DAERAH

DERAP

Cat-3

Cat-4

» » » Polisi Dan Pemerintah Diminta Tegas Menyikapi Masalah Penyerobotan Tanah Milik PT.Niaga Irama Sulawesi


Malili-Luwu Timur.Pantau Terkini.co.id.Terkait penyerobotan tanah,  yang  dialami  H.Yan Hermansyah   yang merupakan putra asli Malili anak kandung dari PT.Niaga irama sulawesi yang  juga merupakan salah satu ahli waris dari PT.Niaga Irama Sulawesi yang berkantor pusat di palopo dan cabang malili Luwu timur dan makassar mengatakan bahwa masih banyak tanah yang bermasalah di malili Luwu Timur yang  salah satunya tanah milik PT.Niaga Irama sulawesi   di serobot warga dan  Koperasi  ,tanah yang  sudah sejah tahun 70an adalah milik PT.Niaga Irama.


Menurut Yan Hermansyah selaku ahli waris sah , dari PT.Niaga Irama sulawesi “meminta  agar supaya pihak pemerintah dan Kepolisian bisah memediasi,menyikapi dan menangani serta menfasilitasi permasalahan ini ,agar supaya tidk berlarut-larut karena dari pihak PT.Irama bersedia menyelesaikan permasalahan ini degan baik asal sesuai dengan perosodur yang ada karena  pihak PT.Irama bersedia menyelesaikan dengan baik serta mengatur secara kekeluargaan,apalagi sertifikat tanah PT.Irama itu masih lengkap dengan  bukti serta saksi-saksi masih ada semua,”kata Yan Hermansyah

Yan menceritakan  juga ,  bahwa sudah pernah melaporkan kepada pihak pemerintah setempat dan Kepolisian setempat tetapi sampai sekarang belum ada tanggapannya makanya dari pihak PT.irama berharap agar bisah disikapi dengan baik karena  tanah milik PT Irama yang berada  di Kabupaten Luwu Timur  Kecamatan  Wasponda Desa Ledu-ledu sudahh di serobot oleh sebagian masyarakat setempat dan juga di serobot oleh  salah satu koperasi  wulandari  milik inisial Abs.

 Yan juga menceritakan sejarah PT.irama bahwa PT.Niaga Irama sulawesi datang di malili awalnya terbukanya pabrik nikel sekitar tahun 70an yg dilayani pada waktu itu untuk kebutuhan tailor wodro yang  sekarang sudah berubah menjadi PT.Vale yang  bergerak dalam hal rencana pembangunan pabrik nikel.

Pada waktu itu belum ada perusahaan lokal jadi yang pertama-tama itu adalah PT.Niaga Irama Sulawesi yang  bergerak melayani kebutuhan PT.Inco dalam hal kebutuhan dibidang sembako dan juga melayani perumahan-perumahan karyawan yang  berada di waspondah dan di wawundullah.
menurut Yan,beliau membeli tanah awalnya untuk lokasi peternakan dan yang  tiga lokasi diantaranya wasponda ada dua lokasi dan wawondullah satu lokasi masing-masing kurang lebih 198 hektar,150 hektar dan 200 hektar dan lokasi dahulu itu berada satu kecematan ,sebelum reprisal yaitu kecamatan nuha dan sekarang  sudah  terpisah menjadi kecamatan Wasponda dan kecamatan Towuti.

Yan lanjut menceritakan , bahwa ketiga  lokasi tersebut telah diserobot oleh masyarakat setelah orang tua beliau meninggal yang merupakan bos dari PT.Niaga Irama sulawesi pada tahun 1998,yang sempat dikelolah dengan peternakan,perkebunan dan  itu kelihatan  ada peternakan ayam potong,
Dan tahun 70-76 tanah itu berstatus pemilik PT.Niaga Irama Sulawesi berbadan hukum dan tahun 76  diterbitkan sertifikat menjadi milik.

Diantara tiga lokasi sertifikat yang terbit sebanyak 39 sertifikat masing-masing kurang lebih 15 hektar dan sertifikat di keluarkan oleh propensi dan atas nama perorangan karna sdh hak milik perorangan dan banyak masyarakat setempat tidak tahu bahwa pada tahun 76 sudah bersertifikat.

Dan adapun mungkin masalah desa pada saat itu tidak tahu karna ini permohonan bukan di Desa tapi langsung bermohon di kabupaten dan propinsi tapi sebelumnya itu bermohon di kehutanan untuk pelepasan hutan lindung dan ada dua yang kena hutan lindung dan tidak di sertifikatkan.
Dan masalah diatas sudah di laporkan di pemerintah setempat sudah tahu tapi tindak lanjutnya belum ada dan juga sudah di laporkan di polisi dimana pelaporan itu ada tiga kasus yaitu kasus penyerobotan,kasus pengrusakan dan kasus pengancaman,ketiga-tiganya ini belum di sampaikan hasil penyelidikan polisi sementara menunggu dan yang satu sudah ada tapi belum dapat suratnya dan yang satunya menurut pihak polisi tinggal menunggu nama-nama  yang  ada di sertifikat.

Terkait hal diatas ,waktu di konfirmasi di Reskrim polres Luwu TimUR mengatakan ,bahwa sabtu tgl 3 juni 2017 rencana akan turun langsung ke lokasi untuk meninjau yang  akan di pimpin langsung oleh kasat reskrim polres Lutim walaupun juga sebelumnya Kapolres Lutim sudah turun langsung meninjau lokasi tersebut dan kami juga berharap agar pemerintah setempat juga bisah turun langsung ke lokasi agar supaya permasalahan ini bisah terselesaikan degan baik, sebab bukti-bukti yang  dimiliki oleh PT.Irama berupa sertifikat dan saksi2 sangat lengkap.
Laporan :Tiem Investigasi Pantau terkini
Editor:Muhlis

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Penulis atau Editor Berita Terkini

Kami Wartawan Pantau Terkini Menolak Berita Hoaks

kesehatan

Feature

video

Cat-5

Cat-6