKM dan Wirausaha Muda Mampu Meningkatkan Perekonomian Indonesia

Keberadaan UMKM dan Wirausaha Muda Mampu Meningkatkan Perekonomian Indonesia
Oleh : Meuthia Vika Ruccy
Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB
Saat ini Usaha Mikro Kecill Menengah dan Wirausaha Muda merupakan kegiatan yang paling tepat dengan dilakukannya pengembangan serta pemberdayaan yang dianggap merupakan langkah yang efektif untuk meningkatkan perekonomian indonesia, dengan didukung kenyataan UMKM memiliki peranan besar dalam menambah lapangan pekerjaan. Tenaga kerja yang dapat diserap dari meluasnya pelaku UMKM ini adalah sebesar 97,2% dengan total unit UMKM yang mencapai 56,2 juta unit, dalam skala mikro ekonomi jumlah tenaga kerja yang dapat diserap lebih besar lagi yaitu mencapai hampir 95% tenaga kerja. Tidak hanya itu, UMKM juga memiliki kontribusi dalam PDB yang mencapai 4.303 triliun/tahun. Saat ini di Indonesia sendiri, jumlah usaha mikro mencapai 98,82% dan usaha kecil jumlahnya hanya 1,09%.  Dengan target peningkatan UMKM pertahunnya sebesar 20%. Maka tidak heran jika UMKM telah menjadi bagian yang diutamakan  dalam setiap perencanaan tahapan pembangunan khusunya oleh dua  departemen pemerintahan, yaitu  Departemen Perindustrian dan Perdagangan; dan  Departemen Koperasi dan UMKM. Oleh karena itu, perlu dilakukan beberapa kebijakan untuk meningkatkan jumlah dan penguatan UMKM dan juga pengembangan dan pelatihan kepada para wirausaha muda. Saat ini jumlah pelaku usaha dan wirausaha muda di Indonesia termasuk paling banyak diantara negara lainnya dan akan terus mengalami peningkatan.

Walaupun UMKM dan wirausaha muda ikut berkontribusi dalam GDP di Indonesia, tetap saja pemerintah tidak memiliki kebijakan menyeluruh yang bertujuan untuk mengembangkan UMKM dan wirausaha muda. Masalah dan kelemahan utama yang dihadapi para pelaku UMKM dan wirausaha muda adalah sistem permodalan. Disisi lain UMKM dituntut untuk mengikuti perkembangan yang ada dan menciptakan inovasi baru. Hal tersebut didukung oleh adanya kebijakan pemerintah dibeberapa daerah dengan mengeluarkan anggaran sekitar Rp.300 miliar yang digunakan untuk permodalan dan penguatan UMKM. Tidak hanya aspek pembiayan saja yang menjadi kebijakan pemerintah, tapi harus adanya stimulasi kebijakan dalam sektor lain untuk mengembangkan UMKM dan wirausaha muda. Contohnya saja beberapa hal yang harus diperhatikan pemerintah untuk mengembangkan UMKM dan wirausaha muda diantaranya harus diawali oleh merubah pola pikir yang selama ini menjadi sudut pandang masyarakat yang menganggap menjadi wirausaha adalah profesi yang banyak menghasilkan resiko dan dianggap tidak bergengsi, pada kenyataannya wirausaha merupakan yang banyak menghasilkan keuntungan.

Hal tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah untuk mulai memperhatikan serta menerapkan kebijakan untuk memajukan UMKM serta memudahkan wirausaha muda indonesia untuk terus berkembang. Hal paling utama yang harus dijadikan perhatian pemerintahan adalah dengan menghadirkan jiwa kewirausaahan pada anak anak usia dini, dan sekolah dasar dan memberikan asuransi kepada pelaku wirausaha apabila terjadi kebangkrutan, kemudian pemerintah harus bisa menghadirkan inovasi kepada pelaku usaha UMKM maupun wirausaha muda untuk menghasilkan produk yang bernilai tinggi, dengan diikuti produktifitas dan juga daya saing. Hal penting lainnnya juga agar pemerintah memberikan pasar untuk para pelaku usaha UMKM dan wirausaha muda agar mereka mampu bersaing di pasar lokal maupun internasional. Dan UMKM dan wirausaha muda harus menciptakan lapangan pekerjaan, agar dapat mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia. Hal selanjutnya yaitu dengan menghadirkan konsultasi bisnis untuk para wirausaha yang ingin mengembangkan bisnis mereka.


Post a Comment

Post a Comment